Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia

Arif Budi

Rabu, 06 Mei 2026 | 12:40 WIB
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
Mark Viduka, legenda Australia. (socceroos.com.au)
baca 10 detik
  • Mark Viduka memulai karier profesional di Melbourne Knights tahun 1993 sebelum sukses bersama Dinamo Zagreb dan Celtic.
  • Ia mencatatkan rekor sebagai pemain Australia dengan gol terbanyak dalam sejarah Premier League melalui tiga klub berbeda.
  • Viduka sukses memimpin Timnas Australia lolos ke Piala Dunia 2006 sebagai kapten setelah menanti selama 32 tahun.

Suara.com - Mark Viduka merupakan salah satu striker yang pernah dimiliki Timnas Australia dan mengantarkan Socceroos ke Piala Dunia 2006 dalam penantian 32 tahun.

Karier Mark Viduka dimulai di klub kota kelahirannya, Melbourne Knights pada tahun 1993.

Dengan catatan fenomenal 40 gol dari 48 penampilan, bakatnya dengan cepat menarik minat dari klub-klub Eropa.

Pelabuhan pertamanya di Eropa adalah raksasa Kroasia, Dinamo Zagreb. Selama tiga tahun di sana, ia terus menunjukkan ketajamannya dengan mencetak 40 gol dalam 84 pertandingan liga.

Kesuksesan ini membawanya ke Britania Raya, di mana klub Skotlandia, Celtic menjadi tim berikutnya yang menikmati jasanya.

Dalam dua musim, Viduka kembali tampil gemilang dengan mengemas 35 gol dari 48 laga.

Puncak kariernya tiba pada tahun 2000 ketika klub Premier League, Leeds United memboyongnya dengan mahar 6 juta poundsterling.

Di musim debutnya, Viduka langsung menggila, menjadi mesin gol tim dengan torehan 17 gol, setara dengan legenda Arsenal, Thierry Henry.

Meskipun produktivitasnya mengalami pasang surut, ia secara konsisten mampu mencetak lebih dari 10 gol di setiap musimnya bersama Leeds.

baca juga

Menurut data Transfermarkt, Viduka secara total membukukan 68 gol dan 8 assist dari 159 laga di semua ajang untuk The Peacocks. Musim tertajamnya terjadi pada 2002/03 saat ia mencetak 20 gol.

Leeds United bukanlah satu-satunya klub Inggris yang ia bela. Pada musim 2004/05, ia pindah ke Middlesbrough sebelum akhirnya menutup karier profesionalnya di Newcastle United.

Momen Ikonik Piala Dunia

Mark Viduka memulai perjalanan internasionalnya bersama Timnas Australia saat ia masih bermain di Melbourne.

Berkat performa gemilangnya di Liga Kroasia dan akar keluarganya, presiden negara Balkan itu bahkan sempat mencoba merayunya untuk berganti kewarganegaraan atau naturalisasi.

Namun, Viduka dengan tegas menolak dan bersikeras hanya ingin mewakili Timnas Australia.

Momen paling ikonik dalam kariernya bersama Socceroos adalah saat ia menjadi kapten yang memimpin timnya lolos ke Piala Dunia 2006, mengakhiri penantian selama 32 tahun.

Ditunjuk langsung oleh Guus Hiddink, ia menjadi pemimpin di lapangan selama kualifikasi dramatis melawan Uruguay.

Setelah kalah 0-1 di leg pertama, Australia butuh kemenangan di leg kedua.

Sebuah umpan cepat dari Viduka menjadi awal dari gol Mark Bresciano yang memaksa laga berlanjut ke babak adu penalti.

Meskipun Viduka sendiri gagal dalam eksekusinya, Australia pada akhirnya tetap memenangkan adu penalti dan lolos ke Jerman.

"Tentu saya sangat bangga dan karena tumbuh Bersama banyak rekan satu tim, saya senang generasi kami bisa mendapatkan kesempatan untuk bermain di Piala Dunia," ucap Viduka dikutip dari SBS Sport.

Di putaran final Piala Dunia 2006, Viduka selalu tampil dalam empat pertandingan Australia.

Ia menjadi bagian dari tim yang mengalahkan Jepang, menahan imbang Kroasia, sebelum akhirnya takluk dari Brasil dan sang juara, Italia.

Total, Viduka mengoleksi 43 caps dan 11 gol untuk negaranya.

Legacy Mark Viduka

Mark Viduka akan selalu dikenang sebagai salah satu striker paling mematikan yang pernah dimiliki Australia.

Selama sembilan musim berkarier di Premier League bersama tiga klub berbeda, ia mencatatkan 92 gol dalam 240 penampilan.

Torehan tersebut mengukuhkan namanya sebagai pemain Australia dengan gol terbanyak dalam sejarah Premier League, melampaui rekor para legenda lain seperti Harry Kewell (57 gol) dan Tim Cahill (56 gol).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002

Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:54 WIB

Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian

Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:52 WIB

Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966

Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:41 WIB

Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia

Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:23 WIB

Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara

Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:12 WIB

Terkini

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB

Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar

Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:35 WIB

Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026

Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas

Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera

Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:05 WIB

Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil

Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:04 WIB

Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T

Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:56 WIB

Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey

Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:36 WIB