-
Enrique Riquelme resmi menantang Florentino Perez dalam pemilihan Presiden Real Madrid pada Juni mendatang.
-
Riquelme menjanjikan kedatangan dua pemain bintang internasional dan pembentukan posisi Direktur Olahraga baru.
-
Kandidat penantang mengkritik tajam manajemen Perez akibat kegagalan prestasi dan absennya pemain Madrid di Timnas.
Suara.com - Skenario besar siap digulirkan Enrique Riquelme demi merebut kursi kepemimpinan tertinggi di Real Madrid dari tangan Florentino Perez. Pengusaha muda tersebut mengklaim telah mengamankan kesepakawatan untuk memboyong dua pesepak bola top dunia jika memenangi pemilihan.
Langkah berani ini dipastikan setelah komite pemilihan klub merestui pencalonan Riquelme untuk menantang sang petahana. Pemungutan suara yang dijadwalkan pada 7 Juni mendatang akan menjadi pemilu kompetitif pertama El Real dalam dua dekade terakhir.
Riquelme yang bergerak di bisnis energi terbarukan mencoba memanfaatkan momentum kemerosotan prestasi Los Blancos di bawah kendali Perez. Absennya trofi mayor dalam dua musim berturut-turut menjadi celah utama yang ingin didobrak oleh pria berusia 37 tahun tersebut.
![Presiden Real Madrid Florentino Perez. [Facebook Real Madrid]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/24/48530-florentino-perez.jpg)
"Kami telah menandatangani kesepakatan dengan dua bintang internasional," ujar Riquelme kepada surat kabar ABC.
"Saya memiliki perjanjian bahwa jika saya menjadi presiden, dua bintang internasional besar akan bermain untuk Real Madrid, dua bintang yang diperlukan untuk proyek olahraga dalam jangka pendek, menengah, dan panjang."
Janji tersebut menjadi senjata utama Riquelme yang mulai mengoperasikan markas pemenangannya di depan Stadion Santiago Bernabeu. Identitas kedua pemain incaran itu kemungkinan besar bakal diungkap ke publik selama masa kampanye dua pekan ke depan.
Suhu politik yang memanas ini turut menunda kejelasan masa depan kursi kepelatihan setelah pemecatan Xabi Alonso awal tahun ini. Meski Jose Mourinho sempat santer dikabarkan setuju untuk kembali, proses pemilu membuat segala keputusan strategis menjadi buram.

Riquelme sendiri mengisyaratkan tidak ingin terburu-buru menunjuk juru taktik baru demi stabilitas tim yang sempat goyah. Ia menyayangkan pemecatan Alonso yang digantikan secara temporer oleh pelatih tim cadangan, Alvaro Arbeloa.
"Jika saya presiden kami akan mengevaluasi [kembalinya Mourinho]," kata Riquelme.
"Namun kami ingin menciptakan proyek jangka panjang... Itu adalah keputusan yang tepat untuk mendatangkan [Alonso] dan sebuah kesalahan memecatnya. Anda tidak bisa menciptakan proyek dalam tiga bulan. Dia kekurangan waktu dan kemampuan untuk mengambil keputusan."
Ketimbang berspekulasi dengan nama-nama instan, kandidat penantang ini lebih memilih fokus menyusun struktur kepengurusan yang profesional. Posisi Direktur Olahraga menjadi prioritas utama yang akan ia perkenalkan dalam waktu dekat untuk mengurusi transfer pemain.
Nama Juergen Klopp sempat disebut sebagai salah satu figur ideal, meski Riquelme menegaskan klub tidak boleh lagi berjudi dengan masa depan. Baginya, penunjukan Arbeloa di tengah krisis performa musim ini dinilai kurang matang.
"Saya menyukai [Jürgen] Klopp tetapi ada pelatih lain yang saya sukai juga," katanya.
"Real Madrid tidak bisa 'bereksperimen' dengan pelatih. Mungkin [Arbeloa] tidak tepat untuk saat itu."
"Saya memiliki satu nama di pikiran, dan kami akan mengumumkannya dalam beberapa hari ke depan," ucapnya terkait sosok Direktur Olahraga baru.