Pengamat Heran Indonesia Gagal di Piala Thomas 2026, PBSI Diminta Lakukan Evaluasi Besar

Irwan Febri

Rabu, 29 April 2026 | 19:17 WIB
Pengamat Heran Indonesia Gagal di Piala Thomas 2026, PBSI Diminta Lakukan Evaluasi Besar
Indonesia tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026 untuk pertama kalinya sejak debut pada 1958 usai kalah 1-4 dari Prancis. [Dok. PBSI]
baca 10 detik
  • Tim putra Indonesia tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026 di Denmark setelah kalah 1-4 dari Prancis.
  • Kegagalan ini merupakan sejarah buruk pertama bagi Indonesia yang sebelumnya selalu dominan dalam ajang bulu tangkis tersebut.
  • Pengamat Mohamad Kusnaeni mendesak PP PBSI segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mempercepat regenerasi pemain demi masa depan tim.

Suara.com - Pengamat bulu tangkis Indonesia, Mohamad Kusnaeni, menilai kegagalan tim putra Indonesia di Piala Thomas 2026 harus menjadi perhatian serius bagi PP PBSI.

"Kegagalan kali ini harus dimaknai secara serius karena ini pertanda telah bergesernya peta kekuatan bulu tangkis dunia," kata Kusnaeni saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Tim putra Indonesia tersingkir di fase grup setelah kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D di Forum Horsens, Denmark.

Kusnaeni menyebut hasil tersebut sebagai sebuah tragedi, mengingat ini merupakan kali pertama Indonesia gagal lolos dari fase grup sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Thomas. Padahal, Indonesia tercatat sebagai pemegang 14 gelar juara dan selalu mencapai final dalam tiga edisi terakhir.

"Padahal tim Thomas Cup Indonesia datang ke Denmark dengan skuad terkuat. Hampir semua pemain terbaik kita di sektor tunggal maupun ganda ikut berangkat," ujarnya.

Ia menilai dari sisi strategi, tidak ada kekeliruan berarti dalam susunan pemain. Kombinasi ganda yang diturunkan juga dianggap wajar.

Namun, performa para pemain dinilai tidak memenuhi ekspektasi. Hal itu sudah terlihat saat Indonesia hanya menang tipis 3-2 atas Thailand. Di luar dugaan, Alwi Farhan kalah dari Panitchaphon Teeraratsakul yang memiliki peringkat lebih rendah.

Penampilan tunggal pertama Jonatan Christie juga disorot karena dinilai kurang konsisten, setelah kalah dari Kunlavut Vitidsarn dan Christo Popov.

"Tentunya harus ada evaluasi menyeluruh dari PP PBSI atas kegagalan ini," katanya.

baca juga

Kusnaeni menilai Indonesia kini tidak lagi dominan di bulu tangkis dunia, tercermin dari kekalahan telak dari Prancis serta kemenangan tipis atas Thailand.

"Padahal, kita belum bertemu dengan lawan berat sekelas China, Korea Selatan, atau Denmark. Tekanan bermain di fase grup sesungguhnya juga belum seberat di fase gugur nanti," ujarnya.

Ia pun mendorong adanya regenerasi dalam skuad beregu putra dengan memberi kesempatan kepada pemain muda seperti Ubaidillah serta pasangan Indra Gunawan dan Joaquin.

Menurutnya, dalam satu hingga dua tahun ke depan, bulu tangkis Indonesia berpotensi menghadapi masa transisi seiring bertambahnya usia pemain seperti Anthony Sinisuka Ginting dan pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

"Tapi kita harus berani mengambil langkah regenerasi ini demi masa depan bulu tangkis Indonesia. Korea Selatan, Malaysia, bahkan China sudah lebih dulu berani melakukan hal itu dan sekarang mulai memetik hasilnya," kata Kusnaeni.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Ukir Sejarah Buruk! Pertama Kali Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas

Indonesia Ukir Sejarah Buruk! Pertama Kali Tersingkir di Fase Grup Piala Thomas

Sport | Rabu, 29 April 2026 | 07:44 WIB

Piala Thomas 2026: Laga Hidup Mati Indonesia vs Prancis, Wajib Menang Demi Juara Grup

Piala Thomas 2026: Laga Hidup Mati Indonesia vs Prancis, Wajib Menang Demi Juara Grup

Sport | Selasa, 28 April 2026 | 14:16 WIB

Ubed Jadi Pahlawan, Indonesia Comeback Kalahkan Thailand 3-2 di Piala Thomas 2026

Ubed Jadi Pahlawan, Indonesia Comeback Kalahkan Thailand 3-2 di Piala Thomas 2026

Sport | Minggu, 26 April 2026 | 21:08 WIB

Piala Thomas 2026: Alwi Farhan Kena Comeback, Indonesia Tertinggal 1-2 dari Thailand

Piala Thomas 2026: Alwi Farhan Kena Comeback, Indonesia Tertinggal 1-2 dari Thailand

Sport | Minggu, 26 April 2026 | 18:26 WIB

Debut Menegangkan di Piala Thomas 2026, Sabar/Reza Bawa Indonesia Samakan Thailand 1-1

Debut Menegangkan di Piala Thomas 2026, Sabar/Reza Bawa Indonesia Samakan Thailand 1-1

Sport | Minggu, 26 April 2026 | 16:45 WIB

Terkini

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

×