- Ketegangan politik AS-Iran kembali memanas menjelang Piala Dunia 2026, mengingatkan pertemuan penuh simbolisme tahun 1998.
- Pada laga 1998, Iran memberikan mawar putih sebagai simbol perdamaian meskipun hubungan kedua negara tegang sejak 1979.
- Presiden Federasi Iran meragukan partisipasi tim pada Piala Dunia 2026 yang sebagian besar laganya di AS.
Suara.com - Ketegangan politik Amerika Serikat dan Iran kembali memanas jelang Piala Dunia 2026.
Situasi ini mengingatkan publik pada pertemuan bersejarah mereka di Piala Dunia 1998 di Prancis.
Kala itu, kedua tim tergabung di Grup F bersama Jerman dan Yugoslavia.
Hubungan diplomatik kedua negara bahkan sudah terputus sejak krisis sandera 1979 di Teheran.
Invasi Irak ke Iran pada 1980 memperburuk situasi. Amerika dituduh membantu rival Iran lewat penjualan senjata.
Sebulan sebelum laga 1998 digelar, Departemen Luar Negeri AS menyebut Iran sebagai sponsor terorisme paling aktif.
Atmosfer politik jelas membayangi pertandingan 28 tahun lalu.
![Kilas Balik Duel Iran vs Amerika Serikat di Piala Dunia 1998, Mawar Putih Jadi Simbol Perdamaian [Tangkap layar Youtube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/03/74750-timnas-iran-di-piala-dunia-1998.jpg)
Namun momen berbeda justru tercipta di lapangan. Para pemain Iran memberikan bunga mawar putih kepada skuad Amerika sebagai simbol perdamaian.
Tim AS membalas dengan menyerahkan panji bertema Amerika Serikat. Kedua tim tersenyum dan berfoto bersama sebelum laga dimulai.
Pelatih Iran saat itu, Jalal Talebi, mengungkap alasan di balik gestur tersebut. “Kami memutuskan melakukan sesuatu yang spesial,” ujarnya kepada ESPN.
“Biarkan kami masuk dan memberi mereka bunga yang indah untuk mengatakan bahwa kami datang untuk perdamaian. Kami tidak datang untuk bertarung atau apa pun,” tegas Talebi.
Di lapangan, Iran menang 2-1 di Lyon. Meski begitu, kedua tim gagal melaju ke fase gugur.
Dua gol kemenangan Iran saat itu dicetak oleh Hamid Estili dan Mehdi Mahdavikia. Sedangkan satu-satunya gol AS dicetak oleh Brian McBride.
Mereka kembali bertemu di Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Gol tunggal Christian Pulisic memastikan kemenangan Amerika Serikat.
Kini bayang-bayang ketegangan kembali muncul jelang Piala Dunia FIFA 2026.