- Dean Zandbergen, striker Belanda berdarah Indonesia, mengaku siap membela Timnas Indonesia.
- Ibu Zandbergen berasal dari Depok dan masih memiliki keluarga di Indonesia.
- Performa Zandbergen di klub Belanda meningkat pesat hingga menarik perhatian klub Eredivisie.
Suara.com - Gelombang pemain keturunan yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia kembali bertambah setelah Dean Zandbergen di atas kertas memenuhi syarat membela skuad Garuda.
Setelah Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra resmi mengantongi status WNI, kini Dean Zandbergen berharap bisa turut menyusul dua pemain keturunan itu.
Zandbergen bukan sekadar pemain asing yang mengaku berdarah Indonesia.
Dalam wawancaranya bersama kanal YouTube Yussa Nugraha, striker berusia 22 tahun itu mengungkap sisi personal yang membuatnya merasa dekat dengan tanah leluhur.
“Dari keluarga ibu saya, mereka dari Depok. Ibu saya bilang masih ada keluarga di sana, dan dia pernah ke sana beberapa waktu lalu,” ucap Zandbergen.
Tak hanya itu, ia juga menceritakan kisah keluarga yang berpindah dari Indonesia ke Belanda beberapa dekade lalu.
“Nenek saya adalah anak satu-satunya dari orang tuanya. Dia pindah dari Indonesia ke Belanda. Ibu saya senang setiap kali berkunjung ke Indonesia, apalagi bisa bertemu keluarga di sana,” katanya.
Kisah Zandbergen tak lepas dari jejak migrasi keluarganya.
Meski tumbuh di Belanda, hubungan emosional dengan Indonesia tetap terjaga lewat ibunya yang masih rutin berkunjung ke Depok.
Dari sanalah darah merah putih mengalir dalam dirinya, bersanding dengan karier sepak bolanya yang kian menjanjikan.
Perjalanannya dimulai di RKVV Westlandia, sebelum hijrah ke Excelsior Maassluis pada 2021. Di klub itu ia mencicipi kerasnya divisi dua Belanda.
Namun langkah besar justru datang saat ia bergabung dengan TOGB di divisi tiga.
Bersama klub tersebut, Zandbergen tampil tajam dan mencatat 19 gol dalam satu musim—rekor yang menobatkannya sebagai top skor klub.
Penampilan impresif itu membuat Sparta Rotterdam, klub Eredivisie, tak ragu mengajukan kontrak amatir pada Juni 2023.
Zandbergen kemudian tampil di sejumlah laga piala, hingga akhirnya menandatangani kontrak profesional bersama FC Dordrecht setahun berselang.
Kendati di Dordrecht lebih banyak dimainkan sebagai pelapis, pemain kelahiran 2003 itu enggan berhenti berkembang.
Ia memutuskan pindah ke VVV-Venlo pada bursa transfer musim dingin 2025 dengan kontrak hingga 2026 dan opsi perpanjangan semusim.
Langkah itu dianggap ideal untuk kariernya. Di Venlo, ia mendapat menit bermain lebih banyak dan kesempatan menunjukkan ketajaman yang sebelumnya sempat tenggelam di liga dua Belanda.
Dengan darah Indonesia dan performa yang terus meningkat, Zandbergen kini menjadi salah satu nama yang layak masuk radar PSSI untuk proyek naturalisasi berikutnya.
Jika proses tersebut benar-benar berjalan, duetnya bersama Ole Romeny di lini depan Timnas Indonesia bisa jadi kombinasi yang menarik—dua pemain diaspora dengan gaya Eropa tapi semangat Garuda.
Zandbergen mungkin masih jauh dari sorotan besar seperti pemain keturunan lainnya, tapi kisahnya punya daya tarik tersendiri: seorang penyerang muda yang tumbuh di Belanda, menjaga ikatan keluarga dari Depok, dan kini menatap peluang membela tanah leluhurnya di level tertinggi sepak bola nasional.