- Pemerintah Amerika Serikat meminta timnas DR Congo menjalani isolasi 21 hari terkait kekhawatiran wabah Ebola.
- Direktur Gugus Tugas Piala Dunia menyatakan DR Congo berisiko dilarang bertanding jika menolak aturan protokol tersebut.
- Federasi sepak bola DR Congo menolak isolasi dan tetap melanjutkan persiapan pertandingan uji coba di Eropa.
Suara.com - Timnas DR Kongo menolak permintaan otoritas Amerika Serikat yang meminta skuad mereka menjalani isolasi selama 21 hari sebelum tampil di Piala Dunia 2026.
Permintaan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap wabah Ebola yang tengah terjadi di DR Kongo. Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan meminta delegasi tim menjalani protokol ketat berupa sistem “bubble” sebelum memasuki wilayah Amerika Utara.
Direktur Eksekutif White House World Cup Task Force, Andrew Giuliani, menyebut DR Kongo berisiko tidak diizinkan mengikuti turnamen apabila tidak mematuhi aturan tersebut.
Meski begitu, federasi sepak bola DR Kongo menegaskan persiapan tim tetap berjalan sesuai rencana dan tidak ada perubahan besar dalam agenda mereka.

“Kami tetap menjalankan program latihan. Tidak ada pemain dalam skuad yang datang dari DR Kongo. Pertandingan persahabatan tetap dijadwalkan. Satu-satunya perubahan dalam program adalah pembatalan agenda di Kinshasa,” kata seorang pejabat DR Kongo kepada Reuters.
Timnas DR Kongo dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Denmark dan Chile di Eropa sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026.
Pada putaran final nanti, DR Kongo tergabung di Grup K bersama Portugal, Uzbekistan, dan Kolombia.
(Antara)