Kisah Unik Roberto Lopes, Pemain Timnas Cape Verde yang Dipanggil Lewat Linkedln

Arief Apriadi

Sabtu, 01 Januari 2022 | 23:55 WIB
Kisah Unik Roberto Lopes, Pemain Timnas Cape Verde yang Dipanggil Lewat Linkedln
Kisah Unik Roberto Lopes, Pemain Timnas Cape Verde yang Dipanggil Lewat Linkedln. [Twitter/@picolopes]

Suara.com - Memanggil pemain keturunan tengah menjadi tren saat ini. Namun terkadang sulit untuk memanggil pemain keturunan membela suatu negara entah karena kesibukan atau bahasa. Seperti kisah Roberto Lopez yang bergabung Timnas Cape Verde lewat situs LinkedIn.

Roberto Lopes adalah seorang pesepak bola yang lahir di Dublin, Irlandia pada 17 Juni 1992. Ia lahir dari ayah yang berasal dari Cape Verde dan ibu orang Irlandia.

Sejak kecil, Lopes tinggal dan tumbuh di Irlandia. Ia pun mengawali karier sepak bolanya di klub Irlandia yakni akademi Bohemians dan berhasil masuk tim senior pada 2011.

Pemain berusia 29 tahun ini tampil apik bersama Bohemians selama enam tahun. Hingga akhirnya pada awal tahun 2017 Lopes bergabung Shamrock Rovers.

Berstatus pemain profesional, Lopes punya keinginan membela tim nasional. Hanya saja, ia pernah membela negaranya pada tim U-19 yakni Irlandia.

Selepasnya, ia tak pernah dipanggil. Alhasil, ia tak pernah berpikir bisa bermain untuk tim nasional di ajang-ajang internasional terkemuka.

Namun, pandangan itu berbuah saat ia bermain di Bohemians, di mana rekan setimnya, Ayman Ben Mohamed dipanggil oleh Tunisia untuk bermain di event internasional.

Padahal, Ayman sendiri sama seperti Lopes, lahir dan tumbuh di Irlandia serta punya ayah yang berasal dari Tunisia.

Mengetahui Ayman membela Tunisia, Lopes pun bercanda bahwa dirinya bisa saja bermain untuk tim nasional Cape Verde, negara asal sang ayah.

“Dia (Ayman) punya musim yang mengagumkan dan kemudian dia mendapat panggilan membela Tunisia,” kenang Lopez dilansir dari BBC Sport.

“Saat itu saya sedang wawancara dan bercanda bahwa saya bisa bermain di turnamen internasional karena saya berasal dari Cape Verde dan saya akan menyelesaikan dokumennya,” lanjut Lopes.

“Ternyata ada seorang jurnalis yang menanggapi candaan saya itu dengan serius dan mulai menghubungi seseorang di federasi Cape Verde. Tapi tidak ada yang terjadi,” ucapnya.

Peruntungan Roberto Lopes Via LinkedIn

Namun tiga tahun setelah wawancara itu, saat Roberto Lopez pindah ke Shamrock Rovers, ia mendapat pesan di profil LinkedIn-nya.

“Saya membuat profil (LinkedIn) ketika saya kuliah tapi tak pernah melihat kembali profil itu,” kata Lopes.

“Saya mendapat pesan dari pelatih Cape Verde saat itu, Rui Aguas tapi dia menuliskan pesan dengan bahasa Portugis. Saya pikir itu hanya pesan spam dan saya tak menyadarinya,” lanjutnya.

“Sembilan kemudian, dia (Rui Aguas) mengirimiku pesan dan berkata,’ Hai Roberto, apa Anda punya kesempatan untuk mempertimbangkan tawaran saya?’.

“Saya merasa bersikap kasar karena tak membalasnya berbulan-bulan sebelumnya. Saya menyalin pesan itu dan memasukkannya ke Google Translate. Dan di situ tertulis: ‘Kami tengah mencari pemain baru untuk skuat Cape Verde dan apakah Anda tertarik?’.

“Saya begitu senang dengan pesan itu. Saya seperti ‘Ya, 100 persen saya ingin menjadi bagian skuat Cape Verde,” pungkas Lopes.

Pada 2019, Lopes pun terbang ke Prancis untuk mengurus dokumennya saat Cape Verde menjalani laga persahabatan melawan Togo di mana ia juga bertemu rekan-rekan barunya.

Di awal bergabung, Lopes kesulitan karena ia tak bisa bahasa Portugis. Sejak kecil, sang ayah mengajarkannya dengan bahasa Inggris di rumah.

