-
Bek asal Brasil Thales Lira resmi berpisah dengan Persija Jakarta pasca musim 2025/2026.
-
Selama semusim, Thales bermain 20 kali dan membantu Persija finis di peringkat ketiga.
-
Kelanjutan karier masa depan Thales Lira termasuk opsi kembali ke Arema FC belum diputuskan.
Suara.com - Bek asal Brasil, Thales Lira, resmi mengumumkan perpisahannya dengan Persija Jakarta setelah berakhirnya Super League 2025/2026. Kepastian itu disampaikan langsung melalui pernyataan emosional yang diunggahnya usai kompetisi selesai.
Thales Lira diketahui bergabung dengan Persija dengan status pinjaman dari Arema FC jelang dimulainya musim 2025/2026. Kehadirannya kala itu menjadi bagian penting dalam memperkuat lini pertahanan Macan Kemayoran.
Sepanjang membela Persija, pemain berusia 33 tahun tersebut tampil dalam 20 pertandingan.

Ia juga menjadi sosok yang cukup dipercaya oleh pelatih Mauricio Souza untuk mengawal jantung pertahanan bersama kapten tim, Rizky Ridho.
Dalam pernyataannya, Thales memastikan bahwa kebersamaannya dengan Persija telah berakhir.
Namun, ia belum mengetahui secara pasti bagaimana kelanjutan kariernya musim depan, termasuk kemungkinan kembali ke Arema FC.
"Hari ini menandai berakhirnya musim ini," kata Thales Lira di Instagram klub.
![Persija menang 4-0 atas Persis Solo, tetapi GBK sepi penonton. Mauricio Souza memahami kekecewaan The Jakmania dan tetap menjaga asa juara. [Dok. IG Persija Jakarta]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/28/24408-stadion-gbk-sepi-penonton-saat-persija-jakarta-hadapi-persis-solo.jpg)
Mantan pemain PSS Sleman itu mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga selama memperkuat Persija. Ia merasakan atmosfer kompetisi yang penuh tekanan serta tantangan besar bersama salah satu klub terbesar di Indonesia tersebut.
"Banyak momen di mana kekuatan, keseimbangan, dan kepribadian dibutuhkan untuk tetap teguh," kata Thales Lira.
Thales juga menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha memberikan kemampuan terbaik di setiap pertandingan, meski tak jarang mendapatkan kritik dari suporter.
"Tidak semuanya terlihat dari luar, tetapi Tuhan tahu setiap pertempuran yang diperjuangkan dalam diam."
"Bahkan di tengah kesulitan, profesionalisme, karakter, dedikasi, dan komitmen terhadap jersey ini tidak pernah goyah," kata eks pemain PSS Sleman itu.
Bek tengah asal Brasil tersebut kemudian berbicara soal arti menjadi pemimpin di tengah situasi sulit. Ia menilai bahwa tanggung jawab besar harus tetap dijalankan meski menghadapi berbagai tekanan.
"Menjadi seorang pemimpin bukan hanya tentang hadir di saat-saat baik. Ini tentang menjaga ketenangan ketika segala sesuatu mencoba menggoyahkan Anda."
"Ini tentang terus bekerja dalam diam, bahkan ketika ada orang yang menentang pertumbuhan Anda," kata Thales Lira.