- N.E.C. Nijmegen tampil sensasional dengan gaya sepak bola ofensif ekstrem yang membawa mereka ke posisi ketiga Eredivisie dan final KNVB Cup.
- Kesuksesan klub didukung oleh investor miliarder lokal, Marcel Boekhoorn, yang berkomitmen membangun tim demi memenuhi janji kepada mendiang ayahnya.
- Filosofi Total Football modern yang diterapkan pelatih Dick Schreuder menjadikan N.E.C. salah satu tim paling menarik dan produktif di kompetisi Eropa musim ini.
Didukung Investasi dari Miliarder Lokal
Kesuksesan luar biasa N.E.C. tak lepas dari campur tangan investor mayoritas, Marcel Boekhoorn, seorang miliarder yang lahir dan besar di Nijmegen.
Ia mengelola klub bukan sekadar sebagai bisnis, melainkan janji suci kepada ayahnya di saat-saat terakhir sebelum meninggal untuk menjaga tim kebanggaan kota tersebut.
Dukungan finansialnya membuat klub tidak perlu terburu-buru menjual pemain bintang, bahkan mereka sempat menolak tawaran 15 juta euro dari Ajax untuk gelandang muda Kodai Sano.
Boekhoorn juga dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang nyentrik, termasuk sering mengajak pemain baru berkunjung ke kebun binatang miliknya, Ouwehands Zoo.
Kombinasi antara stabilitas finansial, manajemen scouting yang jenius, dan filosofi bermain yang menyerang membuat seluruh kota Nijmegen kini bermimpi tentang kejayaan di Eropa.
Latar Belakang Kebangkitan N.E.C. Nijmegen
Sejak promosi kembali ke kasta tertinggi pada 2021, N.E.C. sempat menghabiskan sebagian besar waktunya sebagai tim papan tengah yang sekadar berjuang menghindari zona degradasi.
Namun, musim 2026 menjadi titik balik bersejarah bagi klub kecil yang bermarkas di stadion berkapasitas 12.500 penonton tersebut.
Dengan sisa empat laga di liga dan final KNVB Cup di depan mata, masyarakat Nijmegen kini tengah menanti apakah "sepak bola gila" mereka akan berujung pada trofi pertama dalam sejarah 125 tahun klub.
NEC Nijmegen akan menghadapi AZ Alkmaar di final Piala KNVB pada 19 April mendatang. Selain itu, mereka masih berpeluang lolos ke Liga Champions, mengingat posisinya yang menduduki urutan ketiga dengan 54 poin, hanya terpaut satu poin dari Feyenoord di urutan kedua.