- FIFA menunjuk perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga perempat final Piala Dunia antara Prancis dan Maroko.
- Penunjukan tersebut memicu kontroversi karena dianggap menimbulkan potensi konflik kepentingan bagi Argentina yang masih bertahan di turnamen.
- Keputusan ini menuai kritik tajam menyusul polemik keberpihakan wasit yang sempat terjadi pada pertandingan Argentina melawan Mesir sebelumnya.
Suara.com - FIFA kembali menjadi sorotan menjelang bergulirnya babak perempat final Piala Dunia 2026. Kali ini, kontroversi muncul setelah induk sepak bola dunia itu menunjuk seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga Prancis kontra Maroko.
Keputusan tersebut diumumkan tak lama setelah kemenangan kontroversial Argentina atas Mesir di babak 16 besar masih menjadi perdebatan.
Sejumlah pihak sebelumnya menilai Albiceleste diuntungkan oleh beberapa keputusan wasit dan VAR pada pertandingan tersebut.
Kini, FIFA kembali menuai kritik setelah menunjuk wasit Facundo Tello beserta seluruh asistennya yang juga berasal dari Argentina untuk memimpin pertandingan Prancis melawan Maroko di Atlanta, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.
Penunjukan Wasit Argentina Tuai Polemik
![Logo FIFA. [Dok. FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/12/96947-logo-fifa.jpg)
Penunjukan itu langsung memantik kontroversi karena menjadi kali pertama pada fase gugur Piala Dunia 2026 seluruh ofisial pertandingan berasal dari negara yang sama.
Keputusan tersebut dinilai sensitif mengingat Argentina masih bertahan di turnamen dan berpeluang menghadapi pemenang laga Prancis versus Maroko apabila berhasil melaju hingga final.
Situasi itulah yang memunculkan tudingan adanya potensi konflik kepentingan. Prancis sendiri dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat yang bisa menghalangi ambisi Lionel Messi dan kawan-kawan mempertahankan gelar juara dunia.
Sejumlah pengamat dan suporter mempertanyakan alasan FIFA mengambil keputusan tersebut, padahal masih banyak wasit elite dari negara lain yang dinilai dapat menghindarkan turnamen dari polemik.
Kontroversi semakin membesar karena pengumuman itu muncul tidak lama setelah suporter Mesir meluapkan kemarahan akibat sejumlah keputusan VAR yang dianggap menguntungkan Argentina pada babak 16 besar.
Reaksi keras pun membanjiri media sosial. Banyak pencinta sepak bola menuding FIFA menciptakan situasi yang berpotensi memunculkan persepsi keberpihakan terhadap Albiceleste.
Hingga kini, FIFA belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan penunjukan seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga Prancis kontra Maroko.
Keputusan tersebut dipastikan akan terus menjadi sorotan karena hasil pertandingan itu dapat menentukan calon lawan Argentina apabila Albiceleste mampu melangkah hingga partai final.
