-
PSSI mengancam sanksi berat bagi pemain muda yang terlibat aksi kekerasan di lapangan hijau.
-
Erick Thohir mengutuk keras tindakan brutal pemain Bhayangkara FC U-20 terhadap penggawa Dewa United.
-
Federasi mengevaluasi kinerja perangkat pertandingan yang dinilai lalai meredam tensi tinggi dalam laga.
Suara.com - Sekjen PSSI Yunus Nusi memastikan pelaku tendangan kungfu yang viral di sosial media baru-baru ini termasuk pemain berlabel Timnas Indonesia kelompok umur bakal diganjar hukuman berat. Menurutnya, perilaku buruk itu mencoreng sepak bola Tanah Air.
Sebelumnya, sejumlah pemain Dewa United menjadi korban kebrutalan penggawa Bhayangkara FC U-20 saat laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 yang tersaji di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).
Kebrutalan pemain-pemain muda Bhayangkara FC terekam jelas dan sudah beredar di sosial media.
![Pesepak bola Timnas Indonesia U-17 Fadly Fadly Alberto (tengah) berselebrasi bersama rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Timnas Honduras U-17 pada laga Grup H Piala Dunia U17 2025 di Lapangan 2 Aspire Zone, Doha, Qatar, Senin (10/11/2025). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/YU]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/11/89118-timnas-indonesia-u-17-vs-honduras-fadly-alberto.jpg)
Ada beberapa pemain yang melakukan tendangan brutal, salah satunya adalah Fadly Alberto Hengga.
Eks pemain Timnas Indonesia U-17 terlihat melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United.
Yunus Nusi menyebut pihaknya sudah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Oleh sebab itu, sanksi berat telah disiapkan.
"Iya, PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy. Dan Ketua Umum (Erick Thohir) sangat mengutuk keras atas kejadian ini, pemain yang melakukan hal itu," kata Yunus Nusi dalam keterangannya.
"PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya dan diminta ini menjadi prioritas sidang Komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan," sambungnya.
Lebih lanjut, PSSI menyayangkan insiden tersebut terlebih di usia muda. Selain pemain, federasi akan terus menyelidiki siapa saja yang lalai sehingga hal itu bisa terjadi.
"PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini dan tentu siapapun yang terlibat dalam kasus ini, PSSI dan Komite Disiplin akan mengambil tindakan," terangnya.
"Dan kita juga melihat ada kelalaian perangkat pertandingan. Ini juga akan menjadi atensi PSSI kepada Komite Wasit, Saudara Ogawa, untuk melakukan evaluasi dan memberikan edukasi, sanksi kepada perangkat pertandingan bila ternyata terbukti lalai," sambungnya.
Lebih dari itu, PSSI mengharapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi. Sebab, hukuman berat akan diberikan jika nekat melakukannya.
"Sekali lagi kita prihatin dengan kejadian hal ini, masih ada peristiwa-peristiwa seperti ini yang terjadi di pemain. Kita sangat tidak berharap dan kami mohon kepada pemain, apapun yang terjadi di lapangan, tetap selalu bersikap jangan emosional, sabar," harapnya.
"Dan tentu ini juga akan merugikan pemain itu sendiri termasuk merugikan klub," pungkas Yunus Nusi.