Liga Europa dan Harapan Terakhir Manchester United Hindari Bencana Finansial

Arief Apriadi

Sabtu, 19 April 2025 | 16:36 WIB
Liga Europa dan Harapan Terakhir Manchester United Hindari Bencana Finansial
Manchester United Musim Ini Terburuk Sepanjang Sejarah [Instagram Manchester United]

Suara.com - Musim 2024/2025 menjadi salah satu musim paling menegangkan dalam sejarah Manchester United. Tidak hanya dari sisi performa di lapangan, tetapi juga dari tekanan finansial yang semakin menggunung.

Dalam situasi pelik ini, Liga Europa menjadi satu-satunya harapan realistis bagi "Setan Merah" untuk menyelamatkan musim mereka, baik secara kompetitif maupun dari aspek keuangan.

Saat ini, Manchester United menempati posisi ke-14 di klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 38 poin.
Dengan hanya enam laga tersisa, peluang mereka finis di enam besar sangat kecil, kecuali keajaiban terjadi—semua tim di atas mereka kalah dan MU memenangkan seluruh pertandingan.

Situasi yang hampir mustahil ini membuat Liga Europa menjadi fokus utama.

Liga Europa bukan sekadar kompetisi pelengkap musim ini, melainkan satu-satunya jalan yang bisa membawa MU kembali ke Liga Champions musim depan.

Manchester United Lolos ke Semifinal Liga Europa Usai Comeback Spektakuler Lawan Lyon di Old Trafford (ig Manchester United)
Manchester United Lolos ke Semifinal Liga Europa Usai Comeback Spektakuler Lawan Lyon di Old Trafford (ig Manchester United)

Selain gengsi, partisipasi di Liga Champions juga penting untuk menyelamatkan keuangan klub yang sedang mengalami tekanan berat.

Meskipun Manchester United masih masuk dalam jajaran klub berpendapatan tertinggi versi Deloitte Money League, kenyataannya kondisi keuangan mereka jauh dari kata sehat.

Dalam laporan keuangan terbaru, MU mencatatkan kerugian sebesar 113 juta pound (sekitar Rp2,52 triliun) pada musim lalu. Padahal, Liga Premier hanya mengizinkan kerugian maksimal 105 juta pound dalam tiga musim terakhir.

Beban keuangan MU diperparah oleh utang jangka panjang yang terus membengkak, mencapai 515,7 juta pound, serta utang biaya transfer sebesar 414 juta pound. Tidak hanya itu, bunga utang yang harus dibayar per tahun mencapai 35 juta pound, menjadikan beban finansial klub semakin menyesakkan.

baca juga

Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, Liga Europa kali ini dipandang sebagai “kompetisi hidup mati” oleh tim-tim besar seperti Manchester United dan Tottenham Hotspur.

Keduanya sulit finis di zona Eropa melalui liga domestik, dan hanya Liga Europa yang bisa memberi mereka tiket emas ke Liga Champions musim depan.

Pemasukan dari menjuarai Liga Europa musim ini diperkirakan bisa mencapai 60 juta pound (sekitar Rp1,34 triliun), jumlah yang cukup signifikan untuk membantu MU menutup sebagian kerugiannya.

Namun, jauh lebih menguntungkan jika mereka berhasil lolos ke Liga Champions, yang bisa memberikan pemasukan lebih dari 100 juta pound (Rp2,23 triliun), seperti yang diterima klub-klub besar Eropa lainnya musim ini.

Ketidakhadiran MU di Liga Champions tak hanya berdampak pada pemasukan dari UEFA, tapi juga dari sponsor utama mereka. Adidas, misalnya, memiliki klausul yang memungkinkan pengurangan nilai sponsor sebesar 10 juta pound per musim jika MU gagal tampil di Liga Champions.

Dengan nilai kontrak tahunan sebesar 90 juta pound, kehilangan 10 juta bisa berdampak signifikan, terutama saat klub sedang dalam mode efisiensi total.

Selain itu, ketidakhadiran di kompetisi Eropa kelas atas membuat klub sulit menarik pemain bintang. Pemain top umumnya enggan bergabung dengan klub yang tidak tampil di Liga Champions, dan ini bisa mengganggu rencana restrukturisasi skuad oleh manajemen baru di bawah Jim Ratcliffe.

Melihat semua kondisi ini, tidak heran jika Manchester United memilih fokus penuh ke Liga Europa. Terlihat dari bagaimana mereka tampil mati-matian melawan Lyon dalam laga penuh drama di babak perempat final.

Strategi ini tampaknya dirancang oleh pelatih Ruben Amorim untuk menjaga peluang satu-satunya United berkompetisi di Eropa musim depan tetap terbuka.

Apabila MU gagal menjuarai Liga Europa, mereka akan menjalani musim depan tanpa satu pun kompetisi Eropa—sebuah kondisi yang belum pernah terjadi dalam era modern klub ini.

Dampaknya tidak hanya akan terasa pada neraca keuangan, tetapi juga pada reputasi dan daya tarik klub di mata pemain dan pelatih top dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asnawi Bersanding Aguero, Daftar 17 Pemain ASEAN All Stars vs Manchester United

Asnawi Bersanding Aguero, Daftar 17 Pemain ASEAN All Stars vs Manchester United

Bola | Sabtu, 19 April 2025 | 13:31 WIB

PSSI Akui Terima Surat AFF, Asnawi Mangkualam Mau Diboyong ke Malaysia

PSSI Akui Terima Surat AFF, Asnawi Mangkualam Mau Diboyong ke Malaysia

Bola | Sabtu, 19 April 2025 | 11:02 WIB

Asnawi dan Muhammad Ferrari Belum Tentu Dilepas ke Tim ASEAN All Star?

Asnawi dan Muhammad Ferrari Belum Tentu Dilepas ke Tim ASEAN All Star?

Bola | Jum'at, 18 April 2025 | 22:09 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×