- Kekerasan meluas di Jalisco dan Meksiko menyusul kabar kematian pemimpin kartel narkotika, El Mencho, memicu ancaman pada status tuan rumah Piala Dunia 2026.
- Situasi keamanan buruk menyebabkan penundaan sementara pertandingan Liga Meksiko pria dan penyesuaian jadwal Liga MX Femenil demi keselamatan publik.
- Kabar kematian El Mencho muncul setelah operasi aparat di Talpa de Allende, Jalisco, yang berdampak gangguan luas di beberapa negara bagian.
Suara.com - Gelombang kekerasan yang terjadi di Jalisco dan sejumlah wilayah Meksiko pasca kabar tewasnya bos kartel narkotika, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho menuai sorotan tajam dari sejumlah pihak.
Kondisi dalam negeri Meksiko yang rusuh pasca kematian bos kartel tersebut membuat status mereka sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 terancam.
Meksiko dijadwalkan menjadi salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada di Piala Dunia 2026.
Meksiko mendapat jatah 13 pertandingan, termasuk laga pembuka di Stadion Azteca.
Namun, kurang dari empat bulan sebelum turnamen bergulir, situasi keamanan menjadi sorotan tajam.
Beredarnya video blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan kepanikan warga di berbagai kota memicu perdebatan luas, terutama di media sosial.
Beberapa stadion yang akan digunakan antara lain Estadio Azteca, Estadio Akron, dan Estadio BBVA.
![Trofi FIFA World Cup 2026 diperlihatkan kepada media saat Trophy Tour di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/23/38609-tur-trofi-piala-dunia-2026-trophy-tour-fifa-world-cup-2026.jpg)
Guadalajara dan Monterrey bahkan akan menjadi lokasi laga playoff internasional pada akhir Maret mendatang.
Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait situasi keamanan di Meksiko.
Baca Juga: Bedah Taktik John Herdman: Dari 3-4-3 hingga 4-4-2, Mana yang Cocok untuk Timnas Indonesia?
Secara regulasi, pencabutan status tuan rumah dalam waktu yang sangat mepet menjelang turnamen tergolong langkah ekstrem dan kompleks.
Selain faktor logistik, infrastruktur, dan kontrak komersial yang sudah berjalan, keputusan tersebut juga menyangkut koordinasi lintas negara karena Piala Dunia 2026 digelar bersama tiga negara.
Sementara itu, situasi keamanan yang masih genting membuat otoritas setempat mengambul keputusan penghentian dan penundaan sementara Liga Meksiko.
Dilansir dari Eje Central, di kompetisi wanita, beberapa laga Liga MX Femenil mengalami penyesuaian jadwal.
Sementara di kompetisi pria Liga MX, pertandingan antara Querétaro dan FC Juárez dilaporkan ditunda demi alasan keamanan.
Sebelumnya, laporan dari sejumlah media lokal melaporkan bahwa sosok yang dikenal sebagai pemimpin Cártel Jalisco Nueva Generación (CJNG), El Mencho meninggal dunia dalam operasi di Talpa de Allende, Jalisco.
Operasi aparat berlangsung pada Minggu pagi waktu setempat di wilayah yang disebut sebagai salah satu basis operasi kelompok tersebut.
Pasca operasi, muncul laporan blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan gangguan aktivitas publik di beberapa negara bagian seperti Jalisco, Michoacán, Guanajuato, Colima, Aguascalientes, hingga Tamaulipas.
Pemerintah daerah Jalisco mengaktifkan status siaga dan meningkatkan pengamanan di berbagai titik strategis.
Otoritas setempat juga mengimbau masyarakat untuk menghindari area terdampak dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Nemesio Oseguera Cervantes dikenal sebagai tokoh sentral dalam CJNG, salah satu kelompok kriminal terbesar di Meksiko. Ia telah lama menjadi target utama aparat penegak hukum Meksiko dan Amerika Serikat.