Sama-sama Pakai Sistem 3 Bek, Apa yang Membedakan Taktik John Herdman dan STY di Timnas Indonesia?

Arief Apriadi

Selasa, 26 Mei 2026 | 19:00 WIB
Sama-sama Pakai Sistem 3 Bek, Apa yang Membedakan Taktik John Herdman dan STY di Timnas Indonesia?
Meski sama-sama memakai formasi 3-4-3, taktik John Herdman di Timnas Indonesia berbeda jauh dari Shin Tae-yong yang dinilai terlalu pasif. [Dok. IG Timnas Indonesia]
baca 10 detik
  • Pelatih John Herdman mengubah taktik Timnas Indonesia menjadi lebih agresif dan proaktif dibandingkan era Shin Tae-yong sebelumnya.
  • Herdman menuntut pemain belakang berani membangun serangan dan membangun kolektivitas mencetak gol tanpa bergantung pada striker murni.
  • Filosofi baru ini akan diuji saat Timnas Indonesia menghadapi Oman dan Mozambik di GBK pada Juni 2026.

Suara.com - Kehadiran pelatih kepala John Herdman di Timnas Indonesia perlahan mulai menggeser identitas taktik yang sebelumnya dibangun Shin Tae-yong.

Meski sama-sama mengandalkan formasi dasar 3-4-3, pendekatan permainan keduanya dinilai sangat berbeda.

Herdman secara terbuka menilai gaya bermain Timnas Indonesia di era sebelumnya terlalu pasif dan hanya mengandalkan serangan balik.

Pelatih asal Kanada itu kini ingin membangun Skuad Garuda yang lebih agresif, proaktif, dan berani menguasai permainan.

“Gaya bermain tim nasional sebelumnya bagi saya pribadi terlihat terlalu pasif,” ujar Herdman di Stadion Madya, Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pola permainan Timnas Indonesia sebelumnya terlalu monoton karena hanya fokus bertahan dan menunggu momentum transisi.

“Sangat pasif. Polanya selalu bertahan, transisi, bertahan, lalu transisi lagi,” tegasnya.

Bek Tengah Kini Dituntut Lebih Berani

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (pssi.org)
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (pssi.org)

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, Herdman kini meminta para pemain belakang ikut aktif membangun serangan.

baca juga

Bek tengah dan bek sayap dituntut berani membawa bola hingga menembus garis pertahanan lawan.

“Kami membutuhkan lebih banyak pemain yang memiliki visi bermain ‘plus satu’, melakukan overload,” jelas Herdman.

“Serta bek tengah maupun bek sayap yang punya keberanian tinggi untuk maju memecah garis pertahanan lawan,” lanjutnya.

Menurut Herdman, keberanian mengambil risiko dalam pressing dan penguasaan bola menjadi kunci untuk meningkatkan level permainan Timnas Indonesia.

“Dengan cara ini, kami akan jauh lebih siap menghadapi siapa pun,” katanya.

Tak Lagi Bergantung pada Striker Murni

Perubahan filosofi permainan ini juga menjadi jawaban Herdman atas polemik minimnya striker nomor sembilan murni di Timnas Indonesia.

Alih-alih hanya bergantung pada satu target man, Herdman ingin seluruh pemain memiliki naluri mencetak gol.

Pada era Shin Tae-yong, beberapa pemain seperti Ragnar Oratmangoen bahkan kerap dimainkan sebagai penyerang tengah karena keterbatasan stok striker.

Kini, Herdman memilih membangun mentalitas kolektif dalam urusan mencetak gol.

“Indonesia butuh mentalitas bahwa semua pemain bisa mencetak gol. Kami harus membangun mentalitas pencetak gol,” ujarnya.

Meski begitu, Herdman mengakui penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah utama tim.

“Dua pertiga lapangan sudah bagus, tetapi sepertiga akhir masih banyak kekurangan,” ucapnya.

Ujian Perdana Lawan Oman dan Mozambik

Perubahan taktik tersebut akan segera diuji dalam agenda FIFA Matchday Juni 2026.

Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Oman pada 5 Juni 2026, lalu melawan Mozambik empat hari kemudian.

Kedua pertandingan internasional itu akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Laga tersebut menjadi kesempatan penting bagi Herdman untuk melihat sejauh mana para pemain mampu beradaptasi dengan filosofi permainan baru yang lebih agresif dan ofensif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

John Herdman Ubah DNA Timnas Indonesia, Garuda Tak Lagi Butuh Striker Murni

John Herdman Ubah DNA Timnas Indonesia, Garuda Tak Lagi Butuh Striker Murni

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:39 WIB

Persija Jadi Tulang Punggung Timnas Indonesia, Mauricio Souza Bangga 8 Pemain Dipanggil John Herdman

Persija Jadi Tulang Punggung Timnas Indonesia, Mauricio Souza Bangga 8 Pemain Dipanggil John Herdman

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:46 WIB

Dulu Musuh Bebuyutan Shin Tae-yong, Kini Park Hang-seo Mau Jadi Lawan Sandy Walsh

Dulu Musuh Bebuyutan Shin Tae-yong, Kini Park Hang-seo Mau Jadi Lawan Sandy Walsh

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:02 WIB

Skenario Tanpa Jay Idzes: 3 Nama Bisa Gantikan Sang Kapten di Lini Belakang Timnas Indonesia

Skenario Tanpa Jay Idzes: 3 Nama Bisa Gantikan Sang Kapten di Lini Belakang Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 08:25 WIB

Kabar Cedera Jay Idzes di Pekan Penutup Serie A dan Dampaknya Jelang Gabung Timnas Indonesia

Kabar Cedera Jay Idzes di Pekan Penutup Serie A dan Dampaknya Jelang Gabung Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:23 WIB

Terkini

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

×