FIFA Kenalkan Aturan Baru Kartu Merah di Piala Dunia 2026 untuk Perangi Rasisme

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 29 April 2026 | 14:27 WIB
FIFA Kenalkan Aturan Baru Kartu Merah di Piala Dunia 2026 untuk Perangi Rasisme
Wasit Martin Atkinson mengeluarkan kartu merah bagi pemain Crystal Palace Luka Milivojevic setelah melanggar pemain Wolverhampton dalam pertandingan Liga Premier Inggris yang berlangsung di Mollineux Stadium, Sabtu (31/10/2020). [AFP]
  • FIFA resmi terapkan kartu merah bagi pemain yang menutupi mulut saat berkonfrontasi di Piala Dunia.

  • Pemain dan ofisial yang melakukan aksi walk out protes wasit akan diusir dan didiskualifikasi.

  • Aturan baru ini bertujuan memberantas rasisme tersembunyi dan menjaga sportivitas di lapangan hijau.

Infantino menambahkan bahwa tidak ada alasan logis bagi seorang atlet untuk menyembunyikan gerak bibir jika tidak melontarkan kata-kata terlarang.

"Harus ada praduga bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dia katakan, jika tidak, dia tidak perlu menutupi mulutnya," tegas pria asal Swiss itu.

Ia meyakini bahwa kejujuran di lapangan hijau dimulai dari keberanian untuk menunjukkan apa yang diucapkan kepada sesama rekan profesi.

"Jika Anda tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan, Anda tidak akan menyembunyikan mulut Anda saat mengatakan sesuatu. Begitu saja, sesederhana itu," tutur Infantino.

Selain isu rasisme, FIFA juga membidik tindakan protes berlebihan yang mengganggu jalannya pertandingan atau mencederai marwah kompetisi resmi.

Wasit kini memiliki wewenang penuh untuk memberikan kartu merah kepada pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan pengadil.

Aturan ini tidak hanya berlaku bagi pemain yang aktif di lapangan, tetapi juga menyasar ofisial tim di area teknis.

"Atas diskresi penyelenggara kompetisi, wasit dapat menjatuhkan sanksi kartu merah kepada pemain mana pun yang meninggalkan lapangan pertandingan sebagai protes terhadap keputusan wasit," tulis pernyataan FIFA.

Ketegasan ini juga mencakup instruksi kepada staf pelatih yang memprovokasi pemainnya untuk berhenti bertanding atau melakukan mogok main.

"Aturan baru ini juga akan berlaku bagi setiap ofisial tim yang menghasut pemain untuk meninggalkan lapangan pertandingan," lanjut pernyataan tersebut.

FIFA tidak main-main dalam menegakkan aturan ini, di mana tim yang menyebabkan pertandingan terhenti akan dianggap kalah secara otomatis.

Langkah ini menyusul drama memalukan pada final Piala Afrika tahun ini yang melibatkan tim nasional Senegal dan tuan rumah Maroko.

Saat itu, seluruh penggawa Senegal dan pelatih Pape Thiaw melakukan aksi walk out karena tidak terima dengan keputusan penalti wasit.

Meski Senegal akhirnya menang di babak tambahan, gelar juara mereka dicabut secara sensasional oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Keputusan pahit CAF tersebut menjadi rujukan FIFA agar kejadian serupa tidak merusak atmosfer Piala Dunia yang akan digelar mendatang.

Rangkaian aturan baru ini diresmikan sesaat sebelum Kongres FIFA dilaksanakan di Vancouver sebagai persiapan akhir menuju turnamen akbar.

Piala Dunia mendatang akan menjadi sejarah baru karena diselenggarakan secara kolaboratif oleh tiga negara yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

FIFA berharap dengan adanya regulasi ini, fokus penonton akan kembali sepenuhnya pada kualitas permainan sepak bola yang bersih dan adil.

Implementasi kartu merah untuk tindakan menutup mulut diharapkan mampu menjadi efek jera yang efektif bagi para pemain bintang dunia.

Otoritas sepak bola ingin memastikan bahwa keberagaman di Piala Dunia dihormati oleh semua pihak tanpa ada celah untuk diskriminasi tersembunyi.

Selama bertahun-tahun, FIFA menghadapi kritik keras karena dianggap lamban dalam menangani kasus rasisme yang terjadi di dalam stadion.

Fenomena pemain menutupi mulut saat menghina lawan menjadi tren negatif karena menyulitkan teknologi pemantau gerak bibir (lip-reading) untuk mengumpulkan bukti kuat.

Di sisi lain, aksi mogok tanding sebagai bentuk protes wasit mulai sering terjadi di turnamen regional, yang dianggap merusak nilai-nilai dasar sportivitas dan kontrak komersial penyiaran pertandingan.

Melalui revisi hukum pertandingan ini, FIFA berupaya memberikan alat penegakan hukum yang lebih instan bagi wasit di tengah lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadiah Uang Juara Piala Dunia 2026 Naik

Hadiah Uang Juara Piala Dunia 2026 Naik

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 13:50 WIB

Heboh! Wasit Piala Dunia 2026 Tersandung Kasus Dugaan Pelecehan Remaja Laki-laki

Heboh! Wasit Piala Dunia 2026 Tersandung Kasus Dugaan Pelecehan Remaja Laki-laki

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 08:30 WIB

FIFA Patok Biaya Parkir di Piala Dunia 2026: Satu Mobil Rp4 Juta di Miami

FIFA Patok Biaya Parkir di Piala Dunia 2026: Satu Mobil Rp4 Juta di Miami

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 08:23 WIB

Terkini

Jurgen Klopp Kecam Water Break di Piala Dunia 2026: Sepak Bola Disandera Iklan!

Jurgen Klopp Kecam Water Break di Piala Dunia 2026: Sepak Bola Disandera Iklan!

Bola | Minggu, 14 Juni 2026 | 13:00 WIB

Dari Bangku Cadangan, Neymar Jadi Otak Gol Vinicius Jr di Piala Dunia 2026

Dari Bangku Cadangan, Neymar Jadi Otak Gol Vinicius Jr di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:50 WIB

Ditahan Imbang Maroko, Ancelotti Bongkar Kelemahan Brasil di Piala Dunia 2026

Ditahan Imbang Maroko, Ancelotti Bongkar Kelemahan Brasil di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:39 WIB

Prediksi Skor Belanda vs Jepang: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Belanda vs Jepang: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:32 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Tampil Buruk, Ditahan Maroko 1-1

Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Tampil Buruk, Ditahan Maroko 1-1

Bola | Minggu, 14 Juni 2026 | 10:08 WIB

Gantikan Marco Silva, Fulham Dikabarkan Boyong Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Baru

Gantikan Marco Silva, Fulham Dikabarkan Boyong Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Baru

Bola | Minggu, 14 Juni 2026 | 10:03 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Timnas Qatar Cetak Sejarah Usai Imbangi Swiss

Hasil Piala Dunia 2026: Timnas Qatar Cetak Sejarah Usai Imbangi Swiss

Bola | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:40 WIB

Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini

Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:57 WIB

'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026

'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:08 WIB

Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?

Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:00 WIB