Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki
Presiden Prabowo Subianto didampingi Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam, saat melakukan kunjungan kerja perdana dengan meninjau projek cetak sawah satu juta hektare yang saat ini digarap Haji Isam. (Foto Ist).
baca 10 detik
  • Ekonom UGM Yudistira menilai akuisisi saham Bayan Resources oleh Jhonlin Group pada Senin (26/10/2026) bukan nasionalisme melainkan perpindahan antaroligarki.
  • Persetujuan RKAB yang mendadak cair setelah akuisisi memicu dugaan kejanggalan regulasi dan potensi insider trading yang memengaruhi harga saham.
  • Keterlibatan fasilitas kredit Bank Mandiri dan dampak kasus ini dikhawatirkan berisiko menurunkan citra pasar modal di mata investor global.

Suara.com - Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Yudistira Hendra Permana, menyoroti narasi pengambilalihan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang digadang-gadang sebagai bentuk kembalinya kedaulatan tambang ke tangan Merah Putih.

Transaksi bisnis yang melibatkan Jhonlin Group milik keluarga pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam, dinilai bukan bentuk nasionalisme melainkan sekadar rotasi kekuasaan ekonomi.

Ia menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak ada hubungannya dengan pengembalian aset ke tangan rakyat.

"Ini hanya dari satu oligarki ke oligarki yang lain. Ini hanya perpindahan akuisisi ya, akuisisi perusahaan yang itu kemudian difasilitasi oleh pemerintah dari satu oligarki ke oligarki yang lain," kata Yudistira kepada Suara.com, Senin (26/10/2026).

Menurutnya klaim kedaulatan tambang hanyalah narasi yang sengaja digaungkan untuk memanfaatkan kepolosan publik. Masyarakat disebut kerap kali mudah digiring oleh isu anti-asing dan sentimen primordial.

"Apakah ini mempresentasikan kembali ke tangan rakyat, kembali ke tangan ini? Enggak juga, rakyat siapa? Rakyat siapa maksudnya di sini?" ujarnya.

Di balik narasi nasionalisme tersebut, sorotan utama justru tertuju pada pola dan proses regulasi yang mengiringi transaksi akuisisi saham sebesar 30 persen oleh Jhonlin.

Sebelum akuisisi terjadi, pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) anak usaha Bayan Resources sempat tertahan akibat kebijakan pengetatan dan kurasi oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Uniknya, hambatan regulasi tersebut mendadak cair tidak lama setelah kepemilikan saham berpindah tangan ke pihak Jhonlin.

baca juga

"Nah, itu kan hal yang aneh tuh. Masa terus kemudian pindah terus langsung disetujui, itu kan hal yang cukup aneh," tandasnya.

Dinamika persetujuan RKAB ini disinyalir berdampak langsung pada fluktuasi harga saham Bayan di bursa.

Penahanan RKAB membuat harga saham sempat tertekan dan turun, membuka peluang aksi beli di harga murah. Setelah akuisisi rampung dan RKAB disetujui, harga saham kembali melonjak.

Keterlibatan bank BUMN seperti Bank Mandiri dalam memberikan fasilitas kredit untuk akuisisi turut memicu pertanyaan besar.

Publik dinilai perlu mengetahui secara pasti perjanjian serta syarat kredit yang diberikan guna memastikan transparansi pengelolaan dana BUMN.

Ia turut menepis anggapan bahwa masuknya pengusaha lokal akan membawa dampak positif bagi redistribusi kesejahteraan masyarakat daerah maupun perbaikan lingkungan di area tambang Kalimantan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantan Pejabat BUMN Bandingkan Saham Bayan yang Dihibahkan ke Asing dan Dibeli Haji Isam

Mantan Pejabat BUMN Bandingkan Saham Bayan yang Dihibahkan ke Asing dan Dibeli Haji Isam

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Pembekuan Izin 6 Perusahaan Hutan Imbas Karhutla, Ada Keterkaitan Bisnis Haji Isam

Pembekuan Izin 6 Perusahaan Hutan Imbas Karhutla, Ada Keterkaitan Bisnis Haji Isam

Video | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Haji Isam dan Kedekatannya dengan Para Petinggi Bank Mandiri

Haji Isam dan Kedekatannya dengan Para Petinggi Bank Mandiri

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Harga Pembelian Saham Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Ini Penjelasan BYAN

Harga Pembelian Saham Haji Isam di Bawah Harga Pasar, Ini Penjelasan BYAN

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Izin 6 Perusahaan Hutan Dibekukan Imbas Karhutla, Ada Jejak Haji Isam hingga Bisnis Sawit Singapura

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Haji Isam Borong BYAN, INDEF: Masalah Bursa Sudah Ada Sejak Lama

Haji Isam Borong BYAN, INDEF: Masalah Bursa Sudah Ada Sejak Lama

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Terkini

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kuota BBM Pertalite Mau Ditambah, APBN Bisa Jebol?

Kuota BBM Pertalite Mau Ditambah, APBN Bisa Jebol?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?

Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Mobil Listrik BMW Disita, Suami Fadia Arafiq akan Dipanggil KPK Lagi

Mobil Listrik BMW Disita, Suami Fadia Arafiq akan Dipanggil KPK Lagi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Dua Kali Mangkir, KPK akan Panggil Lagi Nusron Wahid Secepatnya

Dua Kali Mangkir, KPK akan Panggil Lagi Nusron Wahid Secepatnya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Penjualan OMODA 5 di Malaysia Dibekukan Dampak Kasus As Roda Lepas

Penjualan OMODA 5 di Malaysia Dibekukan Dampak Kasus As Roda Lepas

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik

Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Novel Baswedan Khawatir Penghapusan Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bikin Korupsi Besar Tak Terungkap

Novel Baswedan Khawatir Penghapusan Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bikin Korupsi Besar Tak Terungkap

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:08 WIB

×