Meski begitu, Lopes tetap bisa berkomunikasi lewat sepak bola. Ia pun lantas menjadi pemain inti Cape Verde. Selama kualifikasi Piala Dunia 2022 saja, ia selalu tampil.

Bahkan, Lopes mampu membuat Cape Verde lolos ke putaran final Piala Afrika 2021 yang digelar pada Januari 2022 mendatang.

Piala Afrika 2021 ini pun menjadi ajang internasional pertama bagi Roberto Lopes di mana ia dan Cape Verde tergabung di grup A bersama Kamerun, Ethiopia dan Burkina Faso.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegas! China Larang Pemain Bola Bertato, Resikonya Tak Bisa Masuk Timnas

Tegas! China Larang Pemain Bola Bertato, Resikonya Tak Bisa Masuk Timnas

Jawa Tengah | Kamis, 30 Desember 2021 | 14:42 WIB

China Larang Pemain Sepak Bola Bertato, Ini Alasannya

China Larang Pemain Sepak Bola Bertato, Ini Alasannya

Sumbar | Kamis, 30 Desember 2021 | 15:15 WIB

Pemain Sepak Bola China Dilarang Miliki Tato, Tujuannya untuk Beri Teladan ke Masyarakat

Pemain Sepak Bola China Dilarang Miliki Tato, Tujuannya untuk Beri Teladan ke Masyarakat

Lampung | Kamis, 30 Desember 2021 | 12:07 WIB

9 Meme Menghibur Tentang Pesepak Bola Thailand Thitiphan Puangchan Selepas Final AFF 2021

9 Meme Menghibur Tentang Pesepak Bola Thailand Thitiphan Puangchan Selepas Final AFF 2021

Lifestyle | Kamis, 30 Desember 2021 | 10:53 WIB

Larangan Masuk Ruang Ganti Pemain Sepak Bola, Ini Bunyi Aturannya

Larangan Masuk Ruang Ganti Pemain Sepak Bola, Ini Bunyi Aturannya

News | Rabu, 29 Desember 2021 | 19:58 WIB

Terkini

Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Mengakhiri Trauma yang Menghantui Sejak 1986

Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol Mengakhiri Trauma yang Menghantui Sejak 1986

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:14 WIB

Anthony Gordon Jadi Pemain Inggris ke-13 di Barcelona: Siapa yang Paling Sukses?

Anthony Gordon Jadi Pemain Inggris ke-13 di Barcelona: Siapa yang Paling Sukses?

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:02 WIB

Analisis PSG vs Arsenal: Pressing Tinggi, Serang Sisi Kiri, dan Bertahan Mati-matian

Analisis PSG vs Arsenal: Pressing Tinggi, Serang Sisi Kiri, dan Bertahan Mati-matian

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:00 WIB

Ditebus Rp1,49 T, Anthony Gordon: Sejak Balita Saya Ingin Main untuk Barcelona

Ditebus Rp1,49 T, Anthony Gordon: Sejak Balita Saya Ingin Main untuk Barcelona

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:47 WIB

Jejak Kontroversial 10 Tahun Terakhir Daniel Siebert Wasit Final Liga Champions

Jejak Kontroversial 10 Tahun Terakhir Daniel Siebert Wasit Final Liga Champions

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:39 WIB

Final Liga Champions PSG vs Arsenal: 10 Fakta Penting yang Wajib Diketahui

Final Liga Champions PSG vs Arsenal: 10 Fakta Penting yang Wajib Diketahui

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kompetisi Futsal SMA Digelar di 4 Kota, Talenta Muda Berpeluang Dilirik Hector Souto

Kompetisi Futsal SMA Digelar di 4 Kota, Talenta Muda Berpeluang Dilirik Hector Souto

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:49 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Lionel Messi di Ambang Cetak Sejarah Baru Timnas Argentina

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Lionel Messi di Ambang Cetak Sejarah Baru Timnas Argentina

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:05 WIB

Pep Guardiola: Liverpool Era Jurgen Klopp Adalah Mimpi Buruk

Pep Guardiola: Liverpool Era Jurgen Klopp Adalah Mimpi Buruk

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:05 WIB

Anthony Gordon ke Camp Nou dengan Mahar Rp1,2 Triliun, Sayap Kiri Barcelona Kian Sengit

Anthony Gordon ke Camp Nou dengan Mahar Rp1,2 Triliun, Sayap Kiri Barcelona Kian Sengit

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:05 WIB