-
Nottingham Forest menolak tawaran awal Manchester City sebesar £80 juta untuk gelandang Elliot Anderson.
-
Forest bersikeras hanya akan melepas pemain berusia 23 tahun itu di angka £120 juta.
-
Manajemen City masih menegosiasikan biaya kompensasi dengan Chelsea untuk meresmikan manajer Enzo Maresca.
Suara.com - Manchester City langsung bergerak agresif di pasar transfer musim panas dengan menjadikan gelandang Elliot Anderson sebagai prioritas utama. Langkah awal raksasa Premier League tersebut dikabarkan sumber ESPN langsung menemui jalan buntu setelah Nottingham Forest mementahkan proposal pembelian perdana.
Keinginan kuat City untuk memboyong pemain berusia 23 tahun itu dibuktikan melalui pengajuan dokumen penawaran resmi. Kendati penawaran awal digagalkan manajemen Forest, kubu Etihad diyakini tidak akan mundur dan segera menyodorkan paket finansial yang lebih menggiurkan.
Proses negosiasi diprediksi memakan waktu lama karena sang pemain tengah fokus membela tim nasional Inggris. Gelandang energik tersebut saat ini sedang berada di Florida untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang Piala Dunia 2026.
![Manchester United dan Newcastle United, dikabarkan tengah bersaing ketat untuk mendapatkan tanda tangan gelandang muda Elliot Anderson. [Instagram Elliot Anderson]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/28/70116-elliot-anderson.jpg)
Penyebab utama kebuntuan ini terletak pada perbedaan angka yang sangat mencolok di meja perundingan. Kedua belah pihak masih kukuh dengan penilaian harga pasar sang pemain yang belum menemui titik temu.
Nottingham Forest menetapkan harga jual yang sangat tinggi bagi siapa pun yang menginginkan jasa bintang mereka. Klub pemilik mematok nilai pelepasan sebesar 120 juta pounsterling atau berkisar Rp2,9 triliun.
Di sisi lain, Manchester City menilai harga tersebut terlalu mahal untuk situasi pasar saat ini. Jawara bertahan tersebut melayangkan tawaran pembuka yang hanya menyentuh angka £80 juta atau sekitar Rp1,6 triliun.
![Update Klasemen Liga Inggris usai Manchester City lumat Chelsea 3-0. Kemenangan telak ini buat Arsenal yang kalah dari Bournemouth makin tertekan di puncak. [Dok. IG Manchester City]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/52123-manchester-city.jpg)
Selain memperkuat sektor tengah, perhatian City juga terbagi untuk membenahi area pertahanan sayap kanan. Manajemen kini sedang berburu bek kanan baru guna memberikan tekanan kompetisi internal kepada Matheus Nunes.
Nunes yang kini menginjak usia 27 tahun merupakan pilihan utama tak tergantikan di sektor tersebut sepanjang musim lalu. Manajemen menegaskan posisi Nunes sangat aman dan kedatangan pemain baru murni untuk proyeksi jangka panjang.
Kondisi ini memicu ketidakpastian masa depan bagi bek muda jebalan akademi mereka, Rico Lewis. Pemain berusia 21 tahun itu mulai mempertimbangkan opsi hengkang setelah melewati musim yang mengecewakan.
Di luar urusan belanja pemain, manajemen Etihad juga sibuk merampungkan struktur kepemimpinan tim yang baru. Proses penunjukan manajer anyar pengganti Pep Guardiola terpaksa berjalan lambat karena kendala administratif.
City telah menjatuhkan pilihan kepada Enzo Maresca yang sebelumnya menukangi Chelsea hingga Januari lalu. Namun, pengumuman resmi yang dijadwalkan akhir pekan lalu terpaksa ditunda akibat proses birokrasi penalti kontrak.
Saat ini manajemen City masih terjebak dalam perundingan alot terkait nominal kompensasi yang wajib dibayarkan kepada Chelsea. Hambatan legalitas ini menjadi fokus utama yang harus diselesaikan sebelum Maresca resmi diperkenalkan ke publik.