Legenda AC Milan Sebut Lapangan Jadi Faktor Kekalahan Inter Milan dari Bodo/Glimt, Kok Bisa?

Arief Apriadi

Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:36 WIB
Legenda AC Milan Sebut Lapangan Jadi Faktor Kekalahan Inter Milan dari Bodo/Glimt, Kok Bisa?
Costacurta sebut kekalahan Inter dari Bodo/Glimt (1-3) wajar karena kondisi lapangan sintetis & cuaca ekstrem Norwegia. [X]
baca 10 detik
  • Inter Milan kalah 1-3 dari FK Bodo/Glimt pada leg pertama playoff Liga Champions di Norwegia.
  • Legenda AC Milan, Billy Costacurta, menyatakan kondisi lapangan Aspmyra Stadion sangat tidak standar untuk sepak bola.
  • Costacurta mencontohkan klub besar Eropa lain pernah kesulitan bermain akibat kondisi lapangan ekstrem markas Bodo/Glimt.

Suara.com - Kekalahan 1-3 Inter Milan dari FK Bodo/Glimt pada leg pertama playoff UEFA Champions League menuai sorotan tajam.

Legenda AC Milan, Billy Costacurta, angkat bicara dan menilai kondisi lapangan di Norwegia menjadi faktor krusial dalam hasil mengejutkan tersebut.

Berbicara di Sky Sport, Costacurta menegaskan dirinya tidak sedang membela Inter. Namun ia menyebut laga di Aspmyra Stadion menghadirkan kondisi yang jauh dari standar sepak bola pada umumnya.

“Saya tidak ingin membela Inter, tetapi itu bukan sepak bola, itu olahraga yang berbeda. Lapangannya terlalu berbeda,” ujar Costacurta.

Menurutnya, faktor rumput sintetis dan kondisi cuaca ekstrem membuat pertandingan berjalan tidak normal.

Costacurta juga menyoroti fakta bahwa sejumlah klub besar Eropa pernah kesulitan di markas Bodo/Glimt.

“Di sana juga kalah Manchester City dan Atletico Madrid. Jadi saya tidak akan terlalu memikirkan hasil ini,” tambahnya.

Ia mengakui Juventus pernah menang di stadion tersebut, tetapi situasinya berbeda karena Bodo saat itu berada di fase akhir musim.

Dalam laga tersebut, Inter sempat menyamakan kedudukan lewat Pio Esposito. Namun, dua gol cepat Jens Petter Hauge dan Hogh di babak kedua membuat pasukan Cristian Chivu pulang dengan kekalahan.

baca juga

Costacurta menilai hasil ini tetap harus dievaluasi, tetapi tidak bisa dilepaskan dari konteks pertandingan yang tidak biasa.

“Tiga pertandingan klub Italia di Liga Champions musim ini terasa aneh dengan alasan berbeda-beda. Tapi memang sudah lama kita katakan ada tim-tim yang bermain dengan ritme lebih tinggi,” ujarnya.

Inter kini wajib menang dengan selisih minimal dua gol di San Siro untuk menjaga asa lolos ke babak berikutnya.

Meski tertinggal agregat, Costacurta yakin situasi bisa berubah saat bermain di kandang sendiri dengan kondisi lapangan yang lebih familiar.

Kontributor: Adam Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Wakil Serie A Remuk di Liga Champions, Paolo Di Canio Sebut Sepak Bola Italia Menuju Kehancuran

3 Wakil Serie A Remuk di Liga Champions, Paolo Di Canio Sebut Sepak Bola Italia Menuju Kehancuran

Bola | Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:34 WIB

Kans Pemain Keturunan Indonesia Ini Bisa Tampil di Leg Kedua Knock Out Liga Champions

Kans Pemain Keturunan Indonesia Ini Bisa Tampil di Leg Kedua Knock Out Liga Champions

Bola | Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:15 WIB

AC Milan Tersandung di Como: Game Over Perebutan Scudetto, Tiket Liga Champions Jadi Prioritas

AC Milan Tersandung di Como: Game Over Perebutan Scudetto, Tiket Liga Champions Jadi Prioritas

Bola | Kamis, 19 Februari 2026 | 22:00 WIB

Terkini

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Health | Minggu, 13 September 2026 | 18:02 WIB

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:55 WIB

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:50 WIB

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 17:47 WIB

×