Arema Antisipasi Kebobolan di Menit Terakhir

Reky Kalumata

Jum'at, 18 September 2015 | 18:20 WIB
Arema Antisipasi Kebobolan di Menit Terakhir
Pemain Arema Cronus Hasim Kipuw (kiri) berebut bola dengan pemain PSGC-Ciamis Osas Saha (kanan) dalam Turnamen Piala Presiden Grup B di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (9/9). [Antara]

Suara.com - Pelatih Arema Joko Susilo menginstruksikan agar anak asuhnya mengantisipasi adanya kemungkinan kebobolan pada menit-menit akhir menjelang berakhirnya pertandingan ketika menghadapi Bali United pada babak perempat final Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Sabtu (19/9/2015).

Proses terjadi gol lawan pada menit-menit akhir menjelang berakhirnya pertandingan menjadi salah satu catatan penting ketika menghadapi Bali United.

"Selain merancang teknik dan strategi, kami tekankan agar anak-anak mewaspadai pergerakan pemain lawan pada detik-detik akhir pertandingan agar tidak sampai kebobolan," kata Joko Susilo yang akrab dipanggil Gethuk itu di Malang, Jatim, Jumat (18/9/2015).

Menurut Gethuk, pada saat awal dan akhir pertandingan, baik pada babak pertama maupun kedua menjadi menit-menit rawan. Kondisi ini juga yang selalu dievaluasi. "Saya sampaikan pada pemain bagaimana caranya mengantisipasi gol di menit-menit rawan tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi menit-menit rawan tersebut, diperlukan konsentrasi penuh, sehingga tidak sampai kebobolan di menit-menit akhir, bahkan pada menit-menit akhir itu anak asuhnya diharapkan mampu memanfaatkan kelengahan konsentrasi lawan untuk mencetak gol.

"Besok (Sabtu, 19/9) mainnya seperti apa, memasukkan dan antisipasi kemasukan bola bagaimana, sudah saya berikan materinya ke anak-anak. Latihan sudah cukup baik, tidak perlu lagi ada uji lapangan di Kanjuruhan. Hari ini (Jumat, 18/9) hanya latihan pemantaban saja di Stadion Gajayana," ucapnya.

Menyimggung kerangka tim untuk menghadapi Bali United, Gethuk mengaku sudah menemukannya. "Kerangka tim sudah saya temukan, saya sudah punya bayangan siapa saja yang bakal diturun untuk meladeni Balai United besok," katanya.

Namun demikian, menurut Gethuk, dirinya belum mengumumkan nama-nama pemain yang bakal diturunkan, sebab ia ingin anak asuhnya tetap bersaing untuk menunjukkan yang terbaik dalam latihan terakhir Jumat pagi ini. Jangan sampai pemain merasa nama-nama ini yang main dan yang lainnya tidak, lalu mereka tidak semangat latihan.

"Kami sudah siapkan plan A dan plan B, namun saya akan tetap melihat perkembangan pada latihan terakhir atau 'H-1' sebelum pertandingan. Beban latihan terakhir (hari ini) tidak terlalu berat karena saya takut pada saat bertanding justru tidak nyaman dan kelelahan," tambah Gethuk.

Arema lolos ke babak perempat final setelah bermain imbang 1-1 ketika menghadapi PSGC Ciamis pada laga terakhir babak penyisihan grup B di Stadion kanjuruhan Kepanjen. Selain Arema, Sriwijaya FC juga lolos, bahkan mengenggam gelar juara grup. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perbedaan Arema FC dan Arema Indonesia, Salah Satunya Berencana Membubarkan Diri

Perbedaan Arema FC dan Arema Indonesia, Salah Satunya Berencana Membubarkan Diri

Bola | Senin, 30 Januari 2023 | 15:10 WIB

Terkini

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

×