- Skandal izin kerja pemain keturunan (paspoortgate) yang bermula dari gugatan terhadap Dean James dan Nathan Tjoe-A-On di Belanda kini meluas ke Belgia.
- Klub Liga Belgia, Royal Antwerp, telah menonaktifkan Gyrano Kerk demi menghindari risiko sanksi hukum terkait izin kerja dan status kewarganegaraan.
- Beruntungnya, pemain Timnas Indonesia yang merumput di Belgia yakni Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy dipastikan aman karena izin kerjanya telah lengkap.
Suara.com - Skandal paspoortgate yang awalnya hanya mengguncang kompetisi Eredivisie kini dilaporkan mulai meluas dan merembet hingga ke Liga Belgia.
Kabar kurang sedap ini dikonfirmasi langsung oleh media terkemuka Belanda, NOS, yang terus memantau perkembangan isu sensitif ini.
Kasus hukum yang menyangkut izin kerja pemain multinasional ini pun mulai menyedot perhatian serius dari berbagai otoritas di kancah sepak bola Eropa.
Badai regulasi ini pertama kali meledak ketika klub NAC Breda melayangkan laporan resmi terhadap kubu Go Ahead Eagles.
Pihak pelapor secara tegas mempersoalkan status keabsahan izin kerja bek sayap Dean James yang dianggap belum memenuhi syarat.
Gugatan tersebut dilayangkan lantaran sang pemain sejatinya telah resmi mengantongi paspor Indonesia sejak awal tahun 2025 lalu.
Situasi semakin memanas dan meluas tak terkendali ketika giliran klub TOP Oss yang melaporkan Willem II ke otoritas liga.
Pada kasus kedua ini, giliran nama penggawa Timnas Indonesia lainnya yakni Nathan Tjoe-A-On yang menjadi sorotan tajam terkait kelengkapan izin kerjanya.
Dari rentetan laporan tersebut, polemik perizinan kerja pemain asing ini pun dengan cepat membesar menjadi sebuah isu nasional di Belanda.
Federasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) langsung turun tangan untuk mengambil langkah tegas menyikapi kekisruhan ini.
Investigasi mendalam tengah dilakukan terhadap puluhan pemain profesional yang berasal dari berbagai latar belakang negara.
Menariknya, badai sanksi administratif ini rupanya tidak hanya menimpa para pemain keturunan Indonesia semata.
Sejumlah pesepak bola yang memiliki darah keturunan Suriname hingga Tanjung Verde pun turut merasakan imbas dari ketatnya penegakan regulasi ini.
Menurut laporan terbaru yang dirilis, efek domino dari skandal ini kini mulai dirasakan secara nyata di kompetisi Liga Belgia.
Salah satu klub papan atas, Royal Antwerp, dilaporkan telah mengambil langkah preventif untuk melindungi diri dari ancaman sanksi.
Manajemen klub memutuskan untuk mengistirahatkan sementara pemain andalan mereka, Gyrano Kerk, demi menghindari risiko hukum yang lebih besar.
Kerk secara khusus diminta untuk fokus menyelesaikan seluruh urusan administratif terkait izin kerja dan kewarganegaraannya terlebih dahulu.
Langkah tegas ini diambil murni sebagai bentuk kehati-hatian ekstrem klub dalam menyikapi situasi yang masih serba tidak pasti.
Melihat betapa seriusnya dampak paspoortgate ini, publik sepak bola Tanah Air tentu bertanya-tanya mengenai nasib pemain Indonesia lainnya yang merumput di Belgia.
Beruntungnya, nama-nama andalan skuad Garuda seperti Joey Pelupessy dan Ragnar Oratmangoen dipastikan masih dalam posisi aman.
Hingga saat ini, keduanya belum menerima sanksi pembekuan status bermain dari klubnya masing-masing.
Pernyataan resmi dari pihak terkait bahkan telah mengonfirmasi bahwa dokumen izin kerja kedua pemain tersebut tidak bermasalah sama sekali.
Fakta ini tentu memberikan sedikit hembusan napas lega bagi jutaan pendukung Timnas Indonesia yang terus memantau perkembangan kasus ini.
Meskipun demikian, situasi yang sangat dinamis ini tetap perlu dipantau secara saksama untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa mendatang.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
