Perangi Suap di Sepak Bola, KPK Dorong Pembentukan Karakter Pemain Muda

Ronald Seger Prabowo, Adie Prasetyo Nugraha

Jum'at, 30 Mei 2025 | 20:44 WIB
Perangi Suap di Sepak Bola, KPK Dorong Pembentukan Karakter Pemain Muda
Bertajuk SEPAKBOLA alias Seminar Edukasi Penggiat Anti Korupsi Bikin Olaharaga Lebih Ajib, Jumat (30/5/2025) di Jakarta. (Istimewa)

Suara.com - Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) mendukung penuh adanya pembentukan karakter pesepak bola sejak dini demi terjaga nilai fair play dan sportivitas.

Ini setelah adanya isu terkait praktek uang dalam sepak bola usai muda menjadi yang tentu perhatian banyak pihak.

Dalam diskusi bertajuk SEPAKBOLA alias Seminar Edukasi Penggiat Anti Korupsi Bikin Olaharaga Lebih Ajib, Jumat (30/5/2025) di Jakarta dibahas mengenai masalah ini.

Adapun acara ini terselenggara atas dukungan dari Asisten Deputi Olahragawan Elit Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Budi Ariyanto Muslim.

Acara ini juga dengan kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) dan Sport Corner Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI, Amir Arief, kemudian mantan penyerang Timnas Indonesia Indriyanto Nugroho dan Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Andritany Ardhiyasa.

Turut serta menjadi pembicara pengamat sepak bola Tanah Air, Akmal Marhali.

"Bagaimana keresahan dari masyarkat dan di bola sendiri, di mana bola yang awalnya mestinya menjungjung tinggi sportivitas dan fairplay ternyata banyak aspek yang mencederai ini," kata Amir Arief.

"Dari pembinaan usia dini, usia menengah, semi profesional, profesional, pengelolaan liga dan pengelolaan organisasi sendiri dan klubnya sendiri, di mana seharusnya prinsipya transparansi dan akuntabilitas," jelasnya.

KPK menyambut dengan baik diskusi seperti ini agar praktek kecurangan tak lagi terjadi ke depannya.

"Karena itulah KPK menyambut baik acara itu dari Sport Corner, dan mengajak dari Kemenpora, karena ini tugas kita," ucapnya.

"Sport itu dari bahasa latin permainan yang menjunjung suka cita, penghormatan kepada, value fairplay dan sportivitas, bukan menghalalkan segala cara bukan bayar duit buat naik kelas bukan curi umur ketika kompetisi umur," imbuhnya.

Indiryanto Nugroho yang kini konsen di sepak bola usia muda menyayangan terkait dengan isu suap di sepak bola usia dini.

Padahal, di usia belia itulah pemain-pemain dituntut bisa berkembang dan menentukan saat sudah masuk tingkat profesional.

"Sepakbola tidak seharusnya seperti itu, kita lihat kualitas sepakbola terutama di Eropa, bagaimana mereka bisa menciptakan pemain-pemain berkualitas karena mereka fokus, latihan serius konsentrasi dan kedisplinan," ujar Indriyanto.

"Karena sepakbola bukan dilihat dari finansial orang tua, tapi bagaimana mereka kualitas di setiap harinya, latihan, teknik dan taktik dan mental, saya berharap ke depan lebih baik lagi," imbuh dia.

Andritany Ardhiyasa juga sangat yakin jika praktek itu ada, sebab akan merugikan banyak pihak.

"Sebab jika praktek itu berjalan, berarti ada talenta yang kita disingkirkan, ada talenta yang sebenarnya mereka punya talenta yang bisa kita katakan lolos tanpa sogok menyogok akhirnya kita singkirkan itu pasti akan berkembang ke depan tidak akan ada sepakbola yang murni yang bisa mengangkat sepakbola kita," ujar Andritany.

"Karena di grassroot 'korupsi di sana', bagaimana nanti sepakbola kita. Kasus seperti ini harus diungkap dan dibersikan semua," sambung kiper Persija Jakarta itu.

Sementara itu, pengamat sepakbola dari Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali mengatakan, bahwa kompetisi di usia muda sangat diperlukan.

Hal ini agar pemain muda bisa mendapatkan jam terbang untuk bermain.

"Saya memberikan masukan kepada PSSI, bagaimana Piala Suratin ke depan itu kompetisi bukan hanya turnamen, sekali tanding pulang," ujar Akmal.

"Bagaimana mencari bibit pemain potensial jika hanya sekali main pulang, padahal tim yang kalah itu mungkin ada pemain bagus," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Babak Baru! KPK Usut Kasus Korupsi Karet Kementan dengan TPPU SYL

Babak Baru! KPK Usut Kasus Korupsi Karet Kementan dengan TPPU SYL

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 19:03 WIB

KPK Endus Dugaan Keterlibatan Pihak Ditjen Imigrasi di Kasus Pemerasan Calon TKA Kemnaker

KPK Endus Dugaan Keterlibatan Pihak Ditjen Imigrasi di Kasus Pemerasan Calon TKA Kemnaker

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 18:43 WIB

Soroti Kasus Jaksa Dibacok, KPK Bentuk Tim Khusus buat Lindungi Pegawai, Ini Tugasnya!

Soroti Kasus Jaksa Dibacok, KPK Bentuk Tim Khusus buat Lindungi Pegawai, Ini Tugasnya!

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 17:13 WIB

Terkini

5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas

5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas

Bola | Minggu, 31 Mei 2026 | 02:37 WIB

Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara

Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara

Bola | Minggu, 31 Mei 2026 | 02:19 WIB

PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions

PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions

Bola | Minggu, 31 Mei 2026 | 00:04 WIB

Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions

Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:26 WIB

Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta

Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:12 WIB

Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali

Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:00 WIB

Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG

Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:35 WIB

Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens

Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:00 WIB

Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber

Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:41 WIB

Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji

Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:32 WIB