FIFA Siapkan Skenario Pengganti Tercepat Jika Timnas Iran Absen di Piala Dunia 2026

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 01 Maret 2026 | 05:21 WIB
FIFA Siapkan Skenario Pengganti Tercepat Jika Timnas Iran Absen di Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Iran saat melakukan sesi pemotretan sebelum berlaga. (The Sun)
baca 10 detik
  • Serangan militer Amerika Serikat ke Iran mengancam keberlangsungan Grup G di Piala Dunia.

  • FIFA mempertimbangkan Uni Emirat Arab atau Irak sebagai pengganti jika Iran batal bertanding.

  • Sekjen FIFA menjamin keamanan seluruh peserta meski tensi politik di Amerika Utara sedang memanas.

Suara.com - Dunia olahraga internasional kini sedang dibayangi oleh awan gelap akibat konfrontasi bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketegangan geopolitik ini menjadi latar belakang yang sangat tidak nyaman menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Hubungan diplomatik kedua negara terus merosot tajam apalagi Iran termasuk dalam daftar larangan perjalanan yang diterapkan pemerintahan Trump.

Meski staf dan pemain tim nasional mendapat pengecualian namun kendala visa sempat membuat pejabat Iran mengancam boikot.

Awalnya mereka berniat absen dalam pengundian grup di Washington D.C sebelum akhirnya membatalkan rencana boikot tersebut.

Situasi semakin tidak menentu setelah Gedung Putih mengumumkan dimulainya operasi tempur besar-besaran terhadap wilayah kedaulatan Iran.

Amerika Serikat menggandeng Israel dalam operasi militer gabungan yang menargetkan berbagai lokasi strategis termasuk wilayah ibu kota Tehran.

Donald Trump yang sebelumnya meraih penghargaan perdamaian perdana dari FIFA kini menegaskan niatnya untuk menghancurkan kekuatan militer lawan.

Pihak Iran langsung merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

baca juga

Serangan balasan tersebut mencakup wilayah Israel hingga markas AS di Qatar, Kuwait, UEA, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Bahrain.

Eskalasi ini memicu kekhawatiran besar bahwa Iran tidak akan bisa berpartisipasi dalam ajang sepak bola bergengsi musim panas ini.

Padahal Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah utama dengan menggelar 78 dari total 104 pertandingan di 11 kota berbeda.

Dikutip dari Sport Bible, Iran sendiri telah memastikan tiket putaran final sejak Maret lalu setelah tampil perkasa sebagai juara Grup A zona Asia.

Keberhasilan tersebut menandai partisipasi ketujuh kalinya bagi tim nasional Iran dalam sejarah panjang turnamen Piala Dunia.

Berdasarkan hasil undian Iran berada di Grup G yang dihuni oleh tim kuat Belgia, Mesir, serta wakil Oseania Selandia Baru.

Seluruh jadwal pertandingan Iran dalam fase grup ini rencananya akan dilangsungkan sepenuhnya di atas tanah Amerika Serikat.

Dunia kini menanti kepastian apakah konflik senjata ini akan memutus harapan para pemain Iran untuk berlaga di lapangan hijau.

FIFA sebenarnya telah memiliki protokol resmi jika ada negara peserta yang memutuskan mundur atau terpaksa dilarang bertanding.

Regulasi FIFA menyebutkan bahwa tim yang bermasalah akan digantikan oleh tim alternatif yang memiliki kualifikasi terbaik dari konfederasi yang sama.

Dalam konteks ini Uni Emirat Arab atau UEA menjadi kandidat terkuat yang bisa mendapatkan keuntungan dari situasi sulit Iran.

UEA tercatat sebagai tim dengan peringkat tertinggi di kualifikasi Asia yang sebelumnya belum berhasil lolos secara langsung.

Sebelumnya langkah UEA dihentikan oleh Irak dalam babak play-off zona kontinental dengan skor agregat tipis 3-2.

