- Timnas futsal Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor 1-0 dalam laga fase grup Piala AFF Futsal 2026.
- Gol tunggal Guntur Sulistyo Ariwibowo memastikan langkah Malaysia terhenti dan gagal melaju ke babak semifinal turnamen.
- Kekalahan ini mempertegas dominasi Indonesia atas Malaysia dalam dua tahun terakhir di berbagai kompetisi regional futsal.
Suara.com - Dominasi Timnas Futsal Indonesia atas Timnas Futsal Malaysia semakin terasa dalam dua tahun terakhir.
Setiap pertemuan, Malaysia selalu kesulitan menghadapi permainan cepat Indonesia.
Terbaru, mereka kembali tumbang di Piala AFF Futsal 2026 dengan skor tipis 0-1.
Hasil ini memastikan Harimau Malaya tersingkir dari fase grup.
Gol tunggal kemenangan Indonesia dicetak oleh Guntur Sulistyo Ariwibowo.
Kekalahan tersebut membuat Malaysia tak punya peluang lolos ke semifinal.
Padahal, mereka datang dengan modal tampil di Piala Asia Futsal 2026.
Secara kualitas, Malaysia sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing lebih jauh.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain saat berhadapan dengan Indonesia.
Dominasi permainan dan tekanan tinggi membuat Malaysia sulit berkembang.
Situasi ini bukan pertama kalinya terjadi dalam dua tahun terakhir.
Indonesia seolah menjadi mimpi buruk bagi futsal Malaysia.
Pada SEA Games 2025, Malaysia juga harus menelan pil pahit.
Mereka kalah 1-2 dari Indonesia dan gagal melaju ke final.
Akhirnya, Malaysia hanya mampu membawa pulang medali perunggu.
Sementara Indonesia kembali menunjukkan keunggulannya di laga krusial.
Kondisi ini mencerminkan penurunan performa futsal Malaysia secara keseluruhan.
Bahkan, tren negatif ini juga terjadi di cabang sepak bola.
Timnas Malaysia gagal lolos ke Piala Asia 2027.
Mereka juga kalah bersaing dengan tim kuat seperti Vietnam.
Dalam dua tahun terakhir, Malaysia mengalami masa sulit di dua cabang olahraga.
Baik futsal maupun sepak bola, hasil yang diraih jauh dari harapan.
Sebaliknya, Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Jika tidak segera berbenah, Malaysia bisa semakin tertinggal di kawasan Asia Tenggara.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
