Sejarah Sepak Bola Indonesia: Era Penjajahan, Prestasi, Konfilik ISL-LPI Hingga Disanksi FIFA

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 08 September 2022 | 11:43 WIB
Sejarah Sepak Bola Indonesia: Era Penjajahan, Prestasi, Konfilik ISL-LPI Hingga Disanksi FIFA
Para pemain Persib Bandung (jersey biru). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]

Suara.com - Mengupas sejarah sepakbola Indonesia, yang kini menjadi salah satu olahraga paling populer di masyarakat Tanah Air. Berikut ini sejarah sepak bola Indonesia selengkapnya.

Sepakbola merupakan salah satu olahraga paling populer di dunia. Diketahui, olahraga ini mampu menarik atensi 3,5 miliar orang di dunia saat ini.

Tak terkecuali di Indonesia. Masyarakat Tanah Air juga menggandrungi olahraga sepak bola dengan hampir 77 persen penduduknya menggilai olahraga ini.

Karenanya, Indonesia pun dilaporkan menjadi negara kedua di dunia sebagai negara penggila sepak bola, di belakang Nigeria dengan 83 persen.

Maka tak mengherankan jika saat klub-klub lokal bertanding, banyak penonton hadir ke stadion untuk memberikan dukungan maupun menonton sepak bola.

Hal serupa juga berlaku saat Timnas Indonesia bermain, entah itu senior maupun kelompok umur. Saat skuad Garuda bertanding, pasti selalu ada pendukung yang datang ke stadion.

Jika menilik prestasinya, sejatinya sepak bola masih kalah dengan bulu tangkis di Indonesia, yang memang lebih moncer di kancah internasional.

Namun minimnya prestasi tersebut tak membuat kegilaan masyarakat Indonesia akan sepak bola luntur begitu saja.

Melihat animo besar masyarakat Indonesia akan sepak bola, banyak yang mengira-ngira kapan olahraga ini masuk ke Tanah Air.

baca juga

Sepak Bola Masuk ke Indonesia

Olahraga sepak bola pertama kali masuk ke Indonesia pada zaman penjajahan Belanda, tepatnya pada 1914, saat Indonesia masih berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kompetisi sepak bola yang diselenggarakan pemerintahan Hindia Belanda di Pulau Jawa.

Bahkan, Hindia Belanda memiliki federasi sepak bola sendiri kala itu yang bernama Nederland Indische Voetbal Bond (NIVB), sebelum akhirnya berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU).

Selain itu, hadir pula beberapa klub lokal seperti Makassar Voetbal Bond (MVB), Oost Sumatra Voetbal Bond (OSVB), Vorstenlandschen Voetbal Bond (VVB), dan Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ).

Di tengah penjajahan Belanda, Indonesia berinisiatif memiliki federasi sepak bola sendiri yang memprakarsai lahirnya PSSI pada 1930.

Saat itu, PSSI memiliki arti Persatuan Sepakraga Seloeroeh Indonesia sebelum kini dikenal sebagai Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.

Adalah Soeratin Sosrosoegondo yang menjadi otak lahirnya PSSI. Organisasi ini dibentuk selain karena kegemarannya akan sepak bola, melainkan juga sebagai tempat pergerakan nasional melawan penjajahan.

Sejarah Kompetisi Sepak Bola Indonesia

Adapun untuk kompetisi sepak bola Indonesia pertama kali digelar dalam bentuk liga yakni sekitar tahun 1930 an dengan nama Perserikatan.

Di kompetisi inilah, beberapa klub lokal bertanding yang lahir di masa kolonial Belanda bertanding, di liga amatir hingga tahun 1979.

Adanya era Perserikatan sebagai kompetisi di Tanah Air pun dibarengi dengan lahirnya sebuah kompetisi semi-profesional, yakni Galatama atau Liga Sepak Bola Utama dengan format satu divisi.

Siapa sangka, hadirnya Galatama ini pun menjadi pionir kompetisi sepak bola baik semi-profesional dan profesional di Asia.

Saat itu, baik Perserikatan dan Galatama melangsungkan kompetisi sendiri-sendiri Hingga akhirnya pada 1994 PSSI selaku induk sepak bola Indonesia, meleburkan dua kompetisi itu dan melahirkan Liga Indonesia.

Peleburan ini pun membuat sepak bola Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Hal ini terbukti dari lahirnya kompetisi baru, yakni Indonesia Super League (ISL) untuk menggantikan Divisi Utama.

ISL pun kemudian menjadi kompetisi sepak bola profesional Indonesia yang berlangsung secara profesional. Namun, gelaran ini tak bertahan lama menyusul adanya dualisme kompetisi pada 2011.

ISL yang menjadi liga profesional pun mendapat pesaing yakni Liga Primer Indonesia (LPI), yang melahirkan kisruh di sepak bola Indonesia.

Pada 2014, PSSI menyepakati penggabungan ISL dan LPI dalam kongres luar biasa. Sayangnya, kesepakatan ini tak berjalan menyusul adanya pembekuan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.

Pembekuan ini dilakukan karena menganggap PSSI tak mematuhi peraturan olahraga nasional. Alhasil, adanya intervensi pemerintah membuat PSSI kemudian dibekukan FIFA.

Usai pembekuan dicabut oleh Menpora dan disusul pencabutan sanksi dari FIFA, PSSI akhirnya menghadirkan kompetisinya kembali, yang bernama Liga 1.

Tercatat, kompetisi yang digelar PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) ini telah bergulir sejak 2017 hingga saat ini.

Kontributor: Felix Indra Jaya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naturalisasi Pemain Sepak Bola: Proses Kemenangan atau Kesalahan Berulang?

Naturalisasi Pemain Sepak Bola: Proses Kemenangan atau Kesalahan Berulang?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Bola | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Negara Ranking 181 Ini Diminta Gantikan India Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Negara Ranking 181 Ini Diminta Gantikan India Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Bakal Ditinggal Orang Dekat: Saya Mencintai Dia

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Bakal Ditinggal Orang Dekat: Saya Mencintai Dia

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Mees Hilgers Kembali Latihan Bersama FC Twente Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Mees Hilgers Kembali Latihan Bersama FC Twente Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Timnas Indonesia Wajib Waspada, Mesin Gol JDT Selangkah Lagi Bela Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Wajib Waspada, Mesin Gol JDT Selangkah Lagi Bela Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Punya Taring, Tapi Ada Celah

Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Punya Taring, Tapi Ada Celah

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Terkini

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:35 WIB

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:00 WIB

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

Batam | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:52 WIB

Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?

Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:49 WIB

BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT

BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT

Kalbar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:47 WIB

BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan

BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan

Bali | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×