-
Nova Arianto ancam sanksi tegas bagi pemain Timnas U-20 yang terlibat kekerasan lapangan.
-
Fadly Alberto terancam dicoret dari skuad nasional akibat insiden anarkis di kompetisi EPA.
-
Investigasi internal dilakukan untuk mendalami keterlibatan pemain Bhayangkara FC dalam aksi penyerangan fisik.
Suara.com - Insiden kekerasan yang terjadi di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026 menuai sorotan tajam. Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto geram dengan aksi barbar tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi dalam laga antara Bhayangkara FC U-20 kontra Dewa United pada lanjutan EPA U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).
Dalam video yang beredar luas di media sosial menunjukkan tiga pemain Bhayangkara FC terlibat dalam aksi penyerangan barbar.
![Nova Arianto Panggil 28 Pemain untuk TC Timnas Indonesia U-20, Fokus Piala AFF U-19 2026 dan Kualifikasi Asia. [Dok. KitaGaruda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/04/54512-nova-arianto-panggil-28-pemain-untuk-tc-timnas-indonesia-u-20.jpg)
Mereka adalah Ahmad Catur, Aqilah Lissunnah, dan Fadly Alberto. Nah, Nama Fadly Alberto bukan sosok asing.
Ia merupakan bagian dari Timnas Indonesia U-17. Ia bahkan, sempat mencatatkan gol saat tampil di Piala Dunia U-17 2025 melawan Honduras.
Menanggapi kejadian tersebut, Nova Arianto mengaku kecewa. Ia menilai tindakan para pemain sangat berlebihan, terlebih terjadi di level usia muda yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas.
"Melihat yang terjadi di Pertandingan EPA U-20 pastinya menjadi kejadian yang sangat disayangkan," kata Nova di Instagram miliknya.
"Pastinya apapun situasi dan alasannya kejadian itu bukan menjadicontoh yang baik untuk di contoh pemain lainnya," jelasnya.
Nova juga menegaskan bahwa pihaknya masih menelusuri penyebab insiden tersebut. Ia membuka kemungkinan adanya sanksi tegas kepada pemain berlabel tim nasional.
"Saat ini Kami sedang mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan kejadian itu bisa terjadi," ceritanya.
"Seandainya benar ada pemain timnas usia muda yang terlibat pastinya ada konsekuensi yang akan diberikan."
"Karena sudah seharusnya pemain timnas Usia Muda memberikan contoh yang baik kepada pemain lainnya," tegasnya.
Lebih lanjut, Nova menekankan pentingnya sikap saling menghormati di lapangan. Ia mengingatkan bahwa tindakan kekerasan hanya akan merugikan perkembangan pemain itu sendiri.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Fadly Alberto berpotensi dicoret dari Timnas Indonesia U-20 akibat insiden ini. Meski demikian, belum ada keputusan resmi terkait hal tersebut.
"Selalu respect dengan apapun yang berada di lapangan. Semoga menjadi pembelajaran bersama agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali," tutupnya.