- Liverpool berencana menunjuk Andoni Iraola sebagai manajer baru untuk menggantikan Arne Slot setelah performa tim mengalami penurunan.
- Richard Hughes selaku direktur olahraga memimpin rencana penunjukan Iraola karena rekam jejak impresifnya bersama klub Bournemouth selama ini.
- Filosofi permainan agresif dan transisi cepat milik Iraola dinilai sangat sesuai dengan identitas sepak bola modern Liverpool.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Anfield setelah Liverpool dikabarkan siap menunjuk Andoni Iraola sebagai manajer baru untuk menggantikan Arne Slot.
Keputusan berpisah dengan Arne Slot sebenarnya tidak terlalu mengejutkan jika melihat penurunan performa tim dalam satu tahun terakhir.
Meski Slot sukses mempersembahkan gelar Premier League musim lalu, ia hanya mampu membawa The Reds finis di batas aman zona Liga Champions musim ini.
Kondisi ruang ganti yang kurang harmonis, penurunan performa Mohamed Salah, hingga tragedi meninggalnya Diogo Jota disebut menjadi faktor yang turut memengaruhi situasi di balik kepergian pelatih asal Belanda tersebut.
![Liverpool Disebut Bakal Contek Cara Manchester United: Pecat Slot Angkat Gerrard sebagai Interim [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/27/20786-arne-slot.jpg)
Kini, nama Andoni Iraola muncul sebagai kandidat terkuat setelah kontraknya bersama Bournemouth berakhir pada bursa transfer musim panas.
Direktur Olahraga Liverpool, Richard Hughes, disebut sebagai sosok kunci di balik rencana penunjukan pelatih asal Spanyol tersebut.
Hughes memiliki hubungan kerja yang baik dengan Iraola karena menjadi sosok yang membawanya ke Bournemouth pada 2023.
Rekam Jejak Impresif Bersama Bournemouth
![Deretan Fakta Menarik saat Liverpool Gulung Newcastle 4-1: Comeback The Reds, Rekor Salah Pecah. [Dok. IG Liverpool]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/02/93969-liverpool.jpg)
Menyitat Opta Analyst, penunjukan Iraola dinilai masuk akal mengingat pencapaiannya bersama Bournemouth dalam beberapa musim terakhir.
Ia sukses memecahkan rekor perolehan poin tertinggi Bournemouth selama tiga musim berturut-turut dan membawa klub tersebut finis di peringkat keenam untuk meraih tiket kompetisi Eropa pertama dalam sejarah mereka.
Prestasi itu diraih melalui gaya bermain agresif, progresif, dan mengandalkan tekanan tinggi yang efektif.
Menariknya, Iraola mampu menjaga stabilitas tim meski Bournemouth terus kehilangan pemain penting pada setiap bursa transfer.
Kepergian nama-nama seperti Dean Huijsen, Milos Kerkez, Illia Zabarnyi, Kepa Arrizabalaga, Dominic Solanke, hingga Antoine Semenyo tidak mengganggu performa tim secara signifikan.
Bournemouth bahkan mampu menutup musim dengan catatan 18 pertandingan beruntun tanpa kekalahan.
Rekor tersebut menjadikan Bournemouth sebagai satu-satunya klub di luar kelompok Big Six yang mampu mencatatkan rangkaian tak terkalahkan terpanjang dalam satu musim era Premier League.
Filosofi Iraola Dinilai Sesuai DNA Liverpool
Gaya permainan cepat dan direct milik Iraola dianggap sangat dekat dengan identitas sepak bola modern Liverpool.
Mantan manajer Manchester City, Pep Guardiola, bahkan pernah memuji filosofi permainan yang diterapkan pelatih berusia 43 tahun itu.
“Saat ini, sepak bola modern adalah cara Bournemouth bermain, cara Newcastle bermain, Brighton bermain, Liverpool selalu seperti itu,” ujar Guardiola pada tahun lalu.
Statistik menunjukkan pendekatan taktik Iraola sangat menitikberatkan pada transisi cepat setelah merebut bola dari lawan.
“Hal pertama yang kami coba lakukan ketika merebut bola adalah bermain ke pemain nomor sembilan,” kata Iraola kepada Sky Sports dalam sebuah wawancara tahun 2024.
“Karena itu biasanya adalah momen di mana lawan kurang berada dalam posisi yang baik dan Anda bisa menemukan ruang yang lebih baik,” jelasnya merincikan strategi tersebut.
Selama masa kepemimpinannya, Bournemouth tercatat sebagai tim dengan rata-rata kecepatan serangan tertinggi, yakni 1,95 meter per detik menuju area pertahanan lawan.
Sejak Iraola tiba di Inggris, Bournemouth menghasilkan 128 tembakan dari skema serangan balik cepat. Jumlah tersebut hanya kalah dari Liverpool yang mencatatkan 155 tembakan.
Kesamaan filosofi ini menjadi indikator kuat bahwa skuad Liverpool saat ini tidak akan kesulitan beradaptasi dengan sistem pressing intens milik Iraola.
Musim ini, Liverpool juga menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak dari skema perebutan bola tinggi di area pertahanan lawan, yakni 10 gol.
Situasi tersebut membuat langkah Richard Hughes untuk membawa Iraola ke Anfield terasa semakin masuk akal, terutama setelah target lain seperti Xabi Alonso dikabarkan memilih bergabung dengan Chelsea.
Tantangan terbesar Iraola jika resmi menangani Liverpool adalah memaksimalkan potensi para pemain bintang seperti Alexander Isak dan Florian Wirtz yang sempat mengalami masa adaptasi pada musim pertama mereka.
Dengan rekam jejak dalam mengembangkan pemain dan membangun sistem permainan atraktif, Andoni Iraola dinilai memiliki profil yang ideal untuk memimpin era baru Liverpool.