- Todd Boehly dan Mark Walter resmi menjual seluruh 25 persen saham Chelsea FC kepada Clearlake Capital pada hari Rabu.
- Clearlake Capital yang dipimpin Behdad Eghbali kini memegang kendali penuh atas operasional klub sepak bola Stamford Bridge tersebut.
- Transaksi senilai £950 juta ini sekaligus mengonfirmasi pengunduran diri Todd Boehly dari jabatannya sebagai ketua klub Chelsea.
Suara.com - Pengusaha asal Amerika Serikat, Todd Boehly dan Mark Walter, secara resmi telah menjual seluruh saham Chelsea FC milik mereka kepada Clearlake Capital. Pengumuman yang dirilis pihak klub pada Rabu waktu setempat ini sekaligus mengonfirmasi pengunduran diri Boehly dari jabatannya sebagai ketua klub.
Transaksi monumental ini secara otomatis memberikan Clearlake Capital—firma ekuitas swasta yang dipimpin oleh miliarder keturunan Iran-Amerika, Behdad Eghbali, bersama Jose E. Feliciano—kendali penuh atas operasional klub yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut. Sebelumnya, Clearlake telah menguasai 61,5 persen saham mayoritas, sementara Walter dan Boehly masing-masing memegang 12,83 persen.
Adapun filantropis asal Swiss, Hansjörg Wyss, yang juga memiliki porsi saham 12,83 persen, dipastikan tetap bertahan sebagai mitra dalam kelompok kepemilikan konsorsium ini.
Berdasarkan laporan Financial Times, Walter dan Boehly akan menerima pembayaran tunai sebesar £950 juta (sekitar $1,3 miliar) atas pelepasan gabungan 25 persen saham mereka (Berkisar Rp22 triliun). Kesepakatan ini menempatkan valuasi Chelsea di angka £5 miliar (sekitar $6,7 miliar), termasuk perhitungan utang klub. Penjualan ini sekaligus memberikan sedikit margin keuntungan bagi kedua investor asal AS tersebut.

Akhir Era Boehly dan Ketegangan Internal
Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen Chelsea memberikan apresiasi tinggi dengan menyebut bahwa selama menjabat, Boehly telah menunjukkan "unwavering commitment" terhadap keyakinan kelompok kepemilikan bahwa para pendukung adalah jantung dari klub.
Menanggapi kepergiannya, Boehly menyampaikan pesan perpisahan kepada seluruh elemen klub dan pendukung.
"Merupakan suatu kehormatan untuk menjabat sebagai Ketua Chelsea Football Club," kata Boehly. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu memastikan masa depan cerah bagi Klub ini, termasuk Liga Premier Inggris, para pelatih dan pemain, jajaran pimpinan serta staf yang berbakat di Chelsea, dan para penggemar setia yang luar biasa banyaknya."
Ia juga menyinggung kemitraannya bersama Clearlake selama beberapa tahun terakhir.
Meski perpisahan tampak berjalan kondusif di permukaan, laporan ESPN pada bulan lalu mengungkapkan fakta berbeda. Hubungan antara Clearlake dan Boehly dilaporkan terus memburuk selama beberapa tahun terakhir. Puncaknya, kedua belah pihak disebut saling bermanuver untuk membeli saham satu sama lain pada tahun 2024 sebelum akhirnya berujung pada penjualan ini.
Selain gejolak di Chelsea, Mark Walter bulan lalu juga merampungkan penjualan mendadak tim basket Los Angeles Lakers kepada pemodal ventura Joshua Kushner dan mantan CEO Disney Bob Iger dengan valuasi $12,5 miliar. Walter, yang baru menguasai Lakers selama 14 bulan, diketahui sedang menghadapi penyelidikan federal terkait perusahaan asuransi miliknya, meski ia masih berstatus sebagai pemilik klub bisbol Los Angeles Dodgers.
Secara operasional, Chelsea memastikan tidak akan ada perubahan strategi harian di lapangan. Skuad The Blues, yang sejak musim panas menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer utama dan kini bertengger di posisi keenam klasemen sementara Liga Premier Inggris, akan tetap berjalan sesuai rencana.
Rekam Jejak Clearlake Capital dan Akuisisi 2022
Konsorsium yang awalnya dipimpin Boehly ini pertama kali mengambil alih Chelsea pada tahun 2022 lewat kesepakatan senilai £4,25 miliar. Transaksi ini mengakhiri 19 tahun rezim Roman Abramovich, yang asetnya dibekukan oleh pemerintah Inggris menyusul invasi Rusia ke Ukraina.
Dana hasil penjualan tersebut dibekukan di rekening bank Inggris hingga ada jaminan bahwa uang tersebut murni disalurkan untuk bantuan kemanusiaan di Ukraina.
Saat pertama kali masuk, para pemilik baru menegaskan visi mereka yang "committed to investing in key areas that will extend and enhance Chelsea's competitiveness, including the redevelopment of Stamford Bridge, further investment in the academy, the women's team and Kingsmeadow stadium," serta berjanji untuk "continue the important work of the Chelsea Foundation".
Kini, nasib klub sepenuhnya berada di tangan Clearlake Capital Group, LP. Didirikan pada 2006 oleh Steven Chang, Behdad Eghbali, dan José E. Feliciano, firma yang bermarkas di Santa Monica ini mengelola aset lebih dari $90 miliar. Clearlake dikenal tangguh dalam strategi pembelian sekuritas bermasalah (distressed securities), sebuah taktik yang sangat menguntungkan mereka pasca krisis keuangan 2008.
Sejak kepergian Chang pada 2015, Eghbali dan Feliciano terus memperluas gurita bisnis Clearlake. Mereka melepas 20 persen saham minoritas kepada Dyal Capital, Petershill Partners, dan Landmark Partners pada 2018 untuk membangun unit kredit, lalu mengakuisisi WhiteStar Asset Management pada 2020.
Pencapaian masif lainnya dicatat pada Mei 2022 ketika firma ini diakui sebagai pengguna terbesar "Mitra umum-led Pasar sekunder ekuitas swasta".
Agresivitas Clearlake terus berlanjut hingga beberapa waktu terakhir. Pada September 2024, mereka mencaplok bisnis kredit swasta pan-Eropa milik Natixis, MV Credit. Disusul pada Mei 2025 dengan peluncuran Clearlake Credit, yang siap menyuntikkan hingga $1 miliar ke pasar kredit swasta.
Ekspansi terbaru terjadi pada Juni 2026, di mana Clearlake menuntaskan akuisisi Pathway Capital Management senilai hampir $1 miliar dan menutup pendanaan andalan kedelapannya di angka fantastis $14,8 miliar.