Mengenal Sepak Bola Cape Verde: Dari Pulau Kecil ke Piala Dunia 2026

Arief Apriadi

Rabu, 15 Oktober 2025 | 20:25 WIB
Mengenal Sepak Bola Cape Verde: Dari Pulau Kecil ke Piala Dunia 2026
Cape Verde, resmi mencatat sejarah untuk kali pertama lolos ke Piala Dunia. [Instagram @caf_online]
baca 10 detik
  • Cape Verde resmi lolos ke Piala Dunia 2026 usai menang 3-0 atas Eswatini.
  • Liga Cape Verde terdiri dari 11 divisi di 9 pulau dengan format unik.
  • Sepak bola jadi identitas nasional, dari klub tua Mindelense hingga rivalitas klasik Sporting Praia.

Suara.com - Cape Verde, negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik, tengah menulis babak baru dalam sejarah sepak bola.

Meski berpenduduk hanya sekitar 600 ribu jiwa, negara ini untuk pertama kali lolos ke Piala Dunia.

Cape Verde dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Eswatini 3-0 di babak kualifikasi, Senin, 13 Oktober waktu setempat.

Sejak awal abad ke-20, sepak bola mulai diperkenalkan di pulau São Vicente, tepatnya pada 1910-an.

Klub tertua di sana, CS Mindelense, berdiri pada 1919 dan menjadi ikon sepak bola Cape Verde hingga kini.

Mindelense juga tercatat sebagai klub tersukses dengan 12 gelar juara nasional. Dari sinilah perjalanan panjang sepak bola Cape Verde dimulai.

Struktur Liga yang Unik

Federasi Sepak Bola Cape Verde (FCF) resmi berdiri dan bergabung dengan CAF pada 1986, lalu menjadi anggota FIFA pada 2001.

Liga domestiknya unik, terdiri dari 11 divisi di 9 pulau, dengan sistem zona di pulau besar seperti Santiago dan Santo Antão.

baca juga

Setiap pulau memiliki liga, piala, dan super cup sendiri, sebelum juara-juaranya bersaing di Kejuaraan Nasional Cape Verde.

Format kompetisi ini memungkinkan klub-klub dari pulau kecil seperti Maio, Brava, dan Boa Vista untuk bersaing dengan raksasa seperti Sporting Praia dan Mindelense.

Bahkan, beberapa wilayah memiliki sistem dua divisi, layaknya struktur profesional di Eropa.

Dominasi Klub-Klub Legendaris

Selain Mindelense, Sporting Clube da Praia menjadi rival abadi.

Klub asal ibu kota Praia ini mencatat rekor luar biasa pada 2005 dengan kemenangan 13–0 atas Desportivo Estancia Baixo — skor terbesar sepanjang sejarah sepak bola Cape Verde.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumardji Blak-blakan Soal Patrick Kluivert Diwajibkan Pakai Pemain Lokal Sesuai Kontrak, Benar?

Sumardji Blak-blakan Soal Patrick Kluivert Diwajibkan Pakai Pemain Lokal Sesuai Kontrak, Benar?

Bola | Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:03 WIB

Jay Idzes Diminta Segera Pulang ke Italia usai Timnas Gagal ke Piala Dunia, Ada Apa?

Jay Idzes Diminta Segera Pulang ke Italia usai Timnas Gagal ke Piala Dunia, Ada Apa?

Bola | Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:45 WIB

Isu Fair Play Mengemuka Usai Arab Saudi Dianggap Untung di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Isu Fair Play Mengemuka Usai Arab Saudi Dianggap Untung di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:42 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×