- Jay Idzes tampil solid selama 90 menit dan membawa US Sassuolo menang 2-1 atas Cagliari di ajang Serie A, begitu pula Calvin Verdonk yang menang 3-0 bersama Lille.
- Kevin Diks hanya mampu membawa Borussia Monchengladbach bermain imbang 2-2 melawan Heidenheim di kompetisi Bundesliga Jerman.
- Nasib sial dialami Maarten Paes yang gagal membendung dua gol lawan saat Ajax Amsterdam tumbang 1-2 dari FC Twente di kandang sendiri.
Suara.com - Usai menunaikan tugas membela Timnas Indonesia pada jeda internasional bulan Maret 2026 lalu, para pilar Skuad Garuda langsung kembali ke klubnya masing-masing di Eropa.
Pada akhir pekan ini, sejumlah pemain abroad kembali unjuk gigi di berbagai kompetisi bergengsi benua biru sejak hari Sabtu (4/4/2026) hingga Minggu dini hari WIB.
Sorotan publik sepak bola Tanah Air kini tertuju pada performa empat pemain bertahan, yakni Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Maarten Paes.
Keempat punggawa andalan tersebut nyatanya harus mengalami nasib yang berbeda-beda saat membela panji klub mereka di kompetisi domestik.
Nasib paling cemerlang dialami oleh bek tangguh Jay Idzes yang tampil sangat solid saat mengawal lini pertahanan US Sassuolo di ajang Serie A Italia.
Menjamu perlawanan Cagliari, Sassuolo sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya sukses melakukan comeback manis dengan kemenangan 2-1.
Dalam laga yang berlangsung sengit tersebut, Idzes dipercaya bermain penuh selama 90 menit dan menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus barisan penyerang lawan.
Secara statistik, ia sukses mencatatkan enam aksi bertahan penting, termasuk di antaranya empat kali sapuan bola dan dua tekel sukses.
Kontribusi krusialnya dalam mengamankan tiga poin bagi timnya tersebut diganjar dengan rating sebesar 6,8.
Beralih ke kompetisi Ligue 1 Prancis, nasib positif juga menghampiri Calvin Verdonk bersama klubnya, LOSC Lille.
Verdonk turut menjadi bagian dari skuad yang sukses meraih kemenangan telak 3-0 saat membantai perlawanan RC Lens.
Meskipun dalam laga tersebut ia hanya dimasukkan sebagai pemain pengganti, Verdonk tetap mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga clean sheet timnya.
Sementara itu, hasil yang kurang memuaskan harus diterima oleh Kevin Diks yang berlaga di kompetisi Bundesliga Jerman bersama Borussia Monchengladbach.
Timnya hanya mampu bermain imbang dengan skor 2-2 saat berhadapan dengan Heidenheim.
Meski gagal menang, Diks secara individu tampil cukup baik dengan mencatatkan tujuh aksi bertahan dan sembilan kali recovery bola.
Perjuangannya di atas lapangan tersebut diganjar dengan rating 6,7, meskipun ia harus menerima hadiah kartu kuning pada menit-menit akhir pertandingan.
Di sisi lain, nasib paling nahas pada akhir pekan ini harus ditelan oleh penjaga gawang andalan Timnas Indonesia, Maarten Paes.
Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Ajax Amsterdam secara mengejutkan harus takluk 1-2 dari sang tamu, FC Twente.
Padahal, Paes sejatinya tampil cukup aktif di bawah mistar gawang dengan melakukan tiga kali penyelamatan gemilang serta mencatatkan 51 sentuhan bola.
Sayangnya, dua gol yang bersarang ke gawangnya tetap gagal ia bendung sehingga timnya harus merelakan tiga poin melayang.
Perbedaan nasib yang dialami oleh para pilar Garuda ini menjadi cerminan betapa kerasnya persaingan yang harus dihadapi oleh para pemain Indonesia di kompetisi elite Eropa.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
