-
Justin Hubner dikartu merah usai tekel keras di laga Fortuna Sittard vs Ajax.
-
Pelatih Danny Buijs kritik tindakan Hubner sebagai keputusan yang bodoh.
-
Insiden ini dianggap Buijs sebagai proses pembelajaran yang menyakitkan.
Suara.com - Fortuna Sittard harus mengakui keunggulan tim tamu Ajax Amsterdam dengan skor akhir 1-3 dalam pertandingan pekan ke-15 Eredivisie yang digelar di Stadion Fortuna Sittard, Minggu (7/12) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut menjadi sorotan utama, terutama setelah bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menerima kartu merah cepat menyusul sebuah tekel keras hanya beberapa menit setelah dirinya dimasukkan.
Pelatih kepala Fortuna Sittard, Danny Buijs, melancarkan kritik tajam terhadap tindakan Hubner yang dianggap ceroboh dan tidak perlu.
Insiden krusial terjadi saat Fortuna Sittard sedang berjuang mengejar ketertinggalan skor yang berubah cepat di awal babak kedua.
Fortuna Sittard sejatinya memulai pertandingan dengan sangat meyakinkan berkat gol cepat yang dicetak oleh Kaj Sierhuis saat laga baru berjalan empat menit, memimpin 1-0.
Momentum berbalik menjelang akhir paruh pertama ketika gol bunuh diri dari van Ottele pada menit 45+6 membuat kedudukan imbang 1-1 saat turun minum.
Keadaan menjadi jauh lebih sulit bagi tim tuan rumah hanya dalam tempo tujuh menit setelah babak kedua dimulai.
Dua gol bunuh diri berturut-turut dari Fosso dan kemudian Wijndal membuat Ajax tiba-tiba berbalik unggul 3-1.
Dalam upaya mengubah keadaan, Hubner dimasukkan, namun kehadirannya di lapangan hanya berlangsung singkat.
Bek Garuda itu melakukan jegalan dari belakang terhadap Bounida pada menit ke-53 di wilayah yang relatif jauh dari area berbahaya, dekat garis tengah lapangan.
Tekel yang keras dan tanpa perhitungan tersebut langsung diganjar kartu merah, meskipun Buijs juga menyoroti wasit Van der Eijk.
Pelatih Buijs berpendapat bahwa sebelum pelanggaran Hubner, wasit seharusnya meniup peluit atas pelanggaran yang dilakukan gelandang Ajax, Ko Itakura, terhadap Kaj Sierhuis.
“Dia menabraknya dari belakang,” ujar Buijs mengacu pada Itakura yang melanggar Sierhuis.
“Itu sudah dia lakukan sepanjang pertandingan,” lanjut Buijs dikutip dari Voetbalinternational.
Meskipun demikian, Buijs tidak bisa menyembunyikan kekesalannya atas aksi ceroboh yang dilakukan oleh pemainnya sendiri.
Ia menyebut tindakan Hubner sebagai hal yang benar-benar konyol dan tidak dapat diterima dalam situasi pertandingan.
“Tapi lihat, apa yang dilakukan Hubner setelah itu sungguh bodoh,” ucap Buijs menambahkan, menunjukkan rasa frustrasinya.
Buijs sangat menyayangkan tekel keras tersebut terjadi hanya delapan menit setelah Hubner masuk dan jauh dari gawang mereka sendiri.
Tindakan tersebut dianggap tidak mencerminkan frustrasi dari keseluruhan pertandingan, mengingat Hubner baru saja bergabung di lapangan.
"Dengan skor 1-3 di pikiran Anda. Itu bukan frustrasi, karena dia baru saja masuk," tutur Buijs.
Buijs mempertanyakan logika di balik keputusan Hubner untuk melakukan tekel sembrono di wilayah yang tidak mengancam.
"Jika Anda baru saja masuk, Anda tidak akan melakukan tekel seperti itu enam puluh meter dari gawang Anda, kan? Itu bodoh," tegas Buijs.
Pelatih berharap insiden ini dapat menjadi momen pembelajaran yang penting bagi Hubner dan seluruh anggota tim.
Situasi menjadi sedikit diuntungkan bagi Fortuna Sittard karena tidak lama setelah Hubner diusir, Ajax juga harus bermain dengan 10 orang setelah Baas menerima kartu kuning kedua.
Namun, Buijs tetap melihat konsekuensi kartu merah tersebut sebagai hal yang merugikan.
Ia menekankan bahwa pengalaman bermain dengan satu pemain lebih sedikit diakibatkan oleh kesalahan harus menjadi pelajaran berharga ke depannya.