- Lima negara peringkat teratas FIFA, yakni Prancis, Spanyol, Argentina, Inggris, dan Portugal, diprediksi menjadi kandidat kuat juara.
- Piala Dunia 2026 akan berlangsung dengan format baru 48 tim di Amerika Utara mulai Juni hingga Juli 2026.
- Para tim favorit mengandalkan kombinasi pemain senior berpengalaman serta talenta muda untuk meraih gelar juara di partai final.
Suara.com - Hitung mundur menuju perhelatan akbar Piala Dunia 2026 semakin memanas seiring rilis terbaru peringkat dunia FIFA yang menempatkan lima negara sebagai kandidat terkuat peraih trofi.
Prancis, Spanyol, Argentina, Inggris, dan Portugal kini menduduki posisi lima besar ranking FIFA dengan membawa ambisi juara serta tumpuan bakat kelas dunia yang merata di setiap lini.
Kelima negara raksasa ini secara koleif telah mengoleksi total tujuh gelar juara dunia dan diprediksi bakal saling sikut menuju partai final di Stadion New York New Jersey pada Juli mendatang.
Dominasi Prancis dan Ledakan Spanyol

Timnas Prancis yang kini dipimpin Didier Deschamps telah menetapkan standar konsistensi tinggi setelah menjadi juara pada 2018 dan finalis di edisi terakhir.
Kedalaman skuad Les Bleus didukung oleh kematangan Kylian Mbappe yang kini berada di puncak karier setelah mencetak 42 gol dalam 44 pertandingan bersama Real Madrid musim ini.
Namun, tantangan terbesar Prancis adalah menjaga kondisi fisik pilar penting seperti Ousmane Dembele serta mengintegrasikan bakat muda tanpa merusak kedisiplinan taktik tim.
Di sisi lain, Timnas Spanyol datang dengan predikat juara Eropa 2024 yang membawa gaya permainan menyerang lebih cair di bawah arahan Luis de la Fuente.
La Roja memiliki senjata mematikan pada sosok wonderkid Lamine Yamal yang baru berusia 18 tahun, tetapi sudah mencatatkan kontribusi 28 gol bersama Barcelona musim ini.
Meski minim pengalaman di panggung Piala Dunia, keseimbangan antara pemain muda dan senior di lini tengah seperti Rodri serta Pedri membuat Spanyol sangat sulit diprediksi.
Misi Sejarah Argentina dan Ambisi Inggris

Timnas Argentina mengusung misi sulit untuk menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun.
Meskipun telah berusia 39 tahun, Lionel Messi tetap menjadi detak jantung permainan La Albiceleste usai membawa Inter Miami meraih gelar perdana MLS Cup.
Keuntungan utama skuad asuhan Lionel Scaloni terletak pada kesinambungan pemain inti yang sudah padu sejak juara di Qatar, termasuk Julian Alvarez dan Enzo Fernandez.
Kondisi fisik Messi di turnamen keenamnya akan menjadi sorotan utama publik yang menantikan apakah intensitas emosional Argentina masih tetap membara.