- FIFA dilaporkan menyiapkan skenario play-off tambahan empat negara (2 Asia, 2 Eropa) jika Iran terpaksa mundur atau dicoret dari Piala Dunia 2026.
- Nama besar Timnas Italia dikabarkan berpeluang ikut serta dalam jalur khusus ini untuk mengisi kekosongan slot yang ditinggalkan perwakilan Asia.
- Peluang Timnas Indonesia dinilai sangat tipis karena performa tanpa poin di kualifikasi babak keempat, membuat UEA dan Oman menjadi kandidat yang lebih kuat.
Suara.com - Harapan besar Timnas Indonesia untuk menembus putaran final Piala Dunia 2026 kembali menjadi perbincangan hangat menyusul munculnya kabar skenario darurat dari FIFA.
Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah luar biasa untuk menggelar babak play-off tambahan jika salah satu kontestan, Iran, terpaksa dicoret.
Munculnya celah ini memberikan hembusan angin segar bagi skuad Garuda, meskipun langkah menuju turnamen akbar di Amerika Utara tersebut tetap bergantung pada keputusan administratif FIFA.
![Infantino Wacanakan Piala Dunia 2030 Berlangsung Saat Bulan Puasa [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/10/64274-gianni-infantino.jpg)
Isu krusial mengenai potensi perubahan slot peserta ini pertama kali diungkapkan oleh jurnalis senior asal Spanyol, Luiz Carlos Largo, melalui akun media sosialnya.
Potensi pencoretan Timnas Iran tersebut berkaitan erat dengan situasi keamanan dan eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang saat ini terus memanas.
Skenario Darurat FIFA Terkait Slot Benua Asia
Jika konflik bersenjata tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda mereda, Iran terancam mundur atau bahkan dipaksa keluar dari partisipasi mereka di Piala Dunia 2026.
Mengingat Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dengan format 48 tim, FIFA tentu harus mencari solusi cepat guna mengisi kekosongan peserta.
Salah satu opsi paling kuat yang muncul ke permukaan adalah menyelenggarakan turnamen play-off tambahan yang melibatkan empat negara sekaligus.
Format turnamen mini ini kabarnya akan melibatkan dua perwakilan dari Benua Eropa dan dua wakil dari Benua Asia sebagai pengisi slot.
Nama raksasa sepak bola dunia seperti Timnas Italia bahkan disebut-sebut memiliki peluang besar untuk ikut serta dalam jalur undangan khusus ini.
Peluang Realistis Garuda di Jalur Play-off
Kabar keterlibatan tim asal Eropa untuk mengisi slot yang seharusnya menjadi milik Asia ini cukup mengejutkan banyak pihak di industri sepak bola internasional.
Namun, pertanyaan besarnya adalah bagaimana sebenarnya peluang realistis bagi Timnas Indonesia untuk bisa mencicipi jalur play-off tambahan tersebut?
Secara teknis dan administratif, peluang Jay Idzes dan kawan-kawan untuk terpilih mengikuti babak tersebut dinilai masih sangat kecil.
Hal ini tidak lepas dari catatan performa kurang maksimal yang ditunjukkan oleh skuad Garuda selama fase kualifikasi zona Asia sebelumnya.
Timnas Indonesia tercatat gagal mendulang satu poin pun dalam perjuangan mereka di babak keempat kualifikasi zona benua kuning tersebut.
Persaingan Ketat dengan Uni Emirat Arab dan Oman
Jika FIFA menggunakan parameter prestasi pada babak kualifikasi terakhir, maka Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman berada di posisi yang jauh lebih diuntungkan.
Kedua negara asal Timur Tengah tersebut memiliki rekam jejak dan perolehan poin yang jauh lebih impresif dibandingkan catatan milik Indonesia.
Uni Emirat Arab bahkan memiliki profil keunggulan administratif yang kuat setelah sempat melangkah jauh hingga ke babak kelima kualifikasi.
Dengan situasi data tersebut, harapan bagi suporter Indonesia untuk melihat tim kebanggaannya melaju ke Amerika Serikat masih ada, namun dengan probabilitas yang sangat tipis.
Segalanya kini bergantung sepenuhnya pada kebijakan akhir serta regulasi mendadak yang akan dikeluarkan oleh FIFA dalam waktu dekat ini.
Latar Belakang Ketegangan Geopolitik Iran
Isu pencoretan Iran dari ajang internasional sebenarnya bukan merupakan hal baru dalam diskursus sepak bola global belakangan ini.
FIFA berada di bawah tekanan besar dari berbagai pihak untuk mengevaluasi partisipasi negara-negara yang tengah terlibat dalam konflik regional skala besar.
Iran sebagai salah satu kekuatan sepak bola utama di Asia terancam kehilangan status kepesertaannya jika situasi politik di dalam negeri maupun regional dinilai tidak lagi sejalan dengan prinsip keamanan turnamen.
Langkah FIFA dalam menyiapkan skenario play-off tambahan merupakan prosedur standar untuk memastikan kelancaran hak siar dan struktur kompetisi tetap berjalan sesuai rencana awal dengan 48 tim.
Kontributor : Imadudin Robani Adam