- Just Fontaine memegang rekor gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia dengan 13 gol pada tahun 1958.
- Para penyerang modern seperti Mbappe dan Ronaldo belum mampu melampaui rekor yang tercipta sebelum tahun 1970 tersebut.
- Penambahan jumlah peserta dan pertandingan pada Piala Dunia 2026 membuka peluang baru untuk memecahkan rekor gol individu.
Suara.com - Persaingan memperebutkan Sepatu Emas di setiap edisi Piala Dunia FIFA selalu memunculkan perdebatan mengenai siapa penyerang paling mematikan dalam sejarah turnamen empat tahunan tersebut.
Hingga kini, rekor gol terbanyak yang dicetak seorang pemain dalam satu edisi masih dipegang oleh legenda Prancis, Just Fontaine, yang mengemas 13 gol pada Piala Dunia 1958.
Perbincangan mengenai sulitnya memecahkan rekor tersebut kembali mengemuka seiring keputusan FIFA menambah jumlah peserta dan pertandingan pada Piala Dunia 2026.
![9 Pemain Kejar Rekor Gila di Piala Dunia 2026: Dari Messi hingga Kylian Mbappe [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/12/50597-lamine-yamal-messi-ronaldo-dan-mbappe.jpg)
Era Emas Para Predator Kotak Penalti
Fenomena penyerang yang mampu mencetak sembilan gol atau lebih dalam satu turnamen hanya terjadi pada rentang 1950 hingga 1970.
Banyak pengamat menilai organisasi pertahanan tim pada era tersebut belum sebaik sepak bola modern, sehingga memberikan ruang lebih besar bagi para penyerang untuk tampil dominan.
Nama-nama seperti Just Fontaine, Sándor Kocsis, dan Gerd Müller menjadi contoh striker yang mampu memaksimalkan gaya permainan terbuka dan pengawalan yang relatif longgar pada masanya.
Bahkan, para pemain tersebut mampu mencetak dua digit gol dalam kurang dari tujuh pertandingan, sebuah pencapaian yang sangat sulit ditemukan di era sepak bola modern.
Mbappe dan Ronaldo Belum Sentuh Rekor Fontaine
Menariknya, daftar pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia justru tidak dihuni oleh sejumlah ikon besar seperti Pelé, Diego Maradona, maupun Miroslav Klose.
Bintang era modern seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo juga belum mampu menembus jajaran elite pemain yang mencetak lebih dari delapan gol dalam satu turnamen.
Just Fontaine masih kokoh di puncak dengan 13 gol yang dicetaknya hanya dalam enam pertandingan pada Piala Dunia 1958.
Posisi kedua ditempati Sándor Kocsis dari Hungaria dengan torehan 11 gol dalam lima pertandingan pada Piala Dunia 1954.
Sementara itu, legenda Jerman Barat, Gerd Müller, melengkapi tiga besar dengan koleksi 10 gol pada Piala Dunia 1970 di Meksiko.
Ketajaman Mbappe dan Harapan di Piala Dunia 2026