Miris, Proyek Pembangunan Stadion Mandala Krida Jadi Ladang Korupsi

Rauhanda Riyantama

Selasa, 16 Maret 2021 | 13:36 WIB
Miris, Proyek Pembangunan Stadion Mandala Krida Jadi Ladang Korupsi
Stadion Mandala Krida. (Suara.com/Irwan Febri Rialdi)

Suara.com - Proyek pembangunan Stadion Mandala Krida yang menggunakan APBD Tahun 2016-2017, terindikasi jadi ladang korupsi. Beberapa waktu lalu, Tim Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penggeledahan di dua lokasi di Yogyakarta.

Dua lokasi yang digeledah yakni Kantor PT DMI Cabang Yogyakarta yang berlokasi di Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dan yang kedua Kantor PT Arsigraphi di Jalan Nogotirto, Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Berdasarkan hasil penggeledahan yang sudah dilakukan pada Kamis (18/2/2021), KPK telah menyita barang bukti berupa dokumen diduga terkait perkara. Kemudian barang bukti yang diamankan akan dianalisa oleh penyidik dan menjadi barang bukti dipersidangan nantinya.

"Tim Penyidik menemukan berbagai barang bukti diantaranya dokumen yang terkait dengan perkara," ungkap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Jumat (19/2/2021).

"Berbagai barang bukti tersebut selanjutnya akan di analisa dan di verifikasi untuk mendapatkan izin penyitaan sebagai bagian dari kelengkapan berkas penyidikan,'' imbuhnya.

Kemudian pada hari ini, KPK memanggil tujuh orang untuk diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut. Mereka antara lain Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kadarmanta Baskara Aji; Komisaris PT. Bimapatria Pradanaraya, Bima Setyawan; Kepala Studio PT Arsigraphi, Eka Yulianta; dan Wiraswasta CV Sukses Mandiri Teknik, Erwin Alexander.

Selain itu ada Direktur Utama PT. Cipta Baja Trimatra, Hendrik Gosal; Tenaga Ahli PT Werder Indonesia dan PT. Eka Madra Sentosa (EMSA), Swen Spengler; dan karyawan PT Arsigraphi, Shaktyawan Yudha Prasmanto Ardhi.

"Kami periksa tujuh saksi tindak pidana korupsi Pembangunan stadion Mandala Krida di pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta," sambung Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (16/3/2021).

Ali pun belum dapat menyampaikan apa yang akan ditelisik penyidik lembaga antirasuah terhadap pemeriksaan sejumlah saksi ini.

baca juga

Ali sebelumnya, mengatakan KPK belum dapat menyampaikan pihak-pihak dalam perkara ini yang sudah ditetapkan tersangka. Sebab, penyidik masih melakukan kegiatan dan mengumpulkan sejumlah bukti dugaan korupsi proyek stadion Mandala Krida.

"Untuk pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum bisa kami sampaikan saat ini," ujar Ali.

Ali mengatakan sesuai kebijakan pimpinan KPK era Firli Bahuri Cs, penetapan tersangka bersamaan dengan diumumkannya proses penahanan.

"Untuk itu pada waktunya nanti akan kami sampaikan siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka," ucap dia.

Ali mengaku akan menyampaikan perkembangan perkara tersebut kepada publik secara transparan dan akuntabel berdasarkan yang termaktub dalam Undang Undang KPK.

Sementara itu, ini bukan kali pertama KPK memanggil sejumlah saksi. Sebelumnya sudah ada beberapa saksi yang dipanggil untuk diperiksa pada pertengahan Februari lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional

KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Chandra Hamzah: Hasil Perampasan Aset Seharusnya Kembali ke Pihak yang Dirugikan

Chandra Hamzah: Hasil Perampasan Aset Seharusnya Kembali ke Pihak yang Dirugikan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Bukan Cuma 3 Moge, KPK Juga Sita Duit Rp 2,8 Miliar dalam Kasus Bea Cukai

Bukan Cuma 3 Moge, KPK Juga Sita Duit Rp 2,8 Miliar dalam Kasus Bea Cukai

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Kasubdit Bea Cukai Gatot Heroe Resmi Ditahan KPK, Diduga Terima Suap Rp3,25 Miliar di Ruang Kerja

Kasubdit Bea Cukai Gatot Heroe Resmi Ditahan KPK, Diduga Terima Suap Rp3,25 Miliar di Ruang Kerja

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Keluar Pakai Rompi Oranye, Kepala Bea Cukai Kediri Langsung Ditahan KPK

Keluar Pakai Rompi Oranye, Kepala Bea Cukai Kediri Langsung Ditahan KPK

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Disita, 3 Moge Mewah Milik Kepala Bea Cukai Kediri Kini Nangkring di Gedung KPK

Disita, 3 Moge Mewah Milik Kepala Bea Cukai Kediri Kini Nangkring di Gedung KPK

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Pihak Swasta Diduga Beri Mobil Hingga Rumah Mewah ke Pejabat Kota Bengkulu

Pihak Swasta Diduga Beri Mobil Hingga Rumah Mewah ke Pejabat Kota Bengkulu

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:25 WIB

KPK Periksa Kepala Bea Cukai Kediri sebagai Tersangka Suap Impor

KPK Periksa Kepala Bea Cukai Kediri sebagai Tersangka Suap Impor

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Kasus OTT Rektor Unsoed, Eks Penyidik KPK Sebut Indonesia Darurat Intelektual

Kasus OTT Rektor Unsoed, Eks Penyidik KPK Sebut Indonesia Darurat Intelektual

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:59 WIB

KPK Periksa Bendahara dan Kabid SDA PUPR Bengkulu Soal Temuan Duit Rp4 Miliar

KPK Periksa Bendahara dan Kabid SDA PUPR Bengkulu Soal Temuan Duit Rp4 Miliar

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Terkini

Ribuan Santri Meriahkan Persiapan Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Ribuan Santri Meriahkan Persiapan Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Bongkar Fakta, Apakah Air Mawar Viva Bisa Dijadikan Micellar Water?

Bongkar Fakta, Apakah Air Mawar Viva Bisa Dijadikan Micellar Water?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Harga Cabai Meledak, Bahan Pokok Lain Justru Mulai Turun

Harga Cabai Meledak, Bahan Pokok Lain Justru Mulai Turun

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:08 WIB

Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat

Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut

Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:04 WIB

Sempat Tegang Gara-Gara Satpol PP, Massa Depan DPR Dengungkan 'Jaga Jakarta'

Sempat Tegang Gara-Gara Satpol PP, Massa Depan DPR Dengungkan 'Jaga Jakarta'

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data

Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data

Sumut | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Mitchell Baker Satu-satunya Pemain yang Selamatkan Muka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Mitchell Baker Satu-satunya Pemain yang Selamatkan Muka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Aktivis GMNI Dijemput Polisi dari Rumahnya, Diduga Terkait Jaringan Anarko

Aktivis GMNI Dijemput Polisi dari Rumahnya, Diduga Terkait Jaringan Anarko

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Diminta Fokus Bisnis Konstruksi, Waskita Karya Bubarkan Waskita Bali Mandara

Diminta Fokus Bisnis Konstruksi, Waskita Karya Bubarkan Waskita Bali Mandara

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:57 WIB

×