Suara.com - Anggota Fraksi PKS DPRD DKI, Ismail menyebut penilaian kelayakan Jakarta International Stadium (JIS) untuk Piala Dunia U-17 tak bisa dilakukan sepihak oleh pemerintah saja. FIFA selaku induk organisasi sepak bola dunia disebutnya harus turun tangan melakukan pengecekan.
Menurut Ismail, kelayakan JIS untuk bisa menggelar Piala Dunia masih menjadi perdebatan. Karena itu, jika FIFA turun tangan langsung, maka penilaian akan dianggap lebih objektif.
"Itu satu hal berdebat, makanya ketika digabungkan tidak seusai standar FIFA pastikan mengundang FIFA untuk memberikan penilaian, sehingga ketika FIFA yang nanti memberikan penilaian itu lebih objektif," ujar Ismail kepada wartawan, Jumat (7/7/2023).
Apalagi, kata Ismail, pembuatan JIS sudah mengacu pada stadion kelas internasional di Inggris. Bahkan, arsiteknya adalah perancang Tottenham Hotspurs Stadium di London.
"Karena sebagaimana kita ketahui ketika itu di desain, dan dalam proses pembangunan nya juga sudah berkonsultasi dengan pihak FIFA. Jadi ini sesuatu yang benar-benar harus diluruskan," ucapnya.
Ketua Komisi B DPRD DKI ini meminta segala pihak juga menonjolkan keunggulan JIS. Segala perbaikan yang dilakukan nantinya juga disebutnya sebagai penyempurnaan.
"Seharusnya yang berikutnya ini lebih mudah, kalau ada yang dibilang kurang sempurna ya definitifkan kekurangan sempurna nya itu pada aspek apa, pada sektor apa, maka sempurnakanlah itu," pungkasnya.
![Jakarta International Stadium (JIS). [Instagram/jakinstadium]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/06/24/31198-jakarta-international-stadium-jis.jpg)
Hasil Inspeksi JIS
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, membeberkan apa saja yang menjadi bahan evaluasi Jakarta International Stadium (JIS) agar bisa menjadi venue Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia bulan November mendatang. Diharapkan stadion warisan eks Gubernur Anies Baswedan ini bisa dibenahi tepat waktu.
Hal ini disampaikan Basuki setelah Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, bersama Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Jasamarga, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan inspeksi ke JIS, Selasa (4/7/2023).
Bahan evaluasi pertama, kata Basuki adalah kondisi rumput JIS yang sudah tidak layak untuk standar FIFA.
"Kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya, yang juga mengevaluasi 22 stadion termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games, jelas tidak masuk dalma standar FIFA kalau dengan kondisi sekarang," ujar Basuki di JIS usai inspeksi.
Lebih lanjut, Basuki menyebut pihaknya akan melakukan penggantian keseluruhan rumput yang sudah terpasang saat ini.

"Jadi itu salah satu rumput yang sekarang tidak dapat memenuhi kriteria FIFA sesuai dengan pengalaman beliau. Itu akan diganti dengan rumput yang lain untuk bisa dipakai U-17," ucapnya.
Selanjutnya, Basuki juga menyebut akses penonton di JIS masih kurang memadai karena hanya terbuka di ramp bagian timur. Sementara, dengan kapasitas 82 ribu penonton ia mensinyalir minimal harus ada lima jalur.