KPR Fiktif Disorot OJK, Pengawasan Penyaluran Kredit Jadi Perhatian

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 22 September 2026 | 07:54 WIB
KPR Fiktif Disorot OJK, Pengawasan Penyaluran Kredit Jadi Perhatian
Ilustrasi Properti. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Otoritas Jasa Keuangan mengawasi kerja sama penyaluran kredit BTN dengan pengembang terkait dugaan KPR fiktif di Karawang.
  • Bank BTN berkomitmen meningkatkan pengendalian internal, manajemen risiko, dan tata kelola guna menyelesaikan permasalahan operasional tersebut.
  • OJK telah melakukan tindakan pembinaan kepada BTN untuk mendorong perbaikan kualitas prosedur pemberian kredit secara menyeluruh.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti pengelolaan kerja sama penyaluran kredit antara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dengan sejumlah pengembang. Hal ini berkaitan dengan dugaan kasus KPR fiktif yang saat ini ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, persoalan dalam pengelolaan kerja sama penyaluran kredit antara BTN dan beberapa pengembang telah menjadi perhatian OJK dalam sejumlah proses pemeriksaan dan pengawasan.

"Permasalahan dalam pengelolaan kerja sama penyaluran kredit antara Bank BTN dengan beberapa developer tersebut telah menjadi concern dalam beberapa kali proses pemeriksaan dan pengawasan OJK," kata Dian dalam jawaban tertulis yang diterima, Selasa (22/9/2026).

Menurut Dian, BTN juga telah menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengendalian internal, manajemen risiko, dan tata kelola dalam seluruh kegiatan operasional, termasuk dalam proses penyaluran kredit.

"Bank juga telah menyampaikan komitmennya untuk senantiasa meningkatkan kualitas pengendalian internal, manajemen risiko serta tata kelola yang dijalankan dalam seluruh kegiatan operasionalnya, termasuk dalam penyaluran kredit," ujarnya.

Dian menambahkan, BTN akan terus melakukan langkah penyelesaian terhadap berbagai permasalahan yang muncul, baik melalui penyelesaian administratif maupun upaya hukum yang diperlukan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, memberikan sinyal positif terkait rencana Menteri Keuangan Purbaya untuk memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun di bank-bank milik negara (Himbara). Foto Rina-Suara.com
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae. [Suara.com/Rina]

"Selain itu, Bank juga akan terus meningkatkan langkah penyelesaian atas permasalahan yang muncul, baik melalui langkah penyelesaian administratif maupun upaya hukum yang mungkin diperlukan," kata Dian.

Secara umum, OJK telah mengatur penerapan prinsip manajemen risiko dan tata kelola yang baik bagi industri perbankan. OJK juga dapat melakukan tindakan pengawasan atau supervisory action apabila diperlukan.

Di sisi lain, bank wajib menerapkan tata kelola dan manajemen risiko yang memadai dalam menjalankan kegiatan bisnis untuk menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan.

baca juga

"Pada prinsipnya, setiap penyaluran kredit oleh perbankan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko serta tata kelola yang baik, termasuk melalui proses analisis kelayakan kredit oleh masing-masing Bank, proses monitoring kredit yang disertai dengan manajemen Risiko yang memadai," ujar Dian.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan, OJK juga telah melakukan serangkaian tindakan pembinaan terhadap BTN. Langkah tersebut ditujukan untuk mendorong manajemen bank segera melakukan perbaikan terhadap kualitas manajemen risiko.

Pembinaan tersebut, antara lain, mencakup penyempurnaan prosedur pemberian kredit, peningkatan pengendalian internal, pengembangan infrastruktur aplikasi atau sistem pendukung, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola secara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Kebut Persiapan BMKS, Targetkan Beroperasi 1 Januari 2027

OJK Kebut Persiapan BMKS, Targetkan Beroperasi 1 Januari 2027

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 15:54 WIB

Sarjito Resmi Dilantik Jadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS 2026-2031

Sarjito Resmi Dilantik Jadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS 2026-2031

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 15:21 WIB

659.419 Rekening Terkait Penipuan Diblokir, Dana Korban Rp771,2 Miliar Diamankan

659.419 Rekening Terkait Penipuan Diblokir, Dana Korban Rp771,2 Miliar Diamankan

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 07:30 WIB

OJK Terima 30 Ribu Aduan Sektor Keuangan, Pinjol Ilegal Mendominasi

OJK Terima 30 Ribu Aduan Sektor Keuangan, Pinjol Ilegal Mendominasi

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 09:00 WIB

OJK Sanksi 113 Pihak, Denda Pasar Modal Capai Rp104,63 Miliar

OJK Sanksi 113 Pihak, Denda Pasar Modal Capai Rp104,63 Miliar

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 07:24 WIB

Risko Kredit Macet Pinjol Indonesia Semakin Tinggi saat Pembiayaan Melonjak

Risko Kredit Macet Pinjol Indonesia Semakin Tinggi saat Pembiayaan Melonjak

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 19:59 WIB

Terkini

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:44 WIB

Saat Perempuan dan Difabel Dapat Ruang untuk Berkarya dan Mengembangkan Usaha

Saat Perempuan dan Difabel Dapat Ruang untuk Berkarya dan Mengembangkan Usaha

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:43 WIB

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:40 WIB

Tagih Janji di Kemensetneg, Mahasiswa Trisakti Kecewa Gagal Bertemu Pras: Hanya Omong Kosong Belaka!

Tagih Janji di Kemensetneg, Mahasiswa Trisakti Kecewa Gagal Bertemu Pras: Hanya Omong Kosong Belaka!

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:39 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Pendapatan Driver Tak Kunjung Naik

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Pendapatan Driver Tak Kunjung Naik

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:38 WIB

6 Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU Online untuk Freelancer dan Driver Ojol

6 Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU Online untuk Freelancer dan Driver Ojol

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:36 WIB

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:33 WIB

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:29 WIB

×