- IHSG sebelumnya menguat 0,31 persen dengan aksi beli bersih asing senilai sekitar Rp258 miliar.
- The Fed mempertahankan suku bunga acuan dan Wall Street ditutup menguat merespons keputusan tersebut.
- Bursa saham Asia mayoritas mencatatkan penguatan yang didorong oleh reli sektor teknologi dan kecerdasan buatan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan sebelumnya dengan penguatan sebesar 0,31 persen, disertai aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing senilai kurang lebih Rp258 miliar.
Lima saham yang paling banyak dibukukan dalam portofolio akumulasi asing meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Secara teknikal, pergerakan indeks masih dibayangi potensi koreksi lanjutan selama belum mampu menembus level resistance utama di 5.350. Rentang support indeks diperkirakan berada di area 5.080–5.180, sementara resistance terdekat pada kisaran 5.300–5.330.
Proyeksi Teknis dan Analisis Sekuritas
Sejumlah lembaga sekuritas memaparkan analisis teknikal untuk arah pergerakan IHSG:
MNC Sekuritas
Analis Teknikal Herditya Wicaksana menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas batas penahan support 4.907. Koreksi minor berpotensi menguji kisaran 5.116–5.180 sebelum bergerak menuju area resistance 5.456–5.564. Proyeksi rentang harian berada pada support 5.185 dan 4.915, serta resistance 5.460 dan 5.563.
Binaartha Sekuritas
Analis Ivan Rosanova memproyeksikan peluang rebound jangka pendek setelah indeks ditutup di atas level Fibonacci retracement 50 persen dengan bentukan pola candle hammer. Target pengujian koreksi ideal berada di level 5.116, kecuali jika indeks menguat signifikan menembus 5.418. Rentang support harian ditetapkan pada 5.116, 4.972, dan 4.767, sedangkan resistance pada 5.418, 5.561, 5.716, serta 5.936.
BRI Danareksa Sekuritas
Pergerakan IHSG tertahan oleh tren bearish karena posisinya masih berada di bawah indikator MA20 (5.731) dan MA200 (6.899). Meski histogram MACD masih berada di area negatif, penyempitan grafik mengindikasikan tekanan jual mulai mereda. Penguatan teknis diperkirakan terbatas selama support 5.182–5.118 mampu terjaga.
Rekomendasi Saham Pilihan
Para analis sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pelaku pasar pada perdagangan hari ini:
BNI Sekuritas: BRMS, MDKA, GOTO, MBMA, AMRT, dan TOBA.
MNC Sekuritas: BRPT, EMAS, JPFA, dan TINS.
Binaartha Sekuritas: AADI, ADMR, BBNI, CPIN, dan ICBP.
Sentimen Makroekonomi dan Pasar Global
Dari faktor eksternal, keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan (Fed Funds Rate) di kisaran 3,75%–4,00% sesuai ekspektasi pasar memberikan sentimen penopang bagi ekuitas global.
Kendati demikian, inflasi AS yang masih tinggi serta adanya pandangan ketat (hawkish) dari sejumlah pejabat The Fed mengindikasikan risiko pengetatan moneter belum sepenuhnya usai. Investor kini mencermati publikasi data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) dan estimasi awal PDB kuartal ketiga AS.
Bursa Wall Street merespons positif keputusan tersebut dengan penutupan menguat: Dow Jones naik 0,19 persen, S&P 500 bertambah 0,28 persen, dan Nasdaq Composite terkerek 0,27 persen.
Saham sektor teknologi mencatatkan dinamika beragam, di mana Vertiv melesat 16,5 persen dan Micron Technology naik 5,9 persen, sementara Alphabet terkoreksi lebih dari 7 persen pasca-rilis laporan keuangan.
Di kawasan Asia, bursa saham mayoritas mencatatkan rebound didorong oleh reli sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak lebih dari 6 persen menyusul lonjakan laba operasional raksasa semikonduktor SK Hynix.
Indeks Taiex Taiwan melesat 2,04 persen, Nikkei Jepang menguat 1,08 persen, CSI 300 China naik 0,85 persen, dan Hang Seng Hong Kong terangkat 0,23 persen.
Dari dalam negeri, perhatian investor tetap tertuju pada pengumuman laporan keuangan emiten periode kuartal III-2026 sebagai petunjuk arah kinerja fundamental di tengah fase pemulihan pasar.
DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai dinamika pasar modal, indikator teknikal, dan perkembangan ekonomi global. Seluruh data angka, proyeksi teknikal, serta rekomendasi saham disadur secara presisi dari hasil riset BNI Sekuritas, MNC Sekuritas, Binaartha Sekuritas, dan BRI Danareksa Sekuritas. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk melakukan transaksi investasi saham.