- Pemain Timnas Putri Iran, Sara Didar, mengungkapkan kecemasan mendalam saat berlaga di Piala Asia Putri 2026 menyusul konflik militer Iran.
- Konflik dipicu serangan udara AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, dibalas dengan peluncuran rudal oleh Iran.
- Meskipun khawatir, pelatih dan pemain Iran menegaskan komitmen profesional untuk fokus bertanding di turnamen tersebut.
Suara.com - Pemain Timnas Putri Iran, Sara Didar, menahan air mata saat ditanya soal konflik militer yang memanas di negaranya. Di tengah situasi genting, Iran tetap berjuang di ajang Piala Asia Putri 2026.
Konflik pecah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran akhir pekan lalu.
Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei, yang kemudian dibalas Iran dengan peluncuran rudal ke sejumlah negara di Semenanjung Arab.
Saat ditanya awak media soal kondisi tanah airnya, Sara tak menampik bahwa ia dan pemain timnas putri Iran lainnya merasakan rasa sedih, kalut, dan cemas.
“Jelas kami semua khawatir dan sedih atas apa yang terjadi di Iran, keluarga kami di sana, dan orang-orang yang kami cintai,” ujar Sara Didar seperti dilansir dari Reuters.
Penyerang berusia 21 tahun itu berharap ada kabar baik untuk negaranya.
“Saya sangat berharap ini akan menjadi sesuatu yang baik bagi negara kami ke depan, dan saya berharap negara saya tetap kuat dan hidup,” katanya.
Iran mengawali Grup A dengan kekalahan 0-3 dari Korea Selatan pada Senin lalu.
Berikutnya, Sara Didar dkk akan menghadapi tuan rumah Australia di Gold Coast Stadium, Kamis.
Gelandang Australia, Amy Sayer, memuji keberanian para pemain Iran.
Ia menilai tampil di turnamen kontinental di tengah gejolak politik dan serangan militer bukan hal mudah.
Pelatih Iran, Marziyeh Jafari, menegaskan timnya tetap profesional.
“Kami sangat khawatir dengan keluarga dan masyarakat di Iran. Tidak ada yang mencintai perang,” ujarnya.
“Namun kami datang ke sini untuk bermain sepak bola secara profesional dan berusaha fokus pada pertandingan di depan,” tambah Jafari.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas Iran-Australia yang hadir memberi dukungan.
“Orang-orang Iran di Australia mendukung kami. Kami senang memiliki masyarakat yang bersatu dan suportif, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat mereka bangga,” tutupnya.
Profil Sara Didar Mesin Gol Timnas Putri Iran
Sara Didar lahir pada 27 Desember 2004 dan dikenal sebagai salah satu penyerang muda paling menjanjikan Iran. Ia kini memperkuat Bam Khatoon FC di Kowsar Women Football League serta menjadi andalan Timnas Putri Iran.
Didar mulai membela tim nasional senior sejak 2020. Dalam usia yang masih 21 tahun, ia sudah mencatatkan kontribusi penting lewat gol-gol krusial di level internasional.
Di level klub, Didar bermain untuk Bam Khatoon FC, salah satu kekuatan utama di Liga Sepak Bola Putri Iran. Ketajamannya di lini depan membuat namanya rutin masuk skuad utama tim nasional.
Pada 12 Juni 2025, Didar mencetak gol internasional perdananya saat Iran menghajar Irak 7-0 dalam laga persahabatan di Teheran.
Gol tersebut menjadi awal dari rangkaian kontribusi pentingnya sepanjang 2025.
Ia kembali mencetak gol saat menghadapi Singapura pada 10 Juli 2025 di Kualifikasi Piala Asia Putri 2026.
Dalam laga di Amman itu, Iran menang 4-0 dan Didar menyumbang dua gol.
Ketajamannya berlanjut saat melawan Yordania pada 19 Juli 2025. Golnya membantu Iran menang tipis 2-1 dan mengamankan langkah penting di fase kualifikasi.
Tak berhenti di situ, Didar juga mencetak dua gol ke gawang India dalam laga uji coba di Shillong, Oktober 2025.
Iran menang 2-0, mempertegas peran Didar sebagai mesin gol masa depan Team Melli Putri.
Tiga hari berselang, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor saat Iran menundukkan Nepal 3-0.
Konsistensi tersebut membuat Didar disebut sebagai salah satu aset terpenting sepak bola putri Iran saat ini.
Kontributor: M.Faqih