- Striker Persija, Mauro Zijlstra, mengalami cedera otot kambuhan saat membela Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series 2026.
- Hasil pemeriksaan MRI mengonfirmasi adanya robekan otot serius pada pangkal paha yang mengharuskan pemain menjalani pemulihan intensif.
- Kondisi tersebut mengancam karier Zijlstra karena ia terancam absen hingga sisa musim kompetisi 2025/2026 berakhir pada Mei.
Suara.com - Pengorbanan mahal harus dibayar Mauro Zijlstra saat membela Timnas Indonesia. Striker Persija Jakarta itu harus menepi dari lapangan hijau selama beberapa pekan dan bahkan terancam mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera otot kambuhan yang ia dapatkan di ajang FIFA Series 2026.
Pemain berusia 21 tahun itu sejatinya tampil impresif dalam debutnya. Ia sukses menyumbangkan satu gol dalam kemenangan telak 4-0 Indonesia atas St Kitts and Nevis.
Namun, laga yang dihiasi satu gol itu justru menjadi petaka. Akibat cedera yang ia alami di tengah performa apiknya, Zijlstra harus dicoret dari skuad untuk laga final dan posisinya digantikan oleh Jens Raven.
Usai kembali ke klub, diagnosis yang ditakutkan pun menjadi kenyataan. Cedera yang dialami Zijlstra terjadi di area pangkal paha, bagian yang sama persis dengan yang membuatnya absen dalam dua laga Persija sebelumnya.
Ini mengindikasikan sebuah cedera kambuhan yang serius. Dokter tim Persija Jakarta, dr. Muhammad Andeansah, Sp.KO, mengonfirmasi hasil pemeriksaan medis sang pemain yang menunjukkan adanya robekan otot.
“Hasil MRI menunjukkan bahwa Mauro mengalami re-injury (robekan pada otot). Durasi pemulihan tergantung dari perkembangan fungsi otot selama program pemulihan dilakukan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Persija Jakarta.
Tim medis kini akan fokus penuh pada proses pemulihan sang striker untuk memastikan ia bisa kembali dalam kondisi terbaiknya.
“Tim medis akan memantau perkembangan Mauro dengan ketat untuk memastikan dia dapat kembali ke tim secepat dan seaman mungkin,” katanya.
Kini, skenario terburuk membayangi karier Zijlstra musim ini. Jika proses pemulihan membutuhkan waktu hingga dua bulan, hampir mustahil baginya untuk kembali bermain.
Super League 2025/2026 hanya menyisakan sembilan pertandingan lagi dan dijadwalkan berakhir pada 23 Mei 2026.
Situasi ini jelas menjadi pukulan telak bagi Persija Jakarta yang tengah memasuki fase krusial kompetisi, apalagi dua pemain lainnya, Alaeddine Ajaraie dan Hanif Sjahbandi juga masih dalam proses pemulihan cedera.