PSSI Curhat Satu Kendala yang Dialami dalam Proses Naturalisasi Pemain Keturunan Indonesia

Arif Budi

Selasa, 22 Maret 2022 | 09:38 WIB
PSSI Curhat Satu Kendala yang Dialami dalam Proses Naturalisasi Pemain Keturunan Indonesia
pemain turunan Indonesia Sandy Walsh dan Jordi Amat. [hasani abdulgani / Instagram]

Suara.com - Exco PSSI, Hasani Abdulgani menjelaskan ada satu faktor yang bisa menghambat proses naturalisasi pemain keturunan Indonesia. Hal tersebut adalah surat keterangan perpindahan warga negara.

Melalui akun Instagramnya pada Selasa (22/3/2022), Hasani Abdulgani membagikan proses naturalisasi Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama.

Ketiga pemain tersebut sebelumnya dikabarkan sudah mengirim dokumen untuk naturalisasi. Pihak federasi kemudian telah mengirim berkasnya.

Namun, PSSI menemui kendala terkait proses naturalisasi yang dijadwalkan April bisa rampung. Sebab, pihak federasi mengaku satu dokumen, yakni surat keterangan perpindahan warga negara ada di luar jangkauan mereka.

"Perlu kebijaksanaan pemerintah. Dari sekian dokumen persyaratan ada satu dokumen yaitu Surat Keterangan Perpindahan Warga Negara dari pemerintah Belanda dan Spanyol, diluar jangkauan kami. Artinya surat tersebut bisa didapat dalam sebulan atau lebih dari pemerintah dua negara tersebut," tulis Hasani di keterangan postingannya.

Exco PSSI, Hasani Abdulgani membagikan tulisan soal kendala dalam proses naturalisasi. (Instagram/hasaniabdulgani)
Exco PSSI, Hasani Abdulgani membagikan tulisan soal kendala dalam proses naturalisasi. (Instagram/hasaniabdulgani)

Ia melanjutkan jika surat tersebut tidak lengkap, maka bisa menghambat proses naturalisasi. Imbasnya pemain keturunan Indonesia itu terancam gagal membela timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2023 mendatang.

"secara paralel, maksudnya tidak harus menunggu dulu dokumen tersebut didapat lalu baru diajukan berkasnya oleh Kemenhumkam kepada Presiden."

"Maka target di bulan April bisa tercapai. Mengapa harus April. Karena kita perlu waktu satu hingga dua minggu untuk proses perubahan Federasi kepada FIFA. Tanpa pasport kita tidak bisa mengajukannya. Kalau tidak ada surat approvel dari FIFA, otomatis pemain tersebut tidak eligible membela Timnas di babak kualifikasi Piala Asia," sambungnya lagi.

Hasani Abdulgani melanjutkan kondisi krusial ini bisa diselesaikan jika ada kebijaksanaan pemerintah. Ia pun berharap Presiden Jokowi bisa membantu hal ini, sehingga pemain keturunan Indonesia bisa tampil dengan skuad Garuda di Kualfiksi Piala Asia pada Juni 2022 mendatang.

baca juga

Postingan tersebut kemudian menjadi sorotan para pecinta sepak bola. Mereka akhirnya menandai akun Instagram milik Presiden Jokowi agar bisa membantu proses naturalisasi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Lawan Klub Jordi Amat, Sandy Walsh Tebar Ancaman: Yoh Iso Yoh

Jelang Lawan Klub Jordi Amat, Sandy Walsh Tebar Ancaman: Yoh Iso Yoh

Bola | Sabtu, 19 Maret 2022 | 11:25 WIB

PSSI Rapat Bahas Naturalisasi Pemain Keturunan Indonesia, Netizen Antusias

PSSI Rapat Bahas Naturalisasi Pemain Keturunan Indonesia, Netizen Antusias

Bola | Jum'at, 18 Maret 2022 | 15:44 WIB

Lagi Naik Daun, Mees Hilgers Jadi Incaran Klub Elite Liga Belanda

Lagi Naik Daun, Mees Hilgers Jadi Incaran Klub Elite Liga Belanda

Bola | Kamis, 17 Maret 2022 | 11:53 WIB

PSSI Beri Kode, Bisa Naturalisasi Lima Pemain Keturunan Indonesia

PSSI Beri Kode, Bisa Naturalisasi Lima Pemain Keturunan Indonesia

Bola | Kamis, 10 Maret 2022 | 15:38 WIB

Striker Klub Belanda Jim Croque Bikin Heboh, Bikin Tato Bertuliskan Bahasa Indonesia

Striker Klub Belanda Jim Croque Bikin Heboh, Bikin Tato Bertuliskan Bahasa Indonesia

Bola | Rabu, 02 Maret 2022 | 18:20 WIB

Terkini

Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?

Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:01 WIB

Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi

Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:00 WIB

5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat

5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:59 WIB

KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper

KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper

Surakarta | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:58 WIB

Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia

Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:57 WIB

Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah

Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:56 WIB

Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta

Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:52 WIB

Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran

Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:51 WIB

×