Emil Audero Hingga Jay Idzes Terancam Dicoret dari Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 karena...

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Kamis, 15 Januari 2026 | 14:18 WIB
Emil Audero Hingga Jay Idzes Terancam Dicoret dari Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 karena...
Pemain Timnas Indonesia Jay Idzes (AFC)
baca 10 detik
  • Timnas Indonesia akan mengandalkan pemain pelapis dan talenta muda pada ajang Piala AFF 2026.

  • Jadwal turnamen yang bentrok dengan pramusim klub Eropa menyulitkan pemanggilan pemain pilar luar negeri.

  • Pelatih John Herdman optimis Piala AFF menjadi momen memperluas basis talenta sepak bola nasional.

Suara.com - Timnas Indonesia kemungkinan besar akan menurunkan susunan pemain yang berbeda pada perhelatan Piala AFF 2026.

Ajang bergengsi tingkat Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 24 Juli sampai 26 Agustus.

Kompetisi tersebut bakal menjadi tempat unjuk gigi bagi para pemain cadangan serta talenta berbakat tanah air.

Perubahan komposisi ini terjadi karena jadwal turnamen bertepatan dengan masa persiapan pramusim tim-tim di Benua Eropa.

Klub-klub luar negeri diprediksi akan sulit memberikan izin bagi pemain pilar mereka untuk kembali ke tanah air.

Sejumlah nama besar yang menjadi tulang punggung Garuda terancam absen dalam turnamen regional yang sangat dinanti ini.

Sosok seperti Maarten Paes, Emil Audero, Kevin Diks, hingga Jay Idzes kemungkinan besar tidak bisa memperkuat tim.

Nama lain yang sulit bergabung adalah Justin Hubner, Dean James, Calvin Verdonk, serta gelandang energik Nathan Tjoe-A-On.

Pemain depan seperti Ragnar Oratmangoen, Mauro Zijlstra, Joey Pelupessy, dan Ole Romeny juga diprediksi harus bertahan di klubnya.

baca juga

Meski demikian, John Herdman selaku juru taktik melihat situasi ini sebagai sebuah peluang emas bagi masa depan.

Pelatih asal Inggris tersebut ingin memanfaatkan Piala AFF untuk memperbesar jangkauan pemilihan pemain nasional Indonesia.

Ia berniat memberikan menit bermain bagi mereka yang belum sempat tampil pada laga internasional bulan Maret dan Juni.

"Turnamen di bulan Juli dan Agustus (Piala AFF) adalah sesuatu yang berbeda. Akan sulit untuk membawa pemain tier 1 dan 2, karena mereka punya komitmen kepada klubnya, dan itu di luar kalender FIFA," kata John Herdman beberapa waktu lalu.

Herdman berpendapat bahwa memiliki kedalaman tim yang merata adalah kunci keberhasilan sebuah negara dalam sepak bola.

Stok pemain yang melimpah akan memudahkan pelatih dalam menentukan pilihan saat menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan.

"Jadi, itulah pentingnya memiliki 'kolam' talenta yang luas. Dan, saya pikir turnamen di Agustus yaitu AFF jadi sebuah kesempatan yang bagus untuk saya memahami seberapa dalam 'kolam' talenta yang dimiliki Indonesia."

Baginya, Piala AFF merupakan laboratorium yang tepat untuk menguji kemampuan individu yang selama ini berada di bangku cadangan.

Pemain muda akan diberikan panggung yang lebih luas guna menunjukkan kualitas mereka di level internasional yang kompetitif.

"Lalu juga memberikan kesempatan kepada para pemain yang tidak mendapatkannya saat Maret atau Juni di kalender FIFA. Untuk memberikan kesempatan kepada para pemain muda, namun dengan skala yang jauh lebih besar," tutur John Herdman.

Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan bintang-bintang baru yang siap bersaing di level yang jauh lebih tinggi.

John Herdman teringat akan pengalamannya terdahulu saat menakhodai Tim Nasional Kanada pada ajang Piala Emas CONCACAF 2021.

Kala itu, tim asuhannya juga terpaksa bermain tanpa kehadiran bintang-bintang utama mereka yang merumput di liga-liga top Eropa.

"Jadi, saya pikir struktur dari turnamen tersebut sebagai seorang pelatih baru itu sempurna. Anda punya kesempatan untuk menggunakan 'kolam' yang jauh lebih besar, dan itu mirip dengan apa yang kita lakukan di CONCACAF dengan Gold Cup," ujar Herdman.

Ketiadaan pemain bintang justru menjadi momen evaluasi yang mendalam bagi staf kepelatihan dalam memantau potensi tersembunyi.

Kondisi tersebut memaksa pelatih untuk mengoptimalkan sumber daya manusia yang tersedia di kompetisi lokal maupun pemain pelapis.

"Kita tidak punya akses untuk mendatangkan Alphonso Davies atau Jonathan David untuk turnamen itu. Anda harus menggunakan pemain lokal dan 'kolam' yang jauh lebih besar. Dan, Anda bisa belajar dan melihat pemain di situasi itu," tutur pelatih asal Inggris tersebut.

Dengan strategi ini, Herdman berharap Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada segelintir pemain inti saja dalam setiap turnamen.

Langkah berani ini diambil demi menciptakan keberlanjutan prestasi bagi Timnas Indonesia di masa yang akan datang.

Masyarakat pecinta sepak bola tanah air kini menantikan kejutan dari para pemain muda yang akan berjuang di lapangan.

Piala AFF 2026 akan menjadi saksi apakah kedalaman skuad Garuda sudah benar-benar siap bersaing di Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jagokan Juventus Raih Scudetto, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Kirim Sinyal Ingin Kembali?

Jagokan Juventus Raih Scudetto, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Kirim Sinyal Ingin Kembali?

Bola | Kamis, 15 Januari 2026 | 13:38 WIB

John Herdman Sebut Rizky Ridho Pemain di Atas Rata-Rata, Siap Bawa Liga Indonesia Naik Level

John Herdman Sebut Rizky Ridho Pemain di Atas Rata-Rata, Siap Bawa Liga Indonesia Naik Level

Your Say | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:50 WIB

Dibawa John Herdman, Cesar Meylan Pegang Peran Kunci di Timnas Indonesia?

Dibawa John Herdman, Cesar Meylan Pegang Peran Kunci di Timnas Indonesia?

Your Say | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:50 WIB

Terkini

Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat

Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:16 WIB

Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI

Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:15 WIB

Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris

Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:15 WIB

Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan

Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:10 WIB

5 Clarifying Toner yang Bantu Kulit Wajah Lebih Halus dan Sehat

5 Clarifying Toner yang Bantu Kulit Wajah Lebih Halus dan Sehat

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:10 WIB

Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara

Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara

Bali | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:07 WIB

Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Minta Eksportir RI Tangkap Peluang

Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Minta Eksportir RI Tangkap Peluang

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:06 WIB

Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?

Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:01 WIB

×