Ricky Yacob, Striker Indonesia Pertama yang Merumput di Jepang

Ruben Setiawan

Kamis, 12 Maret 2015 | 07:00 WIB
Ricky Yacob, Striker Indonesia Pertama yang Merumput di Jepang
Ricky Yacob. (Bertho Mulwien Noer)

Suara.com - Hari ini, 52 tahun yang lalu, Ricky Yacob lahir di Medan, Sumatera Utara. Ricky Yacob adalah pesepakbola Indonesia pertama yang merumput di Jepang.

Sebelum punya striker hebat macam Boaz Solossa, Bambang Pamungkas, dan Kurniawan Dwi Yulianto, tim nasional Indonesia pernah punya juru gedor handal. Ricky Yacob namanya.

Ricky adalah striker legendaris Indonesia yang berkibar namanya di pertengahan tahun 1980-an. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Rec Sport Soccer Statistics Foundation (RSSSF), Ricky memperkuat timnas sejak akhir tahun 1985 hingga tahun 1991. Selama berseragam merah putih, Ricky turut mempersembahkan medali emas pada ajang SEA Games tahun 1987.

Ricky Yacob dikenal sebagai penyerang yang punya kecepatan dan intuisi tajam di lapangan hijau. Oportunis, Ricky terdepan dalam hal memanfaatkan peluang emas untuk dikonversi menjadi gol.

Penampilannya di lapangan juga cukup mencolok. Gayanya mengolah si kulit bundar, dipadu dengan rambut gondrong dan wajah rupawan, membuatnya kerap disamakan dengan Paul Breitner, veteran gelandang Jerman yang mempersembahkan trofi Piala Dunia tahun 1974.

Di kompetisi lokal, Ricky menghabiskan sebagian besar kariernya untuk memperkuat klub Arseto Solo. Sebelumnya, ia juga pernah jadi punggawa PSMS Medan. Namun, dirinya belum pernah mencicipi satupun gelar juara Galatama maupun Liga Indonesia bersama dua klubnya tersebut.

Publik sepak bola tanah air belum melupakan kiprah seorang Ricky Jacob di ajang Asian Games 1986 Korea Selatan. Di kompetisi olah raga se-Asia itu, striker bertinggi badan 177 sentimeter itu membuat Asia terpukau oleh tendangan voli jarak jauhnya yang bersarang di gawang Uni Emirat Arab.

Selepas Asian Games, popularitas Ricky meroket. Tahun 1988, Ricky jadi pemain sepak bola Indonesia pertama yang merumput di Jepang bersama klub Matsushita. Kala itu, prestasi Ricky jadi sebuah kebanggaan, baik bagi dirinya, maupun bagi masyarakat Indonesia. Ricky Yacobi, demikian nama yang ia dapat kala memperkuat klub Jepang yang kini sudah berganti nama menjadi Gamba Osaka.

Sayang, udara Jepang yang dingin tak mendukung prestasinya. Tak mampu beradaptasi, Ricky pun tercatat hanya melakoni empat laga dan cuma mencetak satu gol.

Setelah gantung sepatu, Ricky menekuni profesi kepelatihan. Ia membuka Sekolah Sepak Bola (SSB) Ricky Yacobi yang berlokasi di lapangan F, Senayan, Jakarta Pusat. Lewat sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Kelompok Pecinta Olahraga Sepak Bola Senayan (KPOSS) itu, Ricky mengumpulkan dan melatih talenta-talenta berbakat berusia 7-12 tahun dari kalangan masyarakat kurang mampu.

Sumber foto: F1fans

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×