Irak sendiri saat ini sedang bersiap menghadapi babak play-off antarbenua melawan tim dari Amerika Selatan atau Karibia pada akhir Maret.

Opsi lain yang muncul adalah memberikan slot langsung Iran kepada Irak dan menggeser posisi UEA ke babak play-off interkontinental.

Hingga saat ini badan sepak bola dunia tersebut belum mengeluarkan keputusan final terkait status kepesertaan Iran di Amerika Utara.

Mattias Grafstrom selaku Sekretaris Jenderal FIFA menyatakan bahwa pihaknya terus memantau setiap perkembangan yang terjadi di Timur Tengah.

Beliau menambahkan bahwa diskusi mendalam belum dilakukan namun pengawasan terhadap isu-isu global tetap menjadi prioritas utama organisasi.

Fokus utama FIFA saat ini adalah menjamin bahwa seluruh tim yang telah ikut dalam pengundian di Washington bisa bertanding dengan aman.

Komunikasi intensif dengan tiga pemerintah tuan rumah akan terus dijalankan guna memastikan stabilitas keamanan selama turnamen berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presenter Sepakbola Richard Keys Mendadak Berhenti Siaran Saat AS Membombardir Iran

Presenter Sepakbola Richard Keys Mendadak Berhenti Siaran Saat AS Membombardir Iran

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 05:10 WIB

Prediksi Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Usai Serangan Amerika Serikat

Prediksi Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Usai Serangan Amerika Serikat

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 04:50 WIB

Rudal Israel Hantam Iran, Nasib Tragis Eks Barcelona Terjebak di Pesawat Saat Teheran Membara

Rudal Israel Hantam Iran, Nasib Tragis Eks Barcelona Terjebak di Pesawat Saat Teheran Membara

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 04:36 WIB

Terkini

'Kami Muak' Menggema di Depan Kejagung, Massa Desak Program MBG Dihentikan

'Kami Muak' Menggema di Depan Kejagung, Massa Desak Program MBG Dihentikan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: APV Ungguli Ertiga, Ini Mobil Terlaris Suzuki

Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: APV Ungguli Ertiga, Ini Mobil Terlaris Suzuki

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:00 WIB

Review Love Barista: Sajikan Perjalanan Cinta yang Penuh Pengorbanan Manis

Review Love Barista: Sajikan Perjalanan Cinta yang Penuh Pengorbanan Manis

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:00 WIB

Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar

Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:58 WIB

Viral Video BYD Tang Terjang Banjir Hingga Komponen Copot Picu Keraguan Keamanan Mobil Listrik

Viral Video BYD Tang Terjang Banjir Hingga Komponen Copot Picu Keraguan Keamanan Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:56 WIB

Pria Terlempar ke Sungai usai Standing Motor di Jembatan Rantau Kampar

Pria Terlempar ke Sungai usai Standing Motor di Jembatan Rantau Kampar

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:55 WIB

Kerusakan Habitat Ancam Jahe Endemik Pulau Jawa, Bagaimana Penelitian DNA Bantu Menyelamatkannya?

Kerusakan Habitat Ancam Jahe Endemik Pulau Jawa, Bagaimana Penelitian DNA Bantu Menyelamatkannya?

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:55 WIB

Sunscreen Orang Dewasa Boleh Dipakai Anak-Anak? Begini Saran Aman dari Dokter

Sunscreen Orang Dewasa Boleh Dipakai Anak-Anak? Begini Saran Aman dari Dokter

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:55 WIB

Inggris vs Argentina: Thomas Tuchel Kantongi Strategi Redam Lionel Messi

Inggris vs Argentina: Thomas Tuchel Kantongi Strategi Redam Lionel Messi

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:50 WIB

The Odyssey: Mengapa Kita Suka Menghakimi Film sebelum Nonton?

The Odyssey: Mengapa Kita Suka Menghakimi Film sebelum Nonton?

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:50 WIB

×