- Johnny Jansen secara terang-terangan mengaku berambisi membawa mantan anak asuhnya di PEC Zwolle, Eliano Reijnders, ke skuad Bali United musim ini.
- Keinginan reuni tersebut gagal terwujud karena sang pemain berlabel Timnas Indonesia itu akhirnya lebih memilih menerima pinangan dari Persib Bandung.
- Meski gagal merekrutnya, Jansen tetap menghargai keputusan berani Eliano untuk mencari pengalaman baru di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Suara.com - Kisah di balik layar kepindahan pemain naturalisasi, Eliano Reijnders ke Super League akhirnya terkuak lewat pengakuan mengejutkan pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen.
Juru taktik asal Belanda tersebut secara terang-terangan mengaku sempat merayu mantan anak asuhnya di PEC Zwolle itu untuk berseragam Serdadu Tridatu musim ini.
Namun, ambisi besar reuni tersebut harus kandas lantaran sang pemain sayap serbabisa lebih memilih menerima tawaran proyek dari raksasa Persib Bandung.
Reuni Emosional di Gelora Bandung Lautan Api

Pertemuan emosional antara mantan guru dan murid ini pada akhirnya benar-benar terjadi di atas lapangan hijau.
Momen ini tercipta saat Bali United melawat ke markas Maung Bandung dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Dalam laga pekan ke-27 yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (12/4/2026) tersebut, Eliano tampil memukau sejak menit awal permainan.
Situasi ini memantik kenangan Jansen yang membeberkan perjalanan karier masa lalu sang pemain sebelum hijrah ke kompetisi sepak bola tanah air.
"Pertama-tama, Eliano memilih untuk bermain di sini," ucapnya setelah laga, kepada awak media.
"Saat di Belanda, dia kadang bermain, kadang di bangku cadangan, dan kadang masuk sebagai pemain pengganti."
Reputasi adik kandung Tijjani Reijnders itu perlahan meroket justru ketika Jansen mengambil alih kursi kepelatihan di klub asal Belanda tersebut.
Gagal Tikung Persib Bandung
"Ketika saya dua tahun berada di sana bersama, menurut saya Eliano memainkan banyak pertandingan dan saya sangat senang dengannya," ucapnya.
Kedekatan personal itulah yang membuat sang pelatih menempatkan nama pemain berlabel Timnas Indonesia tersebut di daftar teratas buruan transfer klub.
"Saya sebenarnya ingin membawanya ke Bali United, tetapi dia memilih bergabung dengan Persib," katanya.
Meski gagal mengamankan tanda tangan mantan pemain didikannya, Jansen tetap menaruh respek tinggi atas keputusan berani yang diambil sang bek sayap.
"Menurut saya, itu pilihan yang bagus karena ini adalah petualangan baru baginya," ungkapnya.
"Dia bisa belajar dari pengalaman tersebut."
Sang pelatih meyakini bahwa anak didiknya itu sebenarnya masih memiliki kualitas mumpuni untuk bersaing di kasta tertinggi kompetisi Eropa.
"Meskipun dia sebenarnya bisa bermain di level yang lebih tinggi di Belanda, saya tetap melihat itu sebagai pilihan yang baik," tegasnya.
Laga Sengit Sarat Gengsi
Sayangnya, malam reuni tersebut harus berakhir dengan pil pahit bagi skuad Serdadu Tridatu yang dipaksa menyerah dengan skor tipis 2-3 dari tuan rumah.
Tiga gol kemenangan skuad Pangeran Biru dilesakkan oleh Ramon 'Tanque' de Andrade Souza, Luciano Guaycochea, dan Federico Barba.
Sementara perlawanan pantang menyerah tim tamu hanya mampu membuahkan dua gol hiburan melalui aksi Teppei Yachida dan Jordy Bruijn menjelang bubaran.
Sebagai latar belakang, pertemuan dua tim raksasa ini selalu menghadirkan tensi tinggi karena materi pemain bertabur bintang yang dimiliki oleh kedua kesebelasan.
Kehadiran sosok sekaliber Eliano Reijnders di kubu Persib semakin menegaskan tingginya daya tarik kompetisi domestik bagi para pemain keturunan berkelas Eropa.
Kontributor : Rahman