Dunga, Pelatih yang Anti-iPad dan Sandal Jepit

Ruben Setiawan

Jum'at, 31 Oktober 2014 | 09:00 WIB
Dunga, Pelatih yang Anti-iPad dan Sandal Jepit
Pelatih Brasil Dunga (kanan) dan Neymar (kiri) dalam sebuah laga persahabatan tim Samba, (13/10). (Reuters/Xavier Galiana)

Hari ini, 51 tahun yang lalu, Carlos Caetano Bledorn Verri lahir di Ijui, Brasil. Namanya memang terdengar asing. Namun Anda pecinta bola, pasti mengenal dirinya dengan baik. Ya, dialah Dunga, pelatih tim nasional Brasil yang juga mantan anggota skuat peraih trofi Piala Dunia tahun 1994.

Adalah sang paman, orang pertama yang memberikan julukan itu kepada Carlos. Dunga merupakan bahasa Portugis untuk Dopey, salah satu kurcaci dalam dongeng Putri Salju. Posturnya pendeknya-lah yang membuat sang paman memberikan julukan itu. Namun, toh nama Dunga terus ia pakai sampai saat ini, meski dirinya sudah tak pendek lagi.

Gelandang blasteran Italia dan Jerman itu pertama kali menyedot perhatian dunia sepak bola ketika membawa Tim Samba mengangkat trofi Piala Dunia 1994, setelah puasa gelar kompetisi bergengsi tersebut selama 24 tahun. Ketika itu, ban kapten melingkar di lengannya. Empat tahun berselang, Dunga kembali dipercaya sebagai kapten di Piala Dunia 1998 Prancis. Sayang, Selecao harus mengakui keunggulan tuan rumah di final. Sepanjang karier internasionalnya, Dunga memainkan 91 laga bersama Brasil dan mencetak enam gol.

Gantung sepatu pada tahun 2000, Dunga langsung dapat tawaran melatih timnas. Namun, permintaan itu ditolaknya dengan alasan tidak suka dengan gaya pengelolaan Konfederasi Sepak Bola Brasil. Baru enam tahun kemudian, Dunga didaulat menjadi arsitek Brasil menggantkan Carlos Alberto Parreira. Dalam melatih, Dunga terkenal gemar mencari pemain dari klub-klub yang jarang terdengar namanya. Pemain-pemain dari klub lokal Brasil juga jadi favoritnya.

Meski tanpa pengalaman menangani tim besar, Dunga mampu menunjukkan bahwa ia tidak main-main mengambil pekerjaannya sebagai pelatih. Ia mampu memimpin skuatnya memenangi Copa America 2007 dengan mengalahkan rival abadi Argentina 3-0.

Sayang, keberhasilan itu tak terulang di Piala Dunia 2010. Tim asuhannya terhenti di perempat final setelah dikandaskan Belanda 2-1. Personel skuat Dunga dikritisi banyak pihak, termasuk legenda Brasil, Sang Mutiara Hitam Pele. Dunga pun mundur dan menjajal peruntungan dengan melatih Internacional pada tahun 2013, klub terakhir yang ia bela lewat posisinya sebagai gelandang.

Brasil kembali memanggil Dunga menggantikan Luiz Felipe Scolari yang mundur usai gagal mempersembahkan kemenangan di Piala Dunia 2014 yang digelar di tanah sendiri. Kembali mengarsiteki timnas, Dunga langsung berbenah. Tambal sulam strategi dan pemain, termasuk penegakkan disiplin di kalangan pemain berbuah manis. Empat laga perdana di bawah asuhan Dunga, yakni laga persahabatan kontra Ekuador, Kolombia, Argentina, dan Jepang selalu dimenangkan Selecao.

Kedisiplinan, itu yang coba ditawarkan Dunga bagi Neymar dan kolega. Baru-baru ini, Dunga memodifikasi peraturan standar bagi pemain yang sebelumnya cenderung terlalu dimanjakan. Dunga melarang pemain memakai topi, anting, dan sandal jepit ketika sedang melakukan laga internasional. Para pemain tak pula diperbolehkan mempergunakan telepon genggam dan iPad ketika sedang makan atau di dalam ruang ganti. Dunga juga mengharamkan pemain berdiskusi soal politik dan agama di tengah-tengah laga internasional. Seperti apa jadinya Brasil di tangan Dunga?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Profil Persikad Depok: Klub Liga 2 Championship, Nagina Slavina Dikabarkan Jadi Presidennya

Profil Persikad Depok: Klub Liga 2 Championship, Nagina Slavina Dikabarkan Jadi Presidennya

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:25 WIB

Erick Thohir Bocorkan Road Map Timnas Indonesia hingga 2031, Piala Dunia Target Utama

Erick Thohir Bocorkan Road Map Timnas Indonesia hingga 2031, Piala Dunia Target Utama

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:21 WIB

Kenapa Bendera Arab Saudi Tak Boleh Sentuh Tanah di Piala Dunia 2026?

Kenapa Bendera Arab Saudi Tak Boleh Sentuh Tanah di Piala Dunia 2026?

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nagita Slavina Dilaporkan Jadi Presiden Persikad Depok

Nagita Slavina Dilaporkan Jadi Presiden Persikad Depok

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:11 WIB

Prediksi Skor Prancis vs Senegal: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Prancis vs Senegal: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:00 WIB

Ricuh di Times Square! Suporter Argentina vs Aljazair Baku Pukul Jelang Laga Piala Dunia 2026

Ricuh di Times Square! Suporter Argentina vs Aljazair Baku Pukul Jelang Laga Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:57 WIB

FIFA Bisa Apa? Dua Pemain Iran DItahan di Bandara, Diusir Usai Lawan Selandia Baru

FIFA Bisa Apa? Dua Pemain Iran DItahan di Bandara, Diusir Usai Lawan Selandia Baru

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:34 WIB

Invasi Pemain Keturunan: 23% Pemain di Piala Dunia 2026 Bukan Lahir di Negaranya

Invasi Pemain Keturunan: 23% Pemain di Piala Dunia 2026 Bukan Lahir di Negaranya

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:23 WIB

Lagu Kebangsaan Dicemooh, Pemain Iran Ramin Rezaeian Meledak

Lagu Kebangsaan Dicemooh, Pemain Iran Ramin Rezaeian Meledak

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:12 WIB

Dipaksa Angkat Kaki dari AS, Pelatih Iran: Kami Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

Dipaksa Angkat Kaki dari AS, Pelatih Iran: Kami Tim Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:58 WIB