-
Pelatih Persija Mauricio Souza membela Allano Lima dari kritik tajam mengenai koleksi kartu kuning.
-
Meski sering dihukum kartu, Allano Lima berkontribusi besar dengan tujuh gelar pemain terbaik.
-
Souza meminta media fokus pada kemenangan Persija bukan pada catatan disiplin individu pemain.
"Allano tidak bicara apa pun dengan wasit, dengan siapa pun. Ada beberapa pemain terlibat masalah, justru pemain yang mendapatkan kartu itu Allano," ujar Souza usai laga.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kartu kuning yang diterima Allano kali ini bukanlah hasil dari tindakan provokatif.
Souza menyayangkan mengapa narasi negatif lebih dominan muncul saat timnya baru saja meraih kemenangan krusial.
"Jadi, di satu momen, kita tidak menghargai kemenangan Persija. Jadi, selalu ada kritik dari wartawan untuk pemain kami," jelasnya.
Eks pelatih Madura United itu tampak sangat kecewa karena prestasi tim seolah tidak cukup memuaskan.
Jika menilik data statistik, peran Allano Lima bagi Persija Jakarta memang sangatlah vital dan dominan.
Sejauh musim ini berjalan, pemain berusia 30 tahun itu sudah mengemas enam gol untuk Macan Kemayoran.
Tidak hanya tajam, ia juga sangat dermawan dengan memberikan tujuh assist bagi rekan setimnya yang lain.
Total ia sudah meraih tujuh gelar man of the match, yang membuktikan pengaruhnya dalam setiap laga.
Meski demikian, ia memang memiliki catatan satu kartu merah dan sebelas kartu kuning yang mencolok.
Souza heran karena fakta positif seringkali dikesampingkan demi mencari kesalahan kecil dari pemain andalannya itu.
"Sepertinya yang sudah kami lakukan tidak bisa memuaskan wartawan. Memang beberapa klub yang sedang bersaing jadi juara, kami datang ke sini dengan laga susah, kami bisa dapat kemenangan," ucap Souza.
Menurutnya, memenangkan pertandingan di kandang lawan yang kuat seperti Malut United bukanlah perkara mudah.
Ia mengajak semua pihak untuk lebih mengapresiasi kerja keras pemain dalam menjaga posisi di papan atas.
Persija saat ini memang tengah bersaing ketat dalam jalur perebutan gelar juara liga musim ini.
"Mungkin ketujuh kalinya Allano jadi pemain terbaik. Tapi, kita cuma fokus ke kartu kuningnya dia, sedih sekali saya. Jadi, apakah Allano seperti itu, dia dapat kartu terus, atau kita mau kritik terus?" tuturnya.
Pelatih berkebangsaan Brasil ini menegaskan bahwa tim pelatih tidak tinggal diam mengenai masalah kedisiplinan.
Pihak manajemen dan staf kepelatihan sudah melakukan langkah-langkah persuasif secara internal kepada Allano Lima.
Tujuannya agar sang pemain bisa lebih mengontrol emosi tanpa mengurangi agresivitas permainannya yang efektif.
Sejauh ini Allano diklaim tetap menunjukkan komitmen dan profesionalisme yang sangat tinggi untuk tim.
"Kami sudah berbicara dengan dia, dan dia menjaga dirinya, emosinya. Tapi, dia adalah pemain bagus dan mau lakukan yang terbaik untuk tim," ungkap Souza.
Souza kembali menekankan bahwa dalam insiden terbaru, Allano sebenarnya tidak melakukan kesalahan fatal.
Wasit dianggap terlalu mudah memberikan kartu meskipun sang pemain tidak melakukan pelanggaran yang berlebihan.
Pelatih meminta agar narasi negatif ini segera dihentikan demi menjaga suasana kondusif di dalam skuad.
Fokus utama Persija saat ini adalah terus mengumpulkan poin demi poin di sisa musim kompetisi.
"Tapi, kali ini, dia tidak melakukan apa-apa dan diberikan kartu kuning. Fokus kami di laga adalah kemenangan, jangan fokus ke kartu Allano. Saya pikir The Jakmania selalu kasih dukunga yang positif untuk kami," pungkasnya.
Souza percaya bahwa pendukung setia Persija memiliki sudut pandang yang lebih objektif dan positif.
Ia berharap dukungan suporter tidak goyah oleh pemberitaan yang hanya menyudutkan satu individu pemain saja.
Kemenangan atas Malut United harusnya menjadi momentum perayaan atas kerja keras seluruh elemen tim Persija.
Macan Kemayoran kini bersiap menatap laga selanjutnya dengan motivasi tinggi untuk tetap berada di jalur juara.