Liga inggris 1 Februari 2026 | 03:00 WIB
Liga inggris 1 Februari 2026 | 00:30 WIB
Liga inggris 31 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 31 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 31 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 27 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga inggris 25 Januari 2026 | 23:30 WIB
Liga inggris 25 Januari 2026 | 21:00 WIB
Liga inggris 25 Januari 2026 | 21:00 WIB
Liga inggris 25 Januari 2026 | 21:00 WIB
Liga inggris 25 Januari 2026 | 00:30 WIB
Liga inggris 24 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 24 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 24 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 24 Januari 2026 | 19:30 WIB
Liga inggris 20 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga inggris 18 Januari 2026 | 23:30 WIB
Liga inggris 18 Januari 2026 | 21:00 WIB
Liga inggris 18 Januari 2026 | 00:30 WIB
Liga inggris 17 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 17 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 17 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 17 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 17 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 17 Januari 2026 | 19:30 WIB
Liga inggris 9 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga inggris 8 Januari 2026 | 03:15 WIB
Liga inggris 8 Januari 2026 | 03:15 WIB
Liga inggris 8 Januari 2026 | 02:30 WIB
Liga inggris 8 Januari 2026 | 02:30 WIB
Liga inggris 8 Januari 2026 | 02:30 WIB
Liga inggris 8 Januari 2026 | 02:30 WIB
Liga inggris 8 Januari 2026 | 02:30 WIB
Liga inggris 8 Januari 2026 | 02:30 WIB
Liga inggris 7 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga inggris 5 Januari 2026 | 00:30 WIB
Liga inggris 4 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 4 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 4 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 4 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 4 Januari 2026 | 19:30 WIB
Liga inggris 4 Januari 2026 | 00:30 WIB
Liga inggris 3 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 3 Januari 2026 | 22:00 WIB
Liga inggris 3 Januari 2026 | 19:30 WIB
Liga inggris 2 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga inggris 2 Januari 2026 | 03:00 WIB
Liga inggris 2 Januari 2026 | 00:30 WIB
Liga inggris 2 Januari 2026 | 00:30 WIB
Liga inggris 31 Desember 2025 | 03:15 WIB
Liga inggris 31 Desember 2025 | 03:15 WIB
Liga inggris 31 Desember 2025 | 02:30 WIB
Liga inggris 31 Desember 2025 | 02:30 WIB
Liga inggris 31 Desember 2025 | 02:30 WIB
Liga inggris 31 Desember 2025 | 02:30 WIB
Liga inggris 28 Desember 2025 | 23:30 WIB
Liga inggris 28 Desember 2025 | 21:00 WIB
Liga inggris 28 Desember 2025 | 00:30 WIB
Liga inggris 27 Desember 2025 | 22:00 WIB
Liga inggris 27 Desember 2025 | 22:00 WIB
Liga inggris 27 Desember 2025 | 22:00 WIB
Liga inggris 27 Desember 2025 | 22:00 WIB
Liga inggris 27 Desember 2025 | 22:00 WIB
Liga inggris 27 Desember 2025 | 19:30 WIB
Liga inggris 27 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga inggris 23 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga inggris 21 Desember 2025 | 23:30 WIB
Liga inggris 21 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga inggris 21 Desember 2025 | 03:00 WIB
Liga inggris 21 Desember 2025 | 00:30 WIB
Liga inggris 20 Desember 2025 | 22:00 WIB
Liga inggris 20 Desember 2025 | 22:00 WIB
Liga inggris 20 Desember 2025 | 22:00 WIB
Liga inggris 20 Desember 2025 | 22:00 WIB
Liga inggris 20 Desember 2025 | 19:30 WIB

Pundit Legenda MU Roy Keane dan Gary Neville Dikritik, Dinilai Lebih Cari Sensasi

