-
John Herdman menghadapi krisis pemain akibat sanksi dan cedera menjelang debutnya di FIFA Series.
-
Lima nama potensial mulai dari Teja Paku Alam hingga David da Silva berpeluang dipanggil.
-
Absensi pilar utama menjadi kesempatan emas bagi regenerasi wajah baru di tubuh Timnas Indonesia.
Suara.com - Era kepemimpinan John Herdman di kursi kepelatihan Timnas Indonesia langsung disambut dengan tantangan yang sangat berat.
Pelatih berkebangsaan Kanada tersebut harus menghadapi situasi sulit tepat sebelum ia memulai debut resminya bersama Skuad Garuda.
Gelombang absennya para pemain kunci memaksa adanya perombakan besar-besaran pada komposisi tim nasional saat ini.
Persiapan menuju agenda FIFA Series 2026 yang dijadwalkan pada akhir Maret pun kini menjadi penuh tanda tanya.
Kondisi tim sedang tidak baik-baik saja lantaran lima pemain pilar utama dipastikan tidak bisa memperkuat negara.
Thom Haye bersama Shayne Pattynama harus menepi akibat hukuman larangan bermain sebanyak lima pertandingan internasional.
Sanksi berat tersebut merupakan buntut dari aksi protes keras yang mereka lakukan pada laga melawan Irak sebelumnya.
Masalah kian pelik setelah Asnawi Mangkualam dilaporkan mengalami cedera ACL yang membutuhkan waktu pemulihan sangat lama.
Marselino Ferdinan juga masih dalam pemantauan medis pasca menjalani operasi pada bagian otot hamstring miliknya.
Baca Juga: Kevin Diks Menggila! Bek Timnas Indonesia Ini Jadi Mesin Gol Asia di Bundesliga
Nama terakhir yang masuk ruang perawatan adalah Dean James yang mendapatkan cedera saat berlaga di kompetisi KNVB Beker.
Kekosongan posisi di berbagai lini membuat John Herdman harus melirik nama-nama potensial yang selama ini terabaikan.
Salah satu sosok yang paling mencolok untuk dipanggil kembali adalah penjaga gawang andalan Persib Bandung, Teja Paku Alam.
Teja menunjukkan performa yang sangat luar biasa sepanjang kompetisi Liga 1 musim 2025/2026 ini berjalan.
Hingga pekan ke-23, kiper asal Sumatera Barat tersebut berhasil mencatatkan 14 kali nirbobol dari total 20 laga.
Rasio clean sheet miliknya mencapai angka 70 persen yang sekaligus menjadikannya kiper paling konsisten di kasta tertinggi.