DSI Harus Jadi Integrated Data Center dan Pengawas, Kesuksesan Diukur dari Perbaikan Tata Kelola

Liberty Jemadu

Kamis, 17 September 2026 | 21:28 WIB
DSI Harus Jadi  Integrated Data Center dan Pengawas, Kesuksesan Diukur dari Perbaikan Tata Kelola
NEXT Indonesia Center menyarankan PT Danantara Sumberdaya Indonesia menjadi pusat data terintegrasi untuk mengatasi fragmentasi data ekspor komoditas. [Antara]
baca 10 detik
  • NEXT Indonesia Center menyarankan PT Danantara Sumberdaya Indonesia menjadi pusat data terintegrasi untuk mengatasi fragmentasi data ekspor komoditas.
  • Direktur Eksekutif Christiantoko menyatakan di Jakarta pada Kamis, 17 September 2026, bahwa PT DSI harus bertindak sebagai pengawas analitik risiko.
  • Langkah penguatan tata kelola ekspor komoditas SDA strategis tersebut bertujuan untuk mendeteksi anomali transaksi serta mencegah potensi kerugian negara.

Suara.com - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) didorong untuk mengambil peran sebagai integrated data center dan pengawas berbasis analitik risiko dalam memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis.

NEXT Indonesia Center menyampaikan penguatan fungsi pengawasan diperlukan karena persoalan utama dalam tata kelola ekspor komoditas strategis bukan terletak pada minimnya pedagang fisik, melainkan fragmentasi data antarinstansi.

“DSI semestinya hadir sebagai integrated data center dan pengawas berbasis analitik risiko (risk signaling). Dengan memadukan profil transaksi perusahaan, DSI bisa memunculkan red flag secara dini. Misalnya saat ditemukan anomali penetapan HS Code atau deviasi harga untuk kemudian ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum dan kementerian teknis,” terang Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center Christiantoko di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Indonesia telah memiliki sejumlah sistem pengawasan ekspor dan devisa yang tersebar di berbagai lembaga, antara lain INATRADE milik Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, CEISA milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sistem Direktorat Jenderal Pajak, serta SiMoDIS milik Bank Indonesia.

Namun, sinkronisasi data antarsistem tersebut dinilai masih menghadapi tantangan sehingga dapat membuka celah terjadinya misiinvoicing atau ketidaksesuaian pencatatan nilai perdagangan.

Christiantoko juga menyoroti risiko apabila DSI mengambil peran sebagai pembeli tunggal (offtaker) komoditas strategis berpotensi memindahkan risiko pasar, logistik, pergudangan hingga risiko finansial kepada negara.

“Nilai transaksi ekspor ketiga komoditas ini sangat masif, estimasi perputarannya bisa menembus Rp1.000 triliun. APBN tidak akan kuat menanggung kebutuhan modal kerja dan likuiditas sebesar itu. Belum lagi risiko volatilitas harga global dan beban operasional pergudangan,” ucapnya.

Perbaikan tata kelola

Lebih lanjut Christiantoko menyampaikan keberhasilan pembentukan DSI akan diukur dari kemampuannya memperbaiki tata kelola perdagangan sumber daya alam (SDA), bukan dari volume komoditas yang dijual.

baca juga

Ia menegaskan perbaikan tata kelola merupakan ukuran utama keberhasilan DSI, adapun peningkatan penerimaan negara, kinerja ekspor, maupun indikator ekonomi lainnya merupakan dampak lanjutan dari tata kelola yang semakin baik.

"Jadi, keberhasilan DSI diukur dari perbaikan tata kelola, bukan dari volume yang berhasil dia jual dan sebagainya, tapi perbaikan tata kelola. Bonusnya soal angka-angka yang lebih baik bagi APBN, ekspor kita meningkat dan sebagainya itu adalah bonusnya, tapi yang perlu diperbaiki adalah tata kelola," ujar dia.

Menurut dia, DSI perlu diarahkan untuk menyelesaikan persoalan tata kelola ekspor, seperti underinvoicing dan misinvoicing melalui integrasi dan verifikasi data yang mampu memberikan sinyal risiko akurat bagi pengawasan perdagangan SDA.

"Bukan duplikasi data yang ada, tapi dia mampu melakukan verifikasi dengan baik, memberikan sinyal risiko yang baik, sehingga tata kelolanya berjalan dengan baik," kata Christiantoko.

Penguatan tata kelola tersebut dinilai penting mengingat ekspor SDA masih menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi, stabilitas neraca transaksi, dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Adapun pembentukan DSI merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui PP Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Komoditas Sumber Daya Alam Strategis.

Indonesia sendiri memiliki posisi strategis dalam perdagangan sejumlah komoditas, termasuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), batu bara dan paduan besi (ferro alloy).

Ketiga komoditas tersebut berkontribusi sekitar 25,2 persen terhadap total ekspor Indonesia pada 2025, dengan nilai mencapai 71,1 miliar dolar AS.

Pada periode 2021–2025, Indonesia menguasai sekitar 54 persen pangsa pasar global CPO, 29 persen batu bara, dan 89 persen lignit. Sementara itu, ekspor ferro alloy Indonesia pada 2025 menguasai sekitar 45,1 persen dari total ekspor global.

Christiantoko menyampaikan besarnya nilai perdagangan tersebut juga menghadirkan tantangan dalam optimalisasi penerimaan negara dan pengawasan rantai nilai global. Salah satu indikator yang perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut adalah perbedaan pencatatan statistik perdagangan (mirror trade statistics) periode 2015–2024.

Data tersebut menurut dia, mengindikasikan potensi underinvoicing ekspor Indonesia sebesar 391,7 miliar dolar AS, yang didominasi batu bara dan lignit sebesar 26,4 miliar dolar AS. Sementara itu, potensi overinvoicing ekspor tercatat 248,9 miliar dolar AS, dengan CPO mendominasi sebesar 32,3 miliar dolar AS.

Christiantoko menekankan temuan misiinvoicing tersebut perlu dipandang sebagai sinyal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dan bukan sebagai bukti terjadinya pelanggaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DSI Akan Gunakan 8 Use Case Analitik untuk Pantau Underinvoicing dan Transfer Pricing

DSI Akan Gunakan 8 Use Case Analitik untuk Pantau Underinvoicing dan Transfer Pricing

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:44 WIB

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:25 WIB

DSI Sudah Tepat Jadi Pengawas dan Penyelaras Data Ekspor

DSI Sudah Tepat Jadi Pengawas dan Penyelaras Data Ekspor

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:11 WIB

Mengapa Purbaya Ngotot Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN?

Mengapa Purbaya Ngotot Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN?

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 16:19 WIB

Kejagung Tetapkan PT TPL Tersangka Korupsi Rugikan Negara Rp 2 T

Kejagung Tetapkan PT TPL Tersangka Korupsi Rugikan Negara Rp 2 T

Video | Selasa, 08 September 2026 | 19:10 WIB

Terkini

Kadin Mau Garap Industri Sagu hingga Kelapa

Kadin Mau Garap Industri Sagu hingga Kelapa

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:05 WIB

Volkswagen Tunda Pengembangan Mobil Listrik ID.Golf Akibat Tekanan Finansial

Volkswagen Tunda Pengembangan Mobil Listrik ID.Golf Akibat Tekanan Finansial

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:05 WIB

88 Persen Aset Danantara di Simpan Dalam Deposito

88 Persen Aset Danantara di Simpan Dalam Deposito

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:03 WIB

Gugatan Dikabulkan MA, Subhan Palal Ancam Geruduk Istana Minta Gibran Pulang ke Solo!

Gugatan Dikabulkan MA, Subhan Palal Ancam Geruduk Istana Minta Gibran Pulang ke Solo!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:01 WIB

WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari

WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari

Bali | Senin, 02 November 2026 | 18:01 WIB

Rahasia Pilih Air Purifier untuk Penyuka Anabul: Rumah Bebas Bau dan Bulu Melayang!

Rahasia Pilih Air Purifier untuk Penyuka Anabul: Rumah Bebas Bau dan Bulu Melayang!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 18:00 WIB

BPJS Gratis Mendadak Dinonaktifkan, Validkah Data Kemiskinan Kita?

BPJS Gratis Mendadak Dinonaktifkan, Validkah Data Kemiskinan Kita?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:00 WIB

Ahmad Doli Sebut Kekerasan Anak Sudah Darurat: Wake-Up Call buat Kita Semua

Ahmad Doli Sebut Kekerasan Anak Sudah Darurat: Wake-Up Call buat Kita Semua

News | Senin, 02 November 2026 | 17:57 WIB

5 Alasan Tak Terduga Kenapa Tanganmu Gatal Ingin Terus Buka HP

5 Alasan Tak Terduga Kenapa Tanganmu Gatal Ingin Terus Buka HP

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 17:56 WIB

Mobil Listrik Diklaim Ramah Lingkungan, Koalisi Sipil Justru Beri Rapor Merah ke Produsen Otomotif

Mobil Listrik Diklaim Ramah Lingkungan, Koalisi Sipil Justru Beri Rapor Merah ke Produsen Otomotif

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 17:54 WIB

×