Galih Prasetyo Suara.Com
Senin, 19 Januari 2026 | 23:30 WIB
Pundit Legenda MU Roy Keane dan Gary Neville Dikritik, Dinilai Lebih Cari Sensasi
Arsenal atau Manchester City? Ini Pilihan Roy Keane Favorit Juara Premier League 2025/2026 [Instagram]
Baca 10 detik
  • Pundit mantan pemain Manchester United di Sky Sports dikritik karena analisisnya terlalu sensasional dan emosional.
  • Roy Keane menjadi sorotan utama karena komentarnya yang provokatif dan viral semenjak menjadi wajah utama sejak 2019.
  • Gary Neville turut dikritik atas inkonsistensi analisisnya dan munculnya dugaan konflik kepentingan terkait United.

Suara.com - Peran legenda Manchester United sebagai pengamat sepak bola di Sky Sports menjadi sorotan.

Kritik tajam diarahkan kepada sejumlah mantan pemain Setan Merah yang kini rutin tampil sebagai pundit, seiring meningkatnya anggapan bahwa analisis yang mereka sajikan lebih mengedepankan sensasi ketimbang substansi.

Sky Sports, yang telah mengudara selama 36 tahun dalam meliput Premier League, dinilai mencapai titik jenuh dalam kualitas punditry.

Paparan berlebihan terhadap figur-figur ikonik, khususnya Roy Keane dan Gary Neville, justru dianggap menelanjangi kelemahan analisis mereka yang kerap kontradiktif dan emosional.

Gary Neville (instagram/gneville2)
Gary Neville (instagram/gneville2)

Roy Keane menjadi figur paling menonjol dalam kritik tersebut.

Mantan kapten Manchester United itu sempat menyatakan pada 2008 bahwa dirinya enggan menjadi pundit.

Namun sejak 2019, Keane justru menjadi wajah utama Sky Sports dan kerap melontarkan pernyataan keras yang mudah dipotong menjadi klip viral.

Menjelang derby Manchester terakhir, komentar Keane dinilai melampaui batas.

Ia melontarkan kritik menyeluruh terhadap hampir seluruh elemen Manchester United, bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Menang Gugatan atas Juvenuts, Bianconeri Gagal Tarik Dana Rp172 Miliar

Sky Sports kemudian mengunggah sejumlah klip pernyataannya, memperkuat kesan bahwa opini provokatif kini menjadi komoditas utama siaran.

Kondisi tersebut membuat sebagian penggemar, khususnya pendukung Manchester United, mulai lelah.

Keane dan Neville dianggap terlalu sering merendahkan klub yang pernah mereka bela, atau justru berubah sikap ketika hasil pertandingan tidak sesuai dengan narasi sebelumnya.

Gary Neville pun tak luput dari kritik. Meski pernah dipuji berkat analisis mendalam bersama Jamie Carragher, Neville kini dinilai kerap inkonsisten.

Ia menuntut Manchester United menunjuk pelatih sesuai DNA klub namun sebelumnya mendorong perubahan sistem permainan yang justru bertolak belakang dengan prinsip tersebut.

Kedekatan personal Neville dengan sejumlah figur internal Manchester United juga memicu anggapan konflik kepentingan.

Situasi ini membuat sebagian penonton meragukan objektivitas pandangannya, terlebih ketika komentar emosionalnya di ruang siar memicu keluhan publik.

Tak hanya Keane dan Neville, nama-nama lain seperti Paul Scholes dan Nicky Butt juga disebut.

Kritik mereka terhadap pemain Manchester United dinilai terlalu simplistis, menyerupai obrolan penggemar di pub, alih-alih analisis mendalam dari mantan pemain elite yang kaya pengalaman.

Sebaliknya, BBC justru dipuji mampu menghadirkan kualitas analisis yang lebih segar melalui program Match of the Day.

Dengan durasi terbatas, BBC dinilai berhasil menyajikan pandangan lebih jernih lewat figur-figur seperti Wayne Rooney, Joe Hart, dan Ashley Williams.

Kontributor: M.Faqih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI