Suara.com - Timnas Norwagia membuktikan kolektivitas lini serang mereka tetap mematikan meski tanpa kehadiran bomber utama Erling Haaland di lapangan. Pasukan Singa Nordik sukses menumbangkan Swedia dengan skor meyakinkan 3-1 dalam laga uji coba pemanasan jelang Piala Dunia 2026.
Kemenangan di Stadion Ullevaal ini menegaskan kedalaman skuad Norwagia yang tidak melulu bergantung pada magis bintang Manchester City tersebut. Sebaliknya, Swedia justru menemui jalan buntu sebelum penyerang andalan mereka memberikan sedikit perlawanan di babak kedua.
Hasil positif ini menjadi modal berharga bagi anak asuh Ståle Solbakken untuk membangun rasa percaya diri kelompok. Sebaliknya, kubu rival domestik mereka harus segera membenahi koordinasi lini belakang yang rapuh sejak menit awal.
![Manchester City Bungkam Arsenal! Haaland Kirim Pesen Menohok ke Gabriel Magalhaes [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/20/10880-erling-haaland-gabriel-magalhaes.jpg)
Norwagia langsung menggebrak lewat performa gemilang Jørgen Strand Larsen yang sukses menyarangkan dua gol ke gawang lawan. Dominasi tuan rumah semakin absolut setelah Antonio Nusa turut mencatatkan namanya di papan skor untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0.
Swedia yang tertinggal jauh baru bisa merespons setelah melakukan penyegaran strategi di paruh kedua pertandingan. Masuknya amunisi baru dari bangku cadangan langsung memberikan dampak instan pada intensitas tekanan tim tamu.
Kebangkitan Alexander Isak di Oslo
Alexander Isak yang masuk menggantikan rekannya pada menit ke-62 langsung memotong dominasi total yang ditunjukkan kubu tuan rumah. Bomber milik Liverpool tersebut melakukan akselerasi cepat dari sektor sayap sebelum melepaskan sepakan akurat ke pojok kiri gawang.

Gol hiburan tersebut memperlihatkan sekilas kualitas individu Isak yang sempat meredup sepanjang kompetisi domestik musim ini. Meski mencetak gol indah, kontribusinya belum mampu menyelamatkan Swedia dari kekalahan telak di laga bertajuk Derby Skandinavia ini.
Pertandingan persahabatan ini sekaligus menjadi potret kontras bagi perjalanan karier individu antara Erling Haaland dan Alexander Isak. Haaland baru saja menutup musim luar biasa bersama Manchester City dengan torehan 38 gol serta kawalan trofi domestik.
Kondisi sebaliknya dialami Isak yang menjalani musim perdana penuh rintangan di Anfield akibat badai cedera kambuhan. Mantan penyerang Newcastle United itu tercatat hanya tampil 14 kali dan mendulang tiga gol saja di semua kompetisi.
Namun, kedua penyerang muda ini dipastikan tetap menjadi tumpuan utama negara masing-masing saat berlaga di putaran final nanti. Ketajaman mereka akan diuji dalam peta persaingan yang jauh lebih ketat melawan tim-tim terbaik dunia.
Piala Dunia yang akan berlangsung di Amerika Utara musim panas ini menuntut persiapan matang dari kedua delegasi Eropa tersebut. Berdasarkan hasil undian resmi, Norwagia berada di Grup I bersama kekuatan besar Prancis, Senegal, dan wakil Asia Irak.
Sementara itu, Swedia tergabung di Grup F dan harus bersaign ketat dengan Belanda, Jepang, serta Tunisia demi tiket fase gugur. Uji coba intensitas tinggi seperti ini menjadi simulasi krusial bagi kedua pelatih untuk meramu komposisi taktis terbaik.
Pada pertandingan pemanasan lainnya, Turkiye berhasil memetik kemenangan telak 4-0 atas Makedonia Utara di Kota Istanbul. Bintang muda Real Madrid, Arda Güler, kembali merumput sebagai pemain pengganti pascapulih dari cedera panjang di kompetisi domestik.
Skuad Turkiye sendiri tergabung dalam persaingan Grup D yang dihuni oleh Amerika Serikat, Paraguay, serta Australia. Seluruh kontestan kini berpacu dengan waktu guna mencapai puncak performa fisik dan mental sebelum turnamen resmi bergulir.