Depresiasi Rupiah Tembus 3,4% per Tahun, Investor Diminta Diversifikasi Aset ke Dolar AS

Dicky Prastya

Rabu, 04 November 2026 | 14:55 WIB
Depresiasi Rupiah Tembus 3,4% per Tahun, Investor Diminta Diversifikasi Aset ke Dolar AS
Ilustrasi rupiah. Foto: Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menghitung uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah melemah 3,4 persen per tahun akibat tekanan global dan domestik, menggerus daya beli masyarakat.
  • Langkah lindung nilai (hedging) melalui diversifikasi aset ke instrumen berbasis dolar AS dianggap makin krusial bagi kelas menengah ke atas.
  • Prudential Indonesia meluncurkan PRUProsper untuk melindungi kekayaan kelas atas melalui diversifikasi dolar AS.

Suara.com - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan pelemahan, dengan rata-rata penurunan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) mencapai 3,4 persen per tahun dalam satu dekade terakhir.

Di tengah bayang-bayang volatilitas pasar keuangan global dan domestik, langkah lindung nilai (hedging) melalui diversifikasi aset ke instrumen berbasis dolar AS dianggap makin krusial bagi kelas menengah ke atas.

Head of Investment PT Eastspring Investments Indonesia, Liew Kong Qian menjelaskan bahwa ketidakpastian makroekonomi saat ini dipicu oleh berbagai faktor.

Sederet faktor itu meliputi lonjakan harga minyak di atas 100 Dolar AS per barel akibat konflik di Timur Tengah, hingga pergerakan agresif The Fed selaku bank sentral Amerika Serikat.

"Kenaikan suku bunga imbal hasil US Treasuries dari 4 persen menjadi di atas 5 persen dalam setahun merupakan perubahan yang cukup drastis di pasar modal global," ungkapnya dalam konferensi pers, Rabu (4/11/2026).

Sedangkan di pasar domestik, tren serupa terjadi dengan naiknya imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 10 tahun dari 7 persen menjadi 7,7 persen, diwarnai dengan perubahan kepemimpinan pada institusi keuangan negara.

Jika tren depresiasi rupiah ini berlanjut, yang bahkan bisa mendekati 5 persen dalam jangka pendek, daya beli aset dalam rupiah dipastikan akan terus tergerus.

"Sebagai contoh, yield obligasi 7,7 persen dikurangi pelemahan nilai tukar 3,4 persen, maka keuntungan riilnya hanya sekitar 4 persen. Jika ada investasi berbasis dolar AS yang potensinya di atas 4 persen, hal ini tentu sangat menarik untuk dipertimbangkan," tambah Kong Qian.

Merespons tantangan inflasi dan volatilitas tersebut, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan produk PRUProsper, sebuah solusi asuransi jiwa dwiguna berbasis dolar AS yang dirancang khusus untuk segmen atau menengah ke atas. Produk ini tidak hanya menawarkan proteksi, tetapi juga menjadi instrumen diversifikasi yang kuat untuk menjaga nilai kekayaan.

Head of Agency and Health Product Management Prudential Indonesia, Riswan Harapan mengungkapkan bahwa PRUProsper hadir untuk menjawab kebutuhan nasabah kelas atas yang memiliki gaya hidup mengglobal seperti memiliki bisnis lintas negara, hobi traveling, atau merencanakan pendidikan anak di luar negeri. Lebih lagi, biaya-biaya global ini sangat sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar.

baca juga
Prudential Indonesia meluncurkan produk PRUProsper, sebuah solusi asuransi jiwa dwiguna berbasis dolar AS yang dirancang khusus untuk segmen menengah ke atas.
Prudential Indonesia meluncurkan produk PRUProsper, sebuah solusi asuransi jiwa dwiguna berbasis dolar AS yang dirancang khusus untuk segmen menengah ke atas.

"Jika depresiasi 3,4 persen per tahun diakumulasi selama 10 tahun, nilainya bisa berkurang lebih dari 30 persen. Biaya sekolah anak yang awalnya diperkirakan USD 1 juta, bisa membengkak 30 persen lebih akibat pelemahan kurs," papar Riswan.

PRUProsper menawarkan skema pembayaran premi singkat selama lima tahun untuk masa pertanggungan 15 tahun tanpa memerlukan pemeriksaan medis.

Sebagai bentuk diversifikasi, nasabah akan menerima manfaat tunai tahunan sebesar 7 persen dari premi yang cair mulai akhir tahun ketiga hingga tahun ke-15. Pada penghujung tahun ke-15, produk ini memberikan jaminan manfaat akhir pertanggungan sebesar 565 persen dari premi tahunan.

Selain mengamankan nilai kekayaan dalam dolar AS, PRUProsper juga berfungsi sebagai asuransi jiwa dengan uang pertanggungan meninggal dunia sebesar 105 persen dari total premi jika terjadi risiko selama masa perlindungan.

Dengan premi minimal USD 2.500 per tahun, produk ini membuka akses diversifikasi valas yang terjangkau. Selama masa promosi peluncuran hingga 15 November 2026, Prudential Indonesia juga menawarkan program cashback sebesar 5 persen bagi nasabah baru.

"Bayar preminya dalam dolar, manfaatnya pun dibayarkan dalam dolar AS. Dengan nilai pengembalian yang dijamin, produk ini menjadi alternatif investasi untuk menjaga kekayaan agar tetap relevan di masa depan," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Penyadapan Sukses Buat Rupiah Makin tak Berkutik

Isu Penyadapan Sukses Buat Rupiah Makin tak Berkutik

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 15:51 WIB

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:06 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Rupiah Menguat ke Level Rp18.115/USD Rabu Pagi, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:42 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Dekan FEB Unair: Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,3 Persen, Investasi dan Manufaktur Menguat

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:30 WIB

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

Terkini

